Iklan

Pertanyaan

Carilah dari berbagai sumber ciri-ciripenderita sindrom Down, Patau, Edward, Turner, Klinefelter, Jacob, dan triple-X. Kemudian, salin dan lengkapilah tabel berikut yang berisi macam-macam kelainan jumlah kromosom, rumus kromosom, ciri-ciri,dan penyebabnya.

Carilah dari berbagai sumber ciri-ciri penderita sindrom Down, Patau, Edward, Turner, Klinefelter, Jacob, dan triple-X. Kemudian, salin dan lengkapilah tabel berikut yang berisi macam-macam kelainan jumlah kromosom, rumus kromosom, ciri-ciri, dan penyebabnya.space 

 space space  

  1. ....space 

  2. ....space 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

02

:

22

:

14

Iklan

F. Noorifti

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Sindrom Down Sindrom Down terjadi karena trisomi pada kromosom nomor 21 sehingga memiliki kromosom 47 dengan kariotipe 45A + XY atau 45A + XX. Ciri-cirinya bermata sipit, fertil, kaki pendek,berjalan lambat, menderita kelainan jantung (kardiovaskuler), serta pertumbuhan tubuh dan mental agak lambat. Berdasarkan IQ-nya, penderita sindrom Down dapat dibedakan menjadi idiot dengan IQ 24, imbisil dengan IQ 25-49, dan debil dengan IQ 50-69. Wanita sindrom Down tidak steril sehingga mampu memproduksi ovum. Namun, jika ovumnya dibuahi kemungkinan besar akan menghasilkan keturunan dengan sindrom Down. Penderita pada umumnya berumur pendek, rata-rata hingga 16 tahun. Sindrom Patau Sindrom Patau terjadi akibat trisomi pada kromosom nomor 13 sehingga mempunyai kromosom 47 dengan kariotipe 45 A + XX atau 45 A + XY. Ciri-ciri manusia dengan sindrom Patauadalah Sumbing pada bibir (harelip) dan langit-langit ronga mulut(cleft palate) serta polidaktili (jari lebih dari lima). Sindrom Edward Sindrom Edward terjadi karena trisomi pada kromosom nomor 18 sehingga memiliki 47 kromosom dengan kariotipe 45 A + XX atau 45 A + XY. Ciri-cirinya bentuk kepala panjang, bentuk muka khas, jari tangan tumpang tindih, pola sidik jari sederhana, dada pendek dan lebar, memiliki kelainan jantung dan ginjal, serta berumur pendek. Sindrom Turner Manusia dengan sindrom Turner memiliki kromosom berjumlah 45 = 22 AA + X. Sindrom ini terjadi karena ovum normal berkromosom X dibuahi oleh spermatozoa hasil nondisjunction yang tidak mengandung kromosom seks (O). Ciri-ciri sindrom Turner adalah berkelamin wanita, bertubuh pendek, ovarium dan payudara tidak berkembang, steril, bentuk leher bersayap, memiliki kelainan jantung, serta keterbelakangan mental. Sindrom Klinefelter Manusia dengan sindrom Klinefelter memiliki kromosom berjumlah 47 dengan kariotipe 22 AA + XXY atau 44 A + XXY. Ciri-cirinya adalah laki-laki bertubuh tinggi, testis mengecil saat masa pubertas, steril, payudara berkembang, dan pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan di bawah normal. Sindrom ini dapat terjadi karena ovum hasil nondisjunction yang berkromosom XX dibuahi oleh spermatozoa normal berkromosom Y. Sindrom Jacob Manusia dengan sindrom Jacob mempunyai kromosom berjumlah 47, yaitu 22 AA + XYY. Sindrom ini dapat terjadi akibat nondisjunction kromatid-kromatid Y pada meiosis II yang menghasilkan satu spermatid dengan kromosom YY dan satu spermatid tidak mempunyai kromosom seks. Jika terjadi pembuahan antara ovum normal berkromosom X dengan spermatozoa berkromosom YY, akan terjadi sindrom XYY. Ciri-ciri fisiknya adalah laki-laki yang bertubuh tinggi, dan melebihi ukuran normal. Pada tahun 1960, muncul hipotesis bahwa pria XYY cenderung agresif, antisosial, dan kriminal. Namun, beberapa ahli membantah hipotesis tersebut. Sindrom Triple-X Manusia dengan sindrom XXX memiliki kromosom berjumlah 47, yaitu 22 AA + XXX. Sindrom ini terjadi karena ovum hasil nondisjunction yang berkromosom XX dibuahi oleh spermatozoa normal berkromosom X. Ciri-ciri manusia dengan sindrom XXX adalah berkelamin wanita serta memiliki sistem reproduksi dan tingkat kecerdasan yang bervariasi dari mulai normal sampai subnormal. --- Mau lebih paham terkait materi ini? Coba latihan soal di Ruangguru yuk, GRATIS lho! Klik di sini .

  • Sindrom Downspace 
    Sindrom Down terjadi karena trisomi pada kromosom nomor 21 sehingga memiliki kromosom 47 dengan kariotipe 45A + XY atau 45A + XX. Ciri-cirinya bermata sipit, fertil, kaki pendek, berjalan lambat, menderita kelainan jantung (kardiovaskuler), serta pertumbuhan tubuh dan mental agak lambat. Berdasarkan IQ-nya, penderita sindrom Down dapat dibedakan menjadi idiot dengan IQ 24, imbisil dengan IQ 25-49, dan debil dengan IQ 50-69. Wanita sindrom Down tidak steril sehingga mampu memproduksi ovum. Namun, jika ovumnya dibuahi kemungkinan besar akan menghasilkan keturunan dengan sindrom Down. Penderita pada umumnya berumur pendek, rata-rata hingga 16 tahun.space 
  • Sindrom Patauspace 
    Sindrom Patau terjadi akibat trisomi pada kromosom nomor 13 sehingga mempunyai kromosom 47 dengan kariotipe 45 A + XX atau 45 A + XY. Ciri-ciri manusia dengan sindrom Patau adalah Sumbing pada bibir (harelip) dan langit-langit ronga mulut (cleft palate) serta polidaktili (jari lebih dari lima).space 
  • Sindrom Edwardspace 
    Sindrom Edward terjadi karena trisomi pada kromosom nomor 18 sehingga memiliki 47 kromosom dengan kariotipe 45 A + XX atau 45 A + XY. Ciri-cirinya bentuk kepala panjang, bentuk muka khas, jari tangan tumpang tindih, pola sidik jari sederhana, dada pendek dan lebar, memiliki kelainan jantung dan ginjal, serta berumur pendek.space 
  • Sindrom Turnerspace 
    Manusia dengan sindrom Turner memiliki kromosom berjumlah 45 = 22 AA + X. Sindrom ini terjadi karena ovum normal berkromosom X dibuahi oleh spermatozoa hasil nondisjunction yang tidak mengandung kromosom seks (O). Ciri-ciri sindrom Turner adalah berkelamin wanita, bertubuh pendek, ovarium dan payudara tidak berkembang, steril, bentuk leher bersayap, memiliki kelainan jantung, serta keterbelakangan mental.space 
  • Sindrom Klinefelterspace 
    Manusia dengan sindrom Klinefelter memiliki kromosom berjumlah 47 dengan kariotipe 22 AA + XXY atau 44 A + XXY. Ciri-cirinya adalah laki-laki bertubuh tinggi, testis mengecil saat masa pubertas, steril, payudara berkembang, dan pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan di bawah normal. Sindrom ini dapat terjadi karena ovum hasil nondisjunction yang berkromosom XX dibuahi oleh spermatozoa normal berkromosom Y.space 
  • Sindrom Jacobspace 
    Manusia dengan sindrom Jacob mempunyai kromosom berjumlah 47, yaitu 22 AA + XYY. Sindrom ini dapat terjadi akibat nondisjunction kromatid-kromatid Y pada meiosis II yang menghasilkan satu spermatid dengan kromosom YY dan satu spermatid tidak mempunyai kromosom seks. Jika terjadi pembuahan antara ovum normal berkromosom X dengan spermatozoa berkromosom YY, akan terjadi sindrom XYY. Ciri-ciri fisiknya adalah laki-laki yang bertubuh tinggi, dan melebihi ukuran normal. Pada tahun 1960, muncul hipotesis bahwa pria XYY cenderung agresif, antisosial, dan kriminal. Namun, beberapa ahli membantah hipotesis tersebut.space 
  • Sindrom Triple-Xspace 
    Manusia dengan sindrom XXX memiliki kromosom berjumlah 47, yaitu 22 AA + XXX. Sindrom ini terjadi karena ovum hasil nondisjunction yang berkromosom XX dibuahi oleh spermatozoa normal berkromosom X. Ciri-ciri manusia dengan sindrom XXX adalah berkelamin wanita serta memiliki sistem reproduksi dan tingkat kecerdasan yang bervariasi dari mulai normal sampai subnormal.space 



---
Mau lebih paham terkait materi ini? Coba latihan soal di Ruangguru yuk, GRATIS lho! Klik di sini.

Buka akses jawaban yang telah terverifikasi

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

304

Rachel

Mudah dimengerti Makasih ❤️ Pembahasan lengkap banget

Zulfa Rizqi Pratiwi

Ini yang aku cari!

Nurhalizah Kahar

Mudah dimengerti

Yolanda Marbun

Pembahasan tidak lengkap

Hanzo Akuma

Sangat jelas lengkap dan mudah dimengerti

Iklan

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!