Perjanjian Linggarjati ditandatangani pada 25 Maret 1947 di daerah Linggarjati, Cirebon, Jawa Barat. Dampak Perjanjian
- Belanda hanya bersedia mengakui secara de facto Pulau Jawa, Madura dan Sumatera sebagai daerah kedaulatan atau kekuasaan Indonesia. Hal ini membuat kedaulatan Indonesia semakin sempit
- Kekuasaan Belanda di Indonesia masih sangat besar, sehingga Indonesia belum sepenuhnya mendapat pengakuan kedaulatan dari Belanda.
- Perjanjian Linggarjati tidak menyelesaikan konflik. Hal ini terlihat dari adanya serangan Belanda melalui Agresi Militer Belanda I.
Perjanjian Renville ditandatangani pada 8 Desember 1947 di atas kapal USS Renville. Dampak Perjanjian
- Semakin menyempitnya wilayah Republik Indonesia karena sebagian wilayah Republik Indonesia telah dikuasai pihak Belanda.
- Dengan timbulnya reaksi kekerasan sehingga mengakibatkan Kabinet Amir Syarifuddin berakhir karena dianggap menjual Negara terhadap Belanda.
- Diblokadenya perekonomian Indonesia secara ketat oleh Belanda
- Republik Indonesia harus memakasa menarik mundur tentara militernya di daerah gerilya untuk ke wilayah Republik Indonesia.
- Untuk memecah belah republik Indonesia, Belanda membuat negara Boneka, antara lain negara Borneo Barat, Negara Madura, Negara Sumatera Timur, dan Negara jawa Timut.
Perjanjian Roem-Roeyen ditandatangani 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta. Isi dari perjanjian ini sebenarnya lebih merupakan pernyataan kesediaan berdamai antara kedua belah pihak. Dalam perjanjian itu, pihak delegasi Republik Indonesia dan Belanda, sepakat untuk melaksanakan Konferensi Meja Bundar (KMB) yang akan digelar di Den Haag, Belanda.
Dalam Linggarjati, Belanda mengakui Indonesia meliputi Jawa, Sumatera dan Madura, pada Renville Belanda hanya mengakui Jawa Tengah, Yogyakarta dan Sumatera. Pengakuan ini sangat merugikan Indonesia, karena pada sidang PPKI wilayah Indonesia awal adalah 8 Provinsi dan 2 daerah Istimewa.
Dengan demikian, poin yang merugikan Indonesia terdapat di perjanjian linggarjati dan renville mengenai wilayah kedaulatan Indonesia