Roboguru

Cara yang dinilai oleh Gubernur Jenderal J.P. Coen sebagai satu-satunya cara yang paling cepat dan tepat untuk mewujudkan monopoli perdagangan pala di Banda adalah...

Pertanyaan

Cara yang dinilai oleh Gubernur Jenderal J.P. Coen sebagai satu-satunya cara yang paling cepat dan tepat untuk mewujudkan monopoli perdagangan pala di Banda adalah...

  1. Mengusir dan melenyapkan penduduk asli Banda

  2. Memperkuat pertahanan dari ancaman Inggris

  3. Mengusir orang Inggris di Pulau Run

  4. Menerapkan kebijakan ekstirpasi

  5. Melanjutkan pelayaran Hongi

Pembahasan Soal:

Pada tahun 1619, para petinggi VOC (Heeren Zeventien) menunjuk Jan Pieterszoon Coen sebagai gubernur jenderal. Masa jabatannya berakhir pada tahun 1626. Di antara masa itu, jabatan gubernur jenderal sempat diisi oleh Pieter de Carpentier (1623-1627). Langkah pertama J.P. Coen adalah memindahkan markas besar VOC dari Ambon ke Jayakarta, karena dianggap lebih strategis. Selain itu, selama periode tiga orang gubernur-jenderal sebelumnya, Ambon ternyata tidak begitu memuaskan untuk dijadikan markas besar karena jauh dari jalur-jalur utama perdagangan Asia, yaitu Malaka, India (Goa), dan Jepang.

Jayakarta waktu itu dikuasai oleh Kesultanan Banten, Coen pun menyusun siasat. Mula-mula, ia mendirikan lagi bangunan serupa Nassau Huis yang dinamainya Mauritius Huis. Nassau Huisa adalah bangunan gudang untuk VOC di Jayakarta yang dibangun tahun 1611. Ia kemudian membangun tembok batu yang tinggi, yang menghubungkan Nassau Huis dan Mauritius Huis. Di dalamnya, ia tempatkan beberapa meriam. Setelah itu, ia membangun lagi tembok setinggi tujuh meter mengelilingi areal yang mereka sewa sehingga benar-benar menjadi suatu benteng yang kukuh. Dari benteng ini, pada Mei 1619, Belanda menyerang Jayakarta, membumihanguskan keraton serta hampir seluruh permukiman penduduk. Kota Jayakarta ini kemudian diganti namanya menjadi Batavia. Sementara itu, penguasaan Jayakarta oleh Belanda membuat orang Banten bersama saudagar Arab dan Tionghoa menarik diri ke Banten.

Setelah berpusat di Batavia, VOC memperluas kekuasaan dengan melakukan pendekatan serta campur tangan terhadap kerajaan-kerajaan di Nusantara, di antaranya Ternate, Mataram, Banten, Banjar, Sumatra, Makassar, dan Maluku. Dengan semakin berkembangnya Batavia menjadi salah satu pusat perdagangan di Nusantara, terjadi migrasi orang-orang Tionghoa ke Batavia. Mereka datang dari Banten, Jambi, Palembang, Malaka, dan bahkan Tiongkok. Kehadiran mereka kelak menjadi suatu bagian penting dari perekonomian di Batavia. Mereka aktif sebagai pedagang, buruh pabrik gula, pengusaha toko, serta tukang bangunan yang terampil.

Migrasi orang Tionghoa ke Jawa semakin ramai sejak terjalinnya hubungan perdagangan antara Hindia Belanda dan Tiongkok. Selanjutnya, setelah mendirikan markas besar VOC di Batavia, Coen ingin merealisasikan monopoli perdagangan pala dan cengkih di Maluku, termasuk Banda. Untuk itu, ada tiga langkah yang dilakukannya, yaitu sebagai berikut.

  1. Mengusir orang lnggris di Pulau Run yang diam-diam tetap melakukan perdagangan dengan penduduk Banda. Orang Banda sendiri tampak lebih nyaman berdagang dengan orang lnggris terutama karena tidak adanya paksaan, praktik kekerasan, dan monopoli seperti yang dilakukan Belanda.
  2. Mengusir dan melenyapkan penduduk asli Banda. Hal ini menurut Coen adalah satu-satunya cara yang paling cepat dan tepat mewujudkan monopoli perdagangan pala di Banda.
  3. Menerapkan kebijakan ekstirpasi, yaitu memusnahkan tanaman rempah-rempah, seperti cengkih dan pala, dalam rangka menekan kelebihan produksinya. Hal ini bertujuan menjaga kestabilan harga cengkih di pasar dunia. Kebijakan ini ditegakkan dengan melakukan apa yang disebut pelayaran hongi (hongi tochten).

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

I. Agung

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 13 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Perhatikan tokoh berikut! Salah satu langkah tokoh pada gambar tersebut untuk memajukan VOC di Indonesia adalah ...

Pembahasan Soal:

Gambar tokoh yang tercantum dalam soal adalah J. P. Coen. J. P. Coen dianggap sebagai peletak dasar kolonialisme di Indonesia. Pada masa pemerintahannya, ia melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam dan manusia di Indonesia. Pada masa pemerintahannya juga, ia  menyerang kota Jayakarta. Tujuannya menaklukan Jayakarta adalah untuk menguasai pelabuhan di kota tersebut. Setelah berhasil menguasai, ia kemudian memerintahkan pasukannnya untuk membumihanguskan Jayakarta. Di atas puing-puing kota Jayakarta itulah kemudian didirikan kota baru bernama Batavia.

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

Roboguru

J.P. Coen merupakan salah satu Gubenur Jenderal VOC. Salah satu keberhasilan J.P. Coen pada masa pemerintahannya adalah ...

Pembahasan Soal:

    J. P. Coen merupakan gubernur jendral VOC yang berkuasa selama dua periode jabatan. Pertama, ia berkuasa sejak 1619 – 1623, kemudian ia berkuasa kembali sejak 1627 – 1629. Selama periode kekuasaannya tersebut, tentunya banyak sekali kebijakan maupun pencapaian yang dilakukannya. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah merebut Jayakarta dari kekuasaan Kesultanan Banten pada 1619. Salah satu alasan perebutan wilayah ini karena Jayarkata merupakan salah satu kota pelabuhan yang besar. Selain itu, Coen juga melakukan perubahan nama kota pelabuhan ini dari Jayakarta menjadi Batavia. 
    Jadi, pilihan jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut adalah C.

Roboguru

Perhatikan gambar tokoh berikut!   Tokoh pada gambar memiliki tugas·berat saat menjalankan kekuasaan di wilayah kekuasaan VOC. Tugas tokoh tersebut adalah ....

Pembahasan Soal:

Jan Pieterszoon Coen adalah Gubenur Jendral VOC yang yang memerintah sejak 1619-1629. Di awal masa pemerintahannya, VOC menyerang pasukan Inggris di Banten namun mengalami kekalahan. Akan tetapi, Coen kembali menyerang Banten pada Mei 1619 dan berhasil merebut Jayakarta dari Banten. Jayakarta kemudian diubah namanya menjadi Batavia.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.space 

Roboguru

Jan Pieterszoon Coen merupakan Gubernur Jenderal VOC yang berhasil membawa kejayaan bagi VOC. Dalam masa kepemimpinannya tersebut, J.P. Coen berhasil ....

Pembahasan Soal:

Pada tahun 1615, VOC dipimpiin oleh Jan Pieterszoon Coen dan dibawah kepemimpinannnya VOC mengalami masa kejayaan. VOC berhasil merebut Jayakarta dari kekuasaan Banten. Selanjutnya, pasukan VOC membakar Kota Jayakarta untuk dibangun menjadi kota baru. Kota baru ini kemudian diberi nama Batavia. Pusat perdagangan yang semula berda di Ambon kemudian dipindahkan ke Batavia.

Roboguru

Pada tahun 1619 Jan Pieterszoon Coen diangkat sebagai gubernur jenderal VOC. Ia memiliki tugas sangat berat yaitu ...

Pembahasan Soal:

J.P. Coen merupakan gubernur jenderal yang dipilih menggantikan Laurents Reael. Gubernur Jenderal J.P. Coen memiliki tugas sangat berat yaitu merebut Jayakarta dari kekuasaan Banten. Demi mewujudkannya ia mengerahkan delapan belas kapal perang untuk menyerang Jayakarta

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved