Jawaban yang tepat adalah opsi D.
Saat menentukan bilangan oksidasi (biloks) suatu unsur, kita perlu mengetahui beberapa aturan umum bilangan oksidasi, diantara aturan umum bilangan oksidasi adalah:
- Biloks unsur logam golongan IA dan IIA dalam molekul masing-masing adalah +1 dan +2
- Biloks total molekul senyawa sama dengan nol (0)
- Biloks total ion molekul sama dengan jumlan ionnya
- Biloks suatu ion monoatomik sama dengan jumlah ionnya
- Biloks O dalam molekul senyawa sama dengan -2, kecuali pada senyawa biner flourida, senyawa peroksida dan superoksida
- Biloks H jika berikatan dengan nonlogam sama dengan +1
Pada soal, diminta biloks dari Mn, C, O dan H. Unsur-unsur tersebut terdapat di reaktan dan di produk. Biloks Mn, C, O dan H yang diminta merupakan biloks Mn, C, O dan H yang ada pada reaktan dari reaksi. Pada penentuan biloks suatu unsur dalam senyawa, koefisien dapat diabaikan.
Menghitung biloks Mn dalam ion molekul MnO4−:
biloks total MnO4−=biloks Mn+4(biloks O)biloks Mn=biloks total MnO4−−4(biloks O)biloks Mn=−1−(4(−2))biloks Mn=+7
Menghitung biloks C dalam ion molekul C2O42−:
biloks total C2O42−=2(biloks C)+4(biloks O)biloks C=2biloks total C2O42−−4(biloks O)biloks C=2−2−(4(−2))biloks C=+3
Biloks O pada reaksi tersebut seluruhnya adalah -2, karena pada reaksi tersebut tidak ada senyawa peroksida, superoksida dan senyawa biner fluorida.
Biloks H pada reaksi tersebut seluruhnya adalah +1. Pada reaktan terdapat ion H+. Karena biloks suatu ion monoatomik sama dengan jumlah ionnya, maka biloks H pada H+ adalah +1.
Jadi, bilangan oksidasi dari Mn, C, O, dan H pada reaksi tersebut berturut-turut adalah +7, +3,-2, +1.