Roboguru

Bagaimana sikap Presiden terhadap penangkapan Sutan Syahrir oleh pihak oposisi pada 27 Juni 1946? Jelaskan!

Pertanyaan

Bagaimana sikap Presiden terhadap penangkapan Sutan Syahrir oleh pihak oposisi pada 27 Juni 1946? Jelaskan!

  1. ...

  2. ...

Pembahasan Soal:

Sutan Syahrir merupakan seorang intelektual, perintis, dan revolusioner kemerdekaan Indonesia yang menjabat sebagai Perdana Menteri pertama Indonesia setelah kemerdekaan. Beliau menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia pada 14 November 1945 hingga 20 Juni 1947. Penculikan Perdana Menteri Sjahrir merupakan peristiwa yang terjadi pada 26 Juni 1946 di Surakarta oleh kelompok oposisi Persatuan Perjuangan yang tidak puas atas diplomasi yang dilakukan oleh pemerintahan Kabinet Sjahrir II dengan pemerintah Belanda karena sangat merugikan perjuangan Bangsa Indonesia saat itu yang mana peristiwa ini kemudian yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa pemberontakan 3 Juli 1946. Persatuan Perjuangan menginginkan pengakuan kedaulatan penuh yang dicetuskan oleh Tan Malaka, namun kabinet yang berkuasa hanya menuntut pengakuan kedaulatan atas Jawa dan Madura Kelompok Persatuan Perjuangan ini dipimpin oleh Mayor Jendral Soedarsono dan 14 pimpinan sipil dan Perdana Menteri Sjahrir ditahan di suatu rumah peristirahatan di Paras. Melihat aksi penculikan ini, Presiden Soekarno sangat marah dan segera memerintahkan Polisi Surakarta menangkap para pimpinan kelompok Persatuan Perjuangan sehingga pada 1 Juli 1946, ke-14 pimpinan kelompok berhasil ditangkap dan dijebloskan ke penjara Wirogunan.

Dengan demikian, Sikap Presiden Soekarno terhadap penangkapan atau penculikan Sutan Syahrir oleh pihak oposisi pada 27 Juni 1946 adalah Beliau sangat marah dan segera memerintahkan Polisi Surakarta untuk menangkap para pimpinan kelompok dibalik penculikan.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia, khususnya yang terletak di wilayah Jawa Tengah dapat hidup berdampingan dan mempunyai rasa toleransi tinggi. Hal ini terbukti dengan ….

Pembahasan Soal:

Roboguru

Siapakah tokoh-tokoh yang terlibat dalam KMB ...

Pembahasan Soal:

Konferensi Meja Bundar yang dilaksanakan pada 23 Agustus sampai dengan 2 November 1949, di Den Haag Belanda, merupakan salah satu jalur diplomasi antara Indonesia dan Belanda dalam rangka mempercepat penyerahan kedaulatan setelah sebelumnya melaksanakan berbagai perundingan seperti Perundingan Linggarjati, Renville dan Roem-Royen.
Adapun untuk peserta KMB, dari pihak Indonesia diwakili oleh Mohamad Hatta sebagai pemimpin delegasi dari Indonesia, Johannes Henricus van Maarseveen sebagai pemimpin delegasi dari Belanda, Sultan Hamid II dari perwakilan Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), Willem Drees sebagai ketua KMB dan Thomas Kingston Critchley dari United Nations Commision for Indonesia (UNCI).
Dengan demikian, tokoh yang terlibat dalam KMB adalah M. Hatta, Sultan Hamid II, W. Drees dan Critchley.  

Roboguru

Indonesia mempunyai landasan ideal dalam melakukan hubungan luar negeri dengan negara lain. Landasan ideal pelaksanaan politik luar negeri Indonesia adalah ...

Pembahasan Soal:

Landasan ideal politik luar negeri Indonesia dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia adalah Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dijadikan sebagai pedoman, pijakan dalam melaksanakan politik luar negeri Indonesia. Mohammad Hatta menyebutnya sebagai salah satu faktor yang membentuk politik luar negeri Indonesia. Kelima sila yang termuat dalam Pancasila berisi pedoman dasar bagi pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ideal dan mencakup seluruh sendi kehidupan manusia.

Dengan demikian landasan ideal pelaksanaan politik luar negeri Indonesia adalah Pancasila. 

Roboguru

Perhatikan keterangan-keterangan berikut! Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara. Ikut serta dalam perjanjian internasional dan peningkatan kerja sama untuk kepentingan r...

Pembahasan Soal:

Pancasila menjadi pedoman bagi kehidupan bangsa Indonesia. Tidak hanya, sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga sebagai landasan ideal politik luar negeri. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi pedoman dan pijakan dalam melaksanakan politik luat negeri Indonesia. Menurut Mohammad Hatta dalam buku yang berjudul Dasar-dasar Politik Luar Negeri Indonesia, kelima sila dalam Pancasila berisi pedoman dasar bagi pelaksanaan kehidupan kebangsaan yang mencakup seluruh sendi kehidupan manusia.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.

Roboguru

4. Perhatikan kajian-kajian sejarah berikut ini. Kronologis peristiwa sekitar proklamasi hingga proklamasi kemerdekaan. Suasana kota Jakarta pada saat pembacaan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1...

Pembahasan Soal:

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved