Roboguru

Bangsa Indonesia memiliki peran aktif dengan mempelajari agama Hindu langsung ke India. Setelah kembali, mereka turut menyebarluaskan agama Hindu yang sudah dipelajarinya. Pernyataan tersebut sesuai dengan isi teori ...

Pertanyaan

Bangsa Indonesia memiliki peran aktif dengan mempelajari agama Hindu langsung ke India. Setelah kembali, mereka turut menyebarluaskan agama Hindu yang sudah dipelajarinya. Pernyataan tersebut sesuai dengan isi teori ...

  1. brahmana

  2. arus balik

  3. kesatria

  4. waisya

  5. sudra

Pembahasan Soal:

Teori arus balik yang dikemukakan oleh F.D.K. Bosch menyatakan bahwa banyak orang Nusantara yang sengaja datang ke India untuk berziarah dan belajar agama Hindu-Budha. Setelah kembali ke Nusantara, mereka menyebarkan ajaran Hindu-Buddha ke masyarakat. Bangsa Indonesia dalam teori ini memiliki peranan yang penting dan aktif. Hal ini dikarenakan masyarakat pribumi yang menjadi perantara masuknya agama Hindu-Budha ke Indonesia dan menyebarluaskan agama Hindu yang sudah dipelajarinya.

Dengan demikian, maka jawaban yang benar adalah B.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 14 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

F.D.K. Bosch mengemukakan masyarakat Indonesia memiliki peran dalam penyebaran dan pengembangan agama Hindu-Buddha. Jelaskan bukti yang mendukung penyataan tersebut ...

Pembahasan Soal:

Masuk dan berkembangnya agama Hindu Buddha di Nusantara pada awalnya diidentifikasi oleh para ahli disebarkan oleh para golongan dari India. Pada perkembangannya, orang Nusantara (Indonesia) juga turut andil dalam proses masuk dan berkembangnya Hindu Buddha. Adapun pengidentifikasian itu dipahami sebagai berikut:

  • aktif, dalam arti orang Nusantara yang turut aktif dalam proses masuknya Hindu Buddha, teorinya dikenal Teori Arus Balik,
  • pasif, dalam arti orang Nusantara pasif dan cenderung menunggu adanya kabar dan informasi terkait masuk dan berkembangnya Hindu Buddha dari India, di dalam identifikasi ini teori yang dikemukakan oleh para ahli adalah Teori Brahmana, Waisya dan Ksatria. 

Teori Arus Balik dikemukakan oleh F.D.K Bosch mengatakan bahwa orang-orang Nusantara turut aktif dalam masuk dan berkembangnya Hindu Buddha. Dalam teori ini disebutkan bahwa orang-orang Nusantara turut menimba ilmu agama di India dan kemudian ketika pulang mengajarkan apa yang ditekuninya di sana sehingga Hindu Buddha bisa tersebar di Nusantara. Adapun bukti pendukung sekaligus kelebihan teori ini adalah ditemukannya Prasasti Nalanda di India yang isinya menyatakan bahwa Raja Sriwijaya (Balaputradewa) telah meminta kepada raja di India untuk membangun wihara. Pembangunan wihara itu digunakan sebagai tempat untuk menimba ilmu dari para pelajar dan pendatang dari Nusantara. Meski didukung dengan bukti tertulis, kenyataan bahwa teori ini memiliki kelemahan, yaitu kemungkinan orang-orang Nusantara untuk pergi ke India untuk mempelajari agama dan kebudayaan Hindu Buddha sangat sulit, sebab keadaan masyarakat yang pasif ketika itu ditambah dengan utusan brahmana oleh raja-raja di Nusantara juga masih menjadi misteri. Hal ini disebabkan kaum brahmana memiliki peraturan-peraturan yang tidak boleh dilanggar, misalnya tidak boleh menyebrangi lautan.

Jadi, bukti dari teori masuknya Hindu Buddha yang disampaikan oleh F.D.K Bosch adalah adanya Prasasti Nalanda.

0

Roboguru

Teori Arus Balik yang dikemukakan F.D.K. Bosch merupakan teori yang paling berbeda di antara keempat teori mengenai masuknya pengaruh Hindu dan Buddha ke Indonesia. Perbedaan tersebut disebabkan oleh....

Pembahasan Soal:

Hubungan perdagangan antara Indonesia dengan India berpengaruh terhadap masuknya budaya Hindu ke Indonesia. Untuk agama Buddha disebarluaskan ke Indonesia oleh para biksu. Sementara mengenai penyebaran agama Hindu ke Indonesia, para sejarawan memberikan empat teori, yaitu sebagai berikut.

  • Teori Brahmana. Teori ini dikemukakan oleh J. C. van Leur. Menurut teori ini bahwa agama Hindu disebarkan oleh para kaum Brahmana atau kaum agamawanyang datang ke Indonesia atas undangan pemimpin suku dalam rangka melegitimasi kekuasaan mereka sehinga setara dengan raja-raja India.
  • Teori Ksatria. Teori ini dikemukakan oleh F. D. K Bosch. Menurut teori ini dijelaskan bahwa agama Hindu disebarkan oleh para raja-raja dari India yang berasal dari kaum Ksatria ke Indonesia.
  • Teori Waisya. Teori ini dikemukakan oleh N. J. Krom. Menurut teori ini para pedagang dari India yang berasal dari kasta waisya selain berdagang mereka juga menyebarkan agama Hindu.
  • Teori Arus Balik. Teori ini dikemukakan oleh G. Coedes. Menurut teori ini berkembangnya pengaruh dan kebudayaan Hindu ini dilakukan oleh bangsa Indonesia sendiri. Bangsa Indonesia memiliki kepentingan untuk datang dan berkunjung ke India, seperti mempelajari agama Hindu dan Buddha. Sekembalinya dari India, mereka membawa pengetahuan tentang agama dan kebudayaan ke Indonesia.

Dengan demikian, Teori Arus Balik dikatakan sebagai teori yang paling berbeda di antara keempat teori mengenai masuknya pengaruh Hindu dan Buddha ke Indonesia karena subjek penyebar agama Hindu dan Buddha tersebut dilakukan oleh orang Indonesia sendiri.

0

Roboguru

Sebutkan teori-teori yang menjelaskan masuknya Hindu Buddha ke Nusantara!

Pembahasan Soal:

Proses dan waktu kapan masuknya agama Hindu dan Buddha ke Indonesia sampai sekarang masih menjadi perdebatan di antara para sejarawan. Setidaknya terdapat empat pendapat, yang masing-masing pendapat sesungguhnya saling menguatkan. Adapun pendapat-pendapat tentang masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia adalah sebagai berikut.

  1. Teori Brahmana, mengatakan bahwa yang membawa kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia adalah orang-orang Hindu berkasta brahmana/pendeta.
  2. Teori Waisya, mengatakan bahwa yang telah berhasil mendatangkan kebudayaan Hindu-Buddhake Indonesia adalah kasta waisya, terutama para pedagang
  3. Teori Ksatria, mengatakan bahwa proses kedatangan kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia dilangsungkan oleh para ksatria, yakni golongan bangsawan dan prajurit perang.
  4. Teori Arus Balik, mengatakan bahwa yang telah berperan dalam kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia adalah orang Indonesia sendiri.

Dengan demikian teori-teori masuknya kebudayaan Hindu-Buddha ke Nusantara/Indonesia yaitu Teori Brahmana, Waisya, Ksatria, dan Arus Balik.

2

Roboguru

Jelaskan teori-teori masuknya agama dan kebudayaan Hindu di Indonesia ...

Pembahasan Soal:

Dalam proses masuknya agama Hindhu di Indonesia, ada lima teori dalam menjelaskan hal tersebut, yaitu sebagai berikut.

  1. Teori Brahmana. Menurut teori yang dikemukakan J.C. van Leur ini, para Brahmana datang dari India ke Indonesia atas undangan pemimpin suku dalam rangka melegitimasi kekuasaan mereka sehingga setaraf dengan raja-raja di India. Teori ini didasarkan pada pengamatan terhadap sisa-sisa peninggalan kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia. Terutama prasasti-prasasti berbahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Di India, bahasa dan huruf itu hanya digunakan dalam kitab suci weda dan upacara keagamaan, dan hanya golongan Brahmana yang mengerti dan menguasainya. Teori ini diragukan kebenarannya, alasannya adalah kendati benar, para Brahmana tidak diperbolehkan untuk mengarungi lautan atau akan kehilangan status kastanya.
  2. Teori Ksatria. Menurut teori yang dikemukakan F.D.K Bosch ini, pada masa lampau di India sering terjadi perang antargolongan. Para prajurit yang kalah atau jenuh menghadapi perang lantas meninggalkan India. Rupanya, di antara mereka ada pula yang sampai ke wilayah Indonesia. Mereka inilah yang kemudian berusaha mendirikan koloni-koloni baru sebagai tempat tinggalnya. Di tempat itu pula terjadi proses apenyebaran agama dan budaya Hindu. Kelemahan teori ini adalah tidak adanya bukti tertulis bahwa pernah terjadi kolonisasi oleh para Ksatria India
  3. Teori Waisya. Teori ini, dikemukakan oleh N.J. Krom, didasarkan pada alasan bahwa motivasi terbesar datangnya bangsa India ke Indonesia adalah untuk berdagang. Golongan terbesar yang datang ke Indonesia adalah para pendagang India (kasta waisya). Mereka bermukim di Indonesia, bahkan menikah dengan orang Indonesia, dan kemudian aktif melakukan hubungan sosial tidak saja dengan masyarakat Indonesia secara umum tetapi juga dengan pemimpin kelompok masyarakat. Lewat interaksi itu mereka menyebarkan dan memperkenalkan agama dan kebudayaan mereka. teori waisya diragukan kebenarannya. Jika para pedagang yang berperan terhadap penyebaran kebudayaan, maka pusat-pusat kebudayaan mestinya hanya terdapat di wilayah perdagangan, seperti di pelabuhan atau pusat kota yang ada di dekatnya. Kenyataannya, pengaruh kebudayaan Hindu ini banyak ditemukan di wilayah pedalaman, seperti dibuktikan dengan adanya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu di pedalaman Jawa.
  4. Teori Sudra. Teori sudra dikemukakan oleh van Faber. Menurut teori ini, agama Hindu disebarluaskan oleh golongan sudra. Golongan sudra adalah golongan terbuang yang berlayar ke daerah lainnya untuk mengubah nasib mereka yang kurang beruntung di India.
  5. Teori arus balik. Menurut teori yang dikemukan oleh G. Coedes ini, berkembangnya pengaruh dan kebudayaan India ini dilakukan oleh bangsa Indonesia sendiri. Bangsa Indonesia mempunyai kepentingan untuk datang dan berkunjung ke India, mereka membawa serta pengetahuan tentang agama dan dan kebudayaan di India. Banyak orang lebih meyakini teori arus balik bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia karena dibawa oleh orang Indonesia, yang mempelajarinya ketika mereka berada di India untuk berbagai keperluan. Meski demikian, sampai saat ini teori arus balik masih memerlukan banyak bukti lagi untuk memperkuat kebenarannya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teori masuknya agama Hindu di Indonesia meliputi teori Brahmana, Ksatria, Waisya, Sudra, dan Arus Balik.

1

Roboguru

F.D.K. Bosch menyatakan kaum terdidik dari Indonesia memiliki peran besar dalam penyebaran agama Hindu-Buddha di Indonesia. Keterangan yang dikemukakan F.D.K. Bosch tersebut melandasi salah satu teori...

Pembahasan Soal:

Sebelum masuknya pengaruh kebudayaan India ke Nusantara, masyarakat masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Kepercayaan itu dipegang teguh oleh masyarakat Indonesia ketika kebudayaan India masuk. Periode Hindu-Buddha dimulai sekitar abad ke-3, di mana pada masa itu masyarakat Nusantara belum mengenal agama dan masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Teori masuknya Hindu-Buddha Banyak teori dan opini yang diberikan para ahli sejarah tentang masuknya agama Hindu-Buddha ke Nusantara. Berikut beberapa teori masuknya Hindu-Buddha ke Nusantara:

  1. Teori Brahmana. Teori Brahmana diungkap oleh J.C Van Leur. Dia menyatakan bahwa agama dan kebudayaan Hindu-Buddha yang datang ke Nusantara dibawa oleh golongan Brahmana. Golongan Brahmana adalah golongan agama. Mereka sengaja diundang oleh penguasa waktu itu. Ini didasarkan pada pengamatan terhadap sisa-sisa peninggalan kerajaan bercorak Hindu-Buddha. Terutama pada prasasti-prasasti yang menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Di India bahasa Sansakerta hanya digunakan dalam kitab suci dan upacara keagamaan dan hanya golongan Brahmana yang mengerti dan menguasai penggunaan bahasa tersebut.
  2. Teori Kesatria. Dalam teori kesatria menyatakan jika masuk agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ke Nusantara dibawa oleh kasta ksatria. Karena sekitar abad ke-4 hingga abad ke-6 di India sering terjadi peperangan. Sehingga kasta ksatria yang terdiri dari kaum bangsawan ada yang mengalami kekalahan, kemudian melarikan diri mencari daerah baru hingga ke Nusantara. Teori Kesatrian ini dikemukan oleh sejarawan C.C Berg.
  3. Teori Waisya. Teori Waisya dikemukakan oleh Prof. Dr. N. J. Krom. Dia mengatakan jika proses masuknya kebudayaan Hindu-Buddha melalui hubungan dagang antara India dan Nusantara. Kaum Waisya yang berdagang ke Nusantara mengikuti angin musim. Jika angin musim tidak memungkinkan akan kembali. Saat tiba di Nusantara biasanya mereka menetap sementara waktu, sekitar enam bulan. Selama menetap, mereka memanfaatkan untuk menyebarkan kebudayaan Hindu-Buddha.
  4. Teori Sudra. Teori ini dikemukakan oleh van Faber. Teori Sudra beranggapan bahwa agama dan kebudayaan Hindu dibawa oleh golongan Sudra atau budak yang datang ke Indonesia untuk memperbaiki taraf hidupnya. Mereka menetap dan terjadilah asimilasi dan akulturasi dengan penduduk sekitar. Lambat laun masyarakat yang pada awalnya memeluk Animisme dan Dinamisme berganti memeluk agama Hindu atau Buddha.
  5. Teori Arus Balik. Dalam teori arus balik ini menyatakan banyak orang Nusantara yang sengaja datang ke India untuk berziarah dan belajar agama Hindu-Buddha. Setelah kembali ke Nusantara mereka menyebarkan ajaran Hindu-Buddha ke masyarakat. Teori ini dikemukakan oleh F.D.K. Bosch. Teori arus balik di dukung dengan pendapat Van Leur. Menurutnya orang-orang Nusantara memiliki peran dalam proses masuknya kebudayaan India. Mereka penasaran dengan kebudayaan tersebut. Di sana, mereka menetap selama beberapa waktu dan kemudian kembali pulang ke Nusantara.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved