Roboguru

Bunyi piagam jakarta ?

Pertanyaan

Bunyi piagam jakarta ?

  1. “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan".

  2. ....

Pembahasan Soal:

Piagam Jakarta adalah hasil kompromi tentang dasar negara Indonesia antara golongan nasionalis dengan golongan Islam. Di sidang pertamanya, Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) merumuskan bentuk pemerintahan melalui pemungutan suara. Rancangan preambule yang dikenal sebagai Piagam Jakarta itu disetujui pada 22 Juni 1945. Nama Piagam Jakarta diusulkan oleh Moh Yamin. Soekarno membacakannya pada 10 Juli 1945, dengan isi di pembukaan UUD 1945 dan Pancasila.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

I. Purnasih

Mahasiswa/Alumni Institut Pertanian Bogor

Terakhir diupdate 01 Mei 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Perubahan yang terjadi dalam naskah pembukaan UUD 1945 dan Piagam Jakarta dilakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan SEBAB Perubahan yang dilakukan mencerminkan sikap toleransi, saling mengharga...

Pembahasan Soal:

Pernyataan benar. Pada 18 Agustus 1945 PPKI menggelar sidang ke I yang menghasilkan keputusan sebagai berikut ;

  1. mengesahkan dan menetapkan UUD sebagai konstitusi negara
  2. memilih Ir.Soekarno sebagai Presiden dan Moh.Hatta sebagai Wakil Presiden
  3. Presiden dibantu oleh Komite Nasional

sebelum disahkannya UUD 1945 terdapat beberapa perubahan yaitu;

  1. kata “Muqaddimah” diubah menjadi “pembukaan”
  2. pembukaan alinea keempat anak kalimat “Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diubah menjadi “ Ketuhanan Yang Maha Esa”
  3. Pasal 6 Ayat (1) yang semula berbunyi “Presiden ialah orang asli Indonesia dan beragama Islam” diubah menjadi “Presiden  adalah orang Indonesia asli”

Alasan benar. Perubahan-perubahan terjadi setelah dikritik oleh tokoh-tokoh Kristen yang berasal dari Indonesia Timur yang mengajukan keberatan terhadap rumusan UUD 1945 yang sangat kental bercorak Islam. Berlandaskan semangat menjaga persatuan dan kesatuan maka para tokoh Islam mengubah kata atau kalimat yang lebih plural sehingga semua golongan bangsa, agama dan ras masuk di dalamnya.

0

Roboguru

Penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta diusulkan oleh salah satu perwakilan Indonesia Timur yaitu....

Pembahasan Soal:

Penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta adalah penghapusan kalimat “Ke-Tuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Kalimat ini sebelumnya mendapat pertentangan dari perwakilan Indonesia Timur, salah satunya Mr. J. Latuharhary. Menurutnya kalimat ini hanya mengikat rakyat beragama Islam, sehingga kalimat ini tidak mengikat rakyat Indonesia yang beragama lain. Kalimat ini kemudian diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”  berdasarkan diskusi antara Moh. Hatta dengan beberapa tokoh Islam yaitu Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo, K.H. Wachid Hasjim dan Teuku M. Hasan.

0

Roboguru

Pada tanggal 22 Juni 1945, BPUPKI membentuk Panitia Kecil yang terdiri dari 9 orang anggota yang menghasilkan....

Pembahasan Soal:

Pada tanggal 22 Juni 1945, BPUPKI membentuk Panitia Kecil yang beranggotakan 9 orang sehingga kemudian dikenal sebagai Panitia Sembilan. Panitia Sembilan mengadakan musyawarah yang kemudian menghasilkan Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Rumusan Piagam Jakarta terdiri dari :

  1. Ke-Tuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. (menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. (serta mewujudkan suatu) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

0

Roboguru

Kalimat “Ke-Tuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya mendapatkan tentangan kemudian diubah menjadi….

Pembahasan Soal:

Kalimat “Ke-Tuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya” mendapat tentangan dari perwakilan Indonesia Timur, salah satunya Mr. J. Latuharhary. Kalimat ini dianggap hanya mengikat rakyat beragama Islam, dan tidak mengikat rakyat Indonesia yang beragama lain. Kalimat ini lantas diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”  berdasarkan diskusi antara Moh. Hatta dengan beberapa tokoh Islam yaitu Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo, K.H. Wachid Hasjim dan Teuku M. Hasan.

0

Roboguru

Penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta pada awalnya mendapat tentangan keras dari Ki Bagus Hadikusumo. Penentangan keras tersebut kemudian dapat dilunakkan dengan argumentasi dari T.M. Hassan yan...

Pembahasan Soal:

Setelah Indonesia merdeka, terjadi beberapa perubahan yang dilakukan oleh para pendiri bangsa. Salah satunya adalah penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta yaitu “Ke-Tuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Penghapusan kalimat ini diusulkan oleh seorang perwira Kaigun kepada Moh. Hatta. Kalimat ini akan menyebabkan penganut agama lain merasa didiskriminasi. Moh. Hatta kemudian melakukan pembicaraan mengenai hal ini bersama dengan tokoh-tokoh Islam. Usulan ini kemudian mendapat tentangan keras dari Ki Bagus Hadikusumo. Namun, penentangan keras tersebut dapat dilunakkan dengan argumentasi dari T.M. Hassan yang mengatakan bahwa persatuan bangsa lebih penting daripada kepentingan golongan. Akhirnya dengan persetujuan para tokoh-tokoh tersebut kata tersebut diganti menjadi, “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved