Iklan

Pertanyaan

Bagaimanakah peran kaum terpelajar dalam kebangkitan kesadaran untuk kemerdekaan Indonesia?

Bagaimanakah peran kaum terpelajar dalam kebangkitan kesadaran untuk kemerdekaan Indonesia?

  1. ....

  2. ....

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

17

:

29

:

11

Klaim

Iklan

I. Uga

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Pembahasan
lock

Pada awal abad ke-20 atau pada tahun 1901, politik kolonial memasuki babak baru, yaitu era Politik Etis. Dimana hal ini dilatarbelakangi oleh kehidupan rakyat Hindia Belanda yang mengalami penurunan kesejahteraan serta adanya kritik dari politikus dan intelektual di Hindia Belanda yakni C. Th. Van Deventer. Ada tiga program Politik Etis, yaitu irigasi, edukasi, dan trasmigrasi.Namun, pelaksanaan kebijakan politik Etis tetap lebih berpihak kepada penjajah. Dalam pelaksanaannya, banyak penyelewengan dalam Politik Etis, seperti: Irigasi hanya untuk kepentingan perkebunan Belanda. Pendidikan hanya sampai tingkat rendah, yang bertujuan memenuhi pegawai rendahan. Pendidikan tinggi hanya untuk orang Belanda dan sebagian anak pejabat. Transmigrasi hanya untuk mengirim orang-orang Jawa ke luar Jawa guna dijadikan buruh perkebunan dengan upah murah. Namun, dengahadanya Politik Etis ternyata membawa pengaruh besar pada perubahan arah kebijakan politik negeri Belanda atas negeri jajahan. Adanya pendidikan gaya Barat itu membuka peluang untuk mobilitas sosial masyarakat di tanah Hindia/Indonesia. Pengaruh pendidikan Barat itu pula yang lalu memunculkan sekelompok kecil intelektual bumiputra yang memunculkan kesadaran, bahwa rakyat bumiputra wajib mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain untuk mencapai kemajuan. Golongan intelektual bumiputra itu disebut “priyayi baru” yang sebagian besar adalah guru dan jurnalis di kota-kota. Pendidikan dan pers itu pula menjadi untuk menyalurkan ide-ide dan pemikiran yang ingin membawa kemajuan, dan pembebasan bangsa dari segala bentuk penindasan dari kolonialisme Belanda. Dengan demikian,peran kaum terpelajar dalam kebangkitan kesadaran untuk kemerdekaan Indonesia adalah membawa dan menyebarkanide-ide dan pemikiran yang ingin membawa kemajuan, dan pembebasan bangsa dari segala bentuk penindasan dari kolonialisme.

Pada awal abad ke-20 atau pada tahun 1901, politik kolonial memasuki babak baru, yaitu era Politik Etis. Dimana hal ini dilatarbelakangi oleh kehidupan rakyat Hindia Belanda yang mengalami penurunan kesejahteraan serta adanya kritik dari politikus dan intelektual di Hindia Belanda yakni C. Th. Van Deventer. Ada tiga program Politik Etis, yaitu irigasi, edukasi, dan trasmigrasi. Namun, pelaksanaan kebijakan politik Etis tetap lebih berpihak kepada penjajah. Dalam pelaksanaannya, banyak penyelewengan dalam Politik Etis, seperti:
  1. Irigasi hanya untuk kepentingan perkebunan Belanda.
  2. Pendidikan hanya sampai tingkat rendah, yang bertujuan memenuhi pegawai rendahan. Pendidikan tinggi hanya untuk orang Belanda dan sebagian anak pejabat.
  3. Transmigrasi hanya untuk mengirim orang-orang Jawa ke luar Jawa guna dijadikan buruh perkebunan dengan upah murah.

Namun, dengah adanya Politik Etis ternyata membawa pengaruh besar pada perubahan arah kebijakan politik negeri Belanda atas negeri jajahan. Adanya pendidikan gaya Barat itu membuka peluang untuk mobilitas sosial masyarakat di tanah Hindia/Indonesia. Pengaruh pendidikan Barat itu pula yang lalu memunculkan sekelompok kecil intelektual bumiputra yang memunculkan kesadaran, bahwa rakyat bumiputra wajib mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain untuk mencapai kemajuan. Golongan intelektual bumiputra itu disebut “priyayi baru” yang sebagian besar adalah guru dan jurnalis di kota-kota. Pendidikan dan pers itu pula menjadi untuk menyalurkan ide-ide dan pemikiran yang ingin membawa kemajuan, dan pembebasan bangsa dari segala bentuk penindasan dari kolonialisme Belanda.

 
Dengan demikian, peran kaum terpelajar dalam kebangkitan kesadaran untuk kemerdekaan Indonesia adalah membawa dan menyebarkan ide-ide dan pemikiran yang ingin membawa kemajuan, dan pembebasan bangsa dari segala bentuk penindasan dari kolonialisme.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

7

Iklan

Pertanyaan serupa

Tujuan golongan terpelajar mendorong Ratu Belanda membentuk Volksraad adalah .…

2

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia