Roboguru

Beberapa pulau di Indonesia yang termasuk wilayah I ketika pendudukan Jepang antara lain ...

Pertanyaan

Beberapa pulau di Indonesia yang termasuk wilayah I ketika pendudukan Jepang antara lain ...undefined 

  1. Jawa dan Maduraundefined 

  2. Sumatera dan Jawaundefined 

  3. Kalimantan dan Sulawesiundefined 

  4. Sumatera dan Kalimantanundefined 

Pembahasan Soal:

Pada masa pendudukan militer Jepang, tentara Jepang melakukan pembentukan pemerintahan militer di bekas wilayah Hindia Belanda (Indonesia). Pemerintah Jepang di Indonesia kemudian membentuk pemerintahan militer dengan tiga wilayah pemerintahan militer, yaitu sebagai berikut.

  1. Wilayah I, Pemerintahan militer Angkatan Darat, yaitu tentara ke-16 (Asamu Shudan) untuk wilayah Jawa dan Madura, berpusat di Jakarta. Kekuatan pemerintah militer ini ditambah Angkatan Laut (Dai ni Nankenkantai). 
  2. Pemerintahan militer Angkatan Darat, yaitu tentara ke-25 (Tomi Shudan) untuk Sumatera, berpusat di Bukittinggi.
  3. Pemerintahan militer Angkatan Laut, yaitu Armada Selatan kedua untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku berpusat di Makassar.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 13 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Jepang melakukan politik imperialisme setelah

Pembahasan Soal:

Restorasi Meiji menyebabkan modernisasi Jepang menjadi negara industri yang maju, namun memerlukan sumber daya alam sehingga menimbulkan Imperialisme dengan perluasan kekuasaan untuk mendapatkan sumber daya alam ini.

Dengan demikian, Jepang melakukan politik imperialisme setelah Restorasi Meiji.

Roboguru

Aspek mentalitas yang ditimbulkan dari adanya romusha adalah ....

Pembahasan Soal:

Romusha adalah kebijakan kerja paksa yang diterapkan pada masyarakat Indonesia masa penjajahan Jepang. Melalui romusha masyarakat pedesaan dipaksa untuk menjalankan proyek besar, seperti membuat jalan, pabrik senjata, benteng, dan sebagainya. Pekerja tersebut tidak mendapatkan upah bahkan diperlakukan kejam oleh Jepang. Oleh karena itu, masyarakat mengalami ketakutan atas tindakan Jepang.

Dengan demikian, aspek mentalitas adanya romusha adalah masyarakat pedesaan dihantui oleh ketakutan kolektif.

Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan B.

Roboguru

Ambisi Jepang dalam membentuk Kekaisaran Asia Timur Raya diwujudkan jepang dengan cara .…

Pembahasan Soal:

Selain berambisi menguasai Indonesia, Jepang juga memiliki keinginan untuk menguasai Asia. Hal ini nampak jelas dengan adanya cita-cita Jepang membentuk sebuah Kekaisaran Asia Timur Raya, dengan menjadikan Tokyo sebagai pusat pemerintahannya. Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.

Roboguru

Peran Perdana Menteri Hideki Tojo pada Masa Pendudukan Jepang di Indonesia adalah ...

Pembahasan Soal:

Hideki Tojo merupakan seorang politikus yang lahir pada 30 Desember 1884 dan wafat 23 Desember 1948. Ia pernah ditunjuk sebagai seorang Perdana Menteri Jepang dengan masa jabatan tahun 1940-1944.

Kedatangan Perdana Menteri Tojo ke Indonesia, tepatnya pada tanggal 7 Juli 1943, sebetulnya didasari karena keadaan Jepang dalam perang sudah mulai banyak mengalami kekalahan. Dengan motif yang demikian, ketika ia datang ke Indonesia dan berpidato di Lapangan Ikada (sekarang menjadi kawasan Monas), pidatonya tersebut bertujuan untuk menarik simpati. Secara tidak langsung, Tojo mengharapkan dukungan dari tenaga rakyat Indonesia dalam mendukung perang Jepang. 

Efek yang terjadi setelah Tojo memberikan pidato tersebut, bagi bangsa Indonesia adalah dibentuknya beberapa lembaga pemerintahan dan organisasi militer. Di samping untuk menarik simpati, juga diupayakan agar tenaga militer yang hendak diperbantukan untuk perang Jepang bisa meningkat. Untuk itu, didirikanlah beberapa organisasi seperti Chuo Sangi In (Dewan Pertimbangan Pusat) pada 5 Setptember 1943 dan tentara sukarela PETA (Pembela Tanah Air) pada 3 Oktober 1943. Selain itu, upaya peningkatan tenaga organisasi militer dan semi militer terus diperkuat, sehingga tenaga bantuan untuk perang Jepang bisa terpenuhi secara maksimal.

Dengan memahami begitu, maka secara tidak langsung, peran Hideki Tojo bagi bangsa Indonesia adalah terbentuknya organisasi seperti Chuo Sangi In dan PETA. 

Roboguru

Otto Djaya merupakan seorang seniman seni rupa Indonesia modern kelahiran Pandeglang/6 Oktober 1916. Otto adalah pelukis beraliran ekpresionis. Karya- karya lukisannya digemari dan diakui hingga manca...

Pembahasan Soal:

Otto Djajasuntara (Rangkasbitung, Jawa Barat 1916 dan meninggal di Jakarta 2002). Atau lebih dikenal dengan Otto Djaja, adik dari Agus Djaja yang juga seorang pelukis, ia banyak dipengaruhi oleh karya-karya kakaknya yang telah banyak memberinya pendidikan seni. Selama pendudukan Jepang ia bekerja di Pusat Kebudayaan. Otto Djaja pun sempat menjalani latihan militer selama pendudukan Jepang, dan di masa revolusi ia seorang Mayor dalam angkatan perang Indonesia. Ia juga pernah terlibat dalam pertarungan fisik pada zaman Jepang dan terlatih sebagai anggota tentara PETA dengan pangkat Chudaneho, kemudian kariernya berubah dari seorang militer beralih menekuni dunia seni rupa sampai akhir usianya. Otto Djaja memulai kariernya di dunia lukis dengan bergabung dalam kelompok PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar Indonesia) yang didirikan pada tahun 1937/1938, oleh kakaknya Agus Djaja dan sekaligus menjabat sebagai ketua. Meskipun kelompok ini lebih dikenal melalui ketokohan S. Sudjojono dengan jabatan sekretaris, yang menyumbangkan gagasan dan pikirannya lewat tulisan-tulisannya yang tajam dan keras, tetapi Otto Djaja juga memiliki peran penting dalam memberi kontribusi pada kumpulan ini, hingga ia dikirim untuk menempuh pendidikan di Amsterdam. Otto Djaja sendiri mulai aktif berkarya sejak 1940-an hingga 1990-an. Kehadirannya tidak begitu banyak mendapat sorotan, dibandingkan Agus Djaja dan S. Sudjojono. Karya–karya Otto Djaja cenderung ekspresif, dan di ungkapkan dengan bahasa visual yang jenaka dalam menyampaikan ide dan kritiknya, berbeda dengan pelukis lain di eranya. Karyanya banyak bertemakan hal-hal yang dilihat dan didengarnya sehari-hari, dunia pewayangan, hingga gambar-gambar model tanpa busana, ia memiliki satu seri lukisan model tanpa busana yang cukup mencolok, salah satunya dikoleksi oleh mantan Presiden Soekarno.

 

Berdasarkan penjelasan di atas maka jawaban yang tepat adalah A.

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved