Iklan

Pertanyaan

Bukti akulturasi kebudayaan pra-Islam dengan Islam dalam tradisi tahlilan antara lain....

Bukti akulturasi kebudayaan pra-Islam dengan Islam dalam tradisi tahlilan antara lain....

  1. penambahan hari mengurus jenazah

  2. melayat ke rumah orang yang meninggal

  3. pelaksanaan doa dan pembacaan surat Yaasiiin

  4. tradisi memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan

  5. peringatan 7, 40, dan 100 hari kematian untuk orang meninggal

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

21

:

19

:

30

Klaim

Iklan

S. Salsabilla

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Tahlilan adalah acara doa bersama yang diadakan di rumah keluarga orang yang meninggal, diikuti keluarga yang berduka, para tetangga, dan sanak-saudara. Tahlilan pada dasarnya pengucapan “La ilaha illallah”, yang berarti “Tiada Tuhan selain Allah”. Tahlilan dimulai pada hari ketika orang bersangkutan meninggal. Pelaksanaan tahlilan bertujuan agar orang yang meninggal diampuni segala dosanya dan diterima amal ibadahnya. Setelah pembacaan doa selesai, biasanya tuan rumah yang berduka memberikan makanan dan air minum kepada peserta tahlilan, sebagai tanda terima kasihkarena para peserta tahlilan telah ikut mendoakan orang yang meninggal. Acara tahlilan ini lazimnya diselenggarakan selama 7 hari berturut-turut. Setelah itu, diadakan pula tahlilan untuk memperingati 40 bahkan hingga 100 hari kematian. Peringatan 7, 40, dan 100 hari merupakan tradisi Indonesia pra-Islam, yakni budaya lokal yang telah bersatu dengan tradisi Hindu-Buddha. Tahlilan tidak sepenuhnya ajaran murni Islam. Nabi Muhammad tidak pernah mengadakan acara tahlilan jika ada yang meninggal, melainkan hanya ritual mengurus jenazah, seperti memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah.

Tahlilan adalah acara doa bersama yang diadakan di rumah keluarga orang yang meninggal, diikuti keluarga yang berduka, para tetangga, dan sanak-saudara. Tahlilan pada dasarnya pengucapan “La ilaha illallah”, yang berarti “Tiada Tuhan selain Allah”. Tahlilan dimulai pada hari ketika orang bersangkutan meninggal. Pelaksanaan tahlilan bertujuan agar orang yang meninggal diampuni segala dosanya dan diterima amal ibadahnya. Setelah pembacaan doa selesai, biasanya tuan rumah yang berduka memberikan makanan dan air minum kepada peserta tahlilan, sebagai tanda terima kasih karena para peserta tahlilan telah ikut mendoakan orang yang meninggal. Acara tahlilan ini lazimnya diselenggarakan selama 7 hari berturut-turut. Setelah itu, diadakan pula tahlilan untuk memperingati 40 bahkan hingga 100 hari kematian. Peringatan 7, 40, dan 100 hari merupakan tradisi Indonesia pra-Islam, yakni budaya lokal yang telah bersatu dengan tradisi Hindu-Buddha. Tahlilan tidak sepenuhnya ajaran murni Islam. Nabi Muhammad tidak pernah mengadakan acara tahlilan jika ada yang meninggal, melainkan hanya ritual mengurus jenazah, seperti memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

IRFAN

Makasih ❤️ Bantu banget

Iklan

Pertanyaan serupa

Tujuan tradisi halal bi halal adalah....

1

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia