Iklan

Pertanyaan

Bagi manusia purba mata panah digunakan untuk ...

Bagi manusia purba mata panah digunakan untuk ...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

07

:

46

:

00

Klaim

Iklan

E. Mardiana

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Pada masa bercocok tanam, manusia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada alam. Manusia sudah mampu mengolah alam untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kebutuhan makanan dipenuhi dengan cara membabat hutan dan semak belukar untuk ditanami berbagai jenis tanaman sehingga terciptalah ladangladang yang memberikan hasil pertanian. Selain bercocok tanam, mereka juga mengembangbiakkan binatang ternak seperti ayam, kerbau dan hewan ternak lainnya. Meskipun sudah bercocok tanam dan memelihara hewan ternak, kegiatan berburu dan mengumpulkan hasil hutan masih tetap dilakukan. Hal ini dapat dilihat dari salah satu hasil kebudayaan pada masa bercocok tanam yang cukup penting untuk digunakan dalam berburu dan menangkap ikan yaitu mata panah.Mata panah banyak ditemukan di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Tempat-tempat penemuan mata panah di Jawa Timur antara lain adalah di Sampung (Gua Lawa), Tuban (Gua Gede dan Gua Kandang), Besuki (Gua Petpuruh), dan Bojonegoro (Gua Keramat). Di Sulawesi Selatan, alat ini antara lain ditemukan di beberapa gua di Pegunungan Kapur Bone (Gua Cakondo, Tomatoa Kacicang, Ara, Bola Batu, Pattae) dan di beberapa gua di Pegunungan Kapur Maros dan sekitarnya.Ada perbedaan bentuk antara mata panah di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Mata panah di Sulawesi Selatan biasanya berukuran kecil dan tipis. Penyiapan bentuk tidak dikerjakan pada seluruh permukaan, hanya pada bagian tajamnya. Di Jawa Timur, mata panah dibuat jauh lebih teliti, pada umumnya berbentuk segitiga dengan rata-rata ketebalan 1 cm. Bagian ujung dan tajamannya ditatah dari dua arah sehingga menghasilkan tajaman yang bergerigi atau berliku-liku dan tajam. Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah berburu dan menangkap ikan.

Pada masa bercocok tanam, manusia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada alam. Manusia sudah mampu mengolah alam untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kebutuhan makanan dipenuhi dengan cara membabat hutan dan semak belukar untuk ditanami berbagai jenis tanaman sehingga terciptalah ladangladang yang memberikan hasil pertanian. Selain bercocok tanam, mereka juga mengembangbiakkan binatang ternak seperti ayam, kerbau dan hewan ternak lainnya. Meskipun sudah bercocok tanam dan memelihara hewan ternak, kegiatan berburu dan mengumpulkan hasil hutan masih tetap dilakukan. Hal ini dapat dilihat dari salah satu hasil kebudayaan pada masa bercocok tanam yang cukup penting untuk digunakan dalam berburu dan menangkap ikan yaitu mata panah.  Mata panah banyak ditemukan di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Tempat-tempat penemuan mata panah di Jawa Timur antara lain adalah di Sampung (Gua Lawa), Tuban (Gua Gede dan Gua Kandang), Besuki (Gua Petpuruh), dan Bojonegoro (Gua Keramat). Di Sulawesi Selatan, alat ini antara lain ditemukan di beberapa gua di Pegunungan Kapur Bone (Gua Cakondo, Tomatoa Kacicang, Ara, Bola Batu, Pattae) dan di beberapa gua di Pegunungan Kapur Maros dan sekitarnya. Ada perbedaan bentuk antara mata panah di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Mata panah di Sulawesi Selatan biasanya berukuran kecil dan tipis. Penyiapan bentuk tidak dikerjakan pada seluruh permukaan, hanya pada bagian tajamnya. Di Jawa Timur, mata panah dibuat jauh lebih teliti, pada umumnya berbentuk segitiga dengan rata-rata ketebalan 1 cm. Bagian ujung dan tajamannya ditatah dari dua arah sehingga menghasilkan tajaman yang bergerigi atau berliku-liku dan tajam. 

Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah berburu dan menangkap ikan. 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Cut Nadilla

Pembahasan tidak menjawab soal

Iklan

Pertanyaan serupa

Pembagian kerja di kalangan manusia purba pada masa food gathering /berburu dan meramu didasarkan pada .....

1

4.6

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia