Roboguru

Bagaimana pendapatmu mengenai pengaruh budaya India yang dapat diterima dengan mudah oleh penduduk lokal? Jelaskan!

Pertanyaan

Bagaimana pendapatmu mengenai pengaruh budaya India yang dapat diterima dengan mudah oleh penduduk lokal? Jelaskan!

Pembahasan Video:

Pembahasan Soal:

Faktor pendorong penerimaan budaya terdiri dari:

  1. Keterbukaan masyarakat dengan budaya baru (masyarakat pesisir cenderung lebih terbuka daripada masyarakat pedalaman)
  2. Adaptasi budaya oleh penguasa lokal seperti penguasa menginginkan legitimasi dengan konsep budaya India dan rakyat patuh terhadap penguasa
  3. Terjadi asimilasi dan akulturasi budaya India dengan budaya local antaralain asmilasi yaitu memadukan dua/lebih kebudayaan yang berbeda menjadi budaya baru, contoh: Agama Hindu di Bali. Akulturasi: menerima budaya baru dengan tidak menghilangkan budaya sendiri, contoh: Candi Borobudur (stupa=India) + (punden berundak=Indonesia)

Dengan demikan, pendapat mengenai bagaimanakah pengaruh budaya India itu dapat diterima oleh penduduk lokal karena terdapat faktor pendorong penerimaan budaya yang terdiri dari keterbukaan masyarakat terhadap budaya baru, adaptasi budaya oleh para penguasa lokal dan adanya proses asimilasi dan akulturasi budaya India dengan budaya lokal

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 14 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Berkaitan dengan sistem kepercayaan, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal simbol-simbol yang bermakna filosofis. Mereka juga sudah mengenal sistem kepercayaan yang akhirnya berkembang menjadi ...

Pembahasan Soal:

Konsep pemujaan terhadap arwah leluhur berpadu dengan konsep pengagungan terhadap dewa-dewi India. Kepercayaan animisme dan dinamisme yang bercampur dengan praktik paganisme membentuk tradisi yang sinkretis, unsur-unsur asli sudah bersenyawa dalam bentuk yang ”baru”. Bangunan zaman Megalitikum yang sederhana dan kaku dipersatukan dengan candi-candi Hindu-Buddha yang arsitekturnya lebih maju dan modern. Jenazah seseorang yang berkuasa (kepala suku atau ketua adat) yang sebelumnya disimpan di peti batu, sarkofagus, menhir, dan bangunan megalitik lainnya (tidak dikubur dalam tanah) diganti oleh pembakaran jenazah yang abunya diletakkan di ruangan candi. Hal tersebutlah yang menjadi keunikan Hindu/Buddha ala Nusantara (Indonesia) dimana fungsi candi tak hanya sebagai tempat ibadah juga dijadikan sebagai makam para raja.

0

Roboguru

Berilah tanda ceklis (V) pada jawaban yang paling tepat!

Pembahasan Soal:

Dengan demikian, pernyataan tersebut salah karena akulturasi tidak menghilangkan budaya asli. Seiring dengan masuknya agama Hindu dan Buddha di Indonesia, dimulai dari sekitar abad ke 4 Masehi, budaya India pun masuk ke Indonesia. Banyak pengaruh ini masih terlihat sampai hari ini. Faktor yang mendukung diterimanya budaya India adalah asimilasi budaya tersebut dengan budaya lokal. Misalnya adalah cerita Mahabarata dan Ramayana yang bisa diadaptasi dengan corak lokal pada pertunjukan wayang kulit dan wayang wong. Dalam adaptasi, cerita ini dirubah sehingga sesuai dengan nilai budaya daerah. Sistem penulisan tradisional seperti Aksara Sunda, Jawa dan Lontara dari Sulawesi juga merupakan contoh pengaruh Hindu Buddha. Aksara-aksara ini dikembangkan dari sistem penulisan Pallawa yang berasal dari India.  Bahasa Sansekerta yang menjadi bahasa keagamaan juga diserap ke dalam bahasa daerah di Indonesia. Bentuk bangunan, terutama tempat ibadah agama Hindu di Indonesia dipengaruhi oleh arsitektur India. Pengaruh ini terlihat seperti pada bentuk ukiran, patung dan tata ruang. Pengaruh lainya terlihat dalam gerbang berbentuk gapura, yang banyak dipakai di bangunan tradisional Indonesia. Pengaruh agama Hindu bidang pemerintahan adalah munculnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia, seperti kerajaan Mataram, Sriwijaya, Kutai, Tarumanegara, Kediri dan lainnya. Sistem kerajaan ini menggantikan sistem kesukuan dan desa yang sebelumnya diterapkan. Sebelum masuknya pengaruh Hindu dan Buddha misalnya, orang Jawa hidup dalam desa-kecil yang dipimpin seorang kepala desa. Kemudian setelah masuknya pengaruh India mulailah muncul kerajaan di Jawa. Dalam kebudayaaan Hindu, dikenal stratifikasi sosial, atau pelapisan sosial. Masyarakat dibagi menjadi tingkatan atau lapisan yang disebut kasta atau warna. Ada empat kasta yaitu kasta Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra. Sistem ini disebut juga dengan Catur Warna (Empat Warna). Sistem ini berasal dari India, negara asal agama Hindu, dan diterapkan juga di Indonesia pada masa Hindu Buddha, seperti pada masa Kerajaan Mataram kuno atau Kerajaan Majapahit. Pada masa sekarang masyarakat Bali yang beragama Hindu juga menerapkan sistem ini.  

0

Roboguru

Huruf Pallawa yang telah diIndonesiakan dikenal dengan nama..

Pembahasan Soal:

Huruf Kawi merupakan aksara Brahmi yang dipergunakan di nusantara juga kawasan Asia tenggara pada abad 8 sampai ke-16 M. Aksara Kawi ini merupakan nenek moyang dari aksara dari berbagai daerah seperti Sunda, Bali, Jawa dan lain lain. Huruf Kawi ini sendiri berasal dari Aksawa Pallawa yang berasal dari wilayah India selatan. Aksara Pallawa ini adalah induk dari semua aksara yang ada di wilayah Asia bagian tenggara. Aksara Jawi merupakan aksara pallawa yang disederhanakan.
Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah C.

0

Roboguru

Apa fungsi bangunan candi Hindu di Indonesia?

Pembahasan Soal:

Candi hindu selain sebagai tempat pemujaan, candi difungsikan untuk hal lain sebagai berikut:

  1. Sebagai tempat untuk memuliakan raja atau tokoh tertentu yang sudah wafat.
  2. Sebagai tempat untuk mengubur pripih, yakni benda-benda peninggalan raja/tokoh.
  3. Sebagai tempat untuk menyimpan arca yang dianggap sebagai perwujudan sang raja yang sudah menyatu dengan dewa.

Dengan demikian fungsi bangunan candi Hindu di Indonesia sebagai tempat untuk memuliakan raja yang sudah wafat, mengubur pripih, dan tempat untuk menyimpan arca.

0

Roboguru

Salah satu prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya berisi tentang Perjalanan Dapunta Hyang Sri Jayanaga dengan pasukannya . Hal tersebut merupakan isi dari prasasti...

Pembahasan Soal:

Sriwijaya adalah salah satu kerajaan maritim yang bercorak Buddha yang pernah berdiri di Pulau Sumatra dan memberi banyak pengaruh di Nusantara. Daerah kekuasaannya membentang dari Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa dan Pesisir Kalimantan. Dalam bahasa Sansekerta Sri adalah bercahaya dan Wijaya adalah kemenangan atau kejayaan maka nama Sriwijaya bermakna kemenangan atau kejayaan. Berdasarkan temuan tertulis serta berita Tiongkok dan Arab, Kerajaan Sriwijaya di perkirakan berdiri sekitar abad VII. I Tsing,  pendeta Tiongkok, yang melakukan kunjungan ke Sumatra dalam perjalanan studinya ke Nalanda melaporkan Sriwijaya menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. I Tsing juga melaporkan terdapat 1000 orang pendeta yang belajar agama Buddha pada Sakyakirti, seorang pendeta terkenal di Sriwijaya. Berdasarkan berita Arab, diketahui banyak pedagang Arab melakukan kegiatan perdagangan di Kerajaan Sriwijaya. Bahkan di pusat kerajaan ditemukan perkampungan-perkampungan sementara orang Arab. Sumber dan bukti tertulis lainnya adalah berupa prasasti. Salah satunya adalah prasasti Kedukan Bukit. Prasasti ini berangka tahun 605 Saka atau 688 M. Prasasti ini berisi 10 baris kalimat yang diantranya mengatakan:


“Seseorang bernama Dapunta Hyang mengadakan perjalanan suci (Siddayatra) dengan perahu. Ia berangkat dari Minangatamwan dengan membuat tentara sebanyak 20.000 orang.” 

 

Prasasti lainnya yang menyebut nama Dapunta Hyang (beristrikan Sobakancana putri kedua dari raja terakhir Tarumanegara yaitu Sri Maharaja Linggawarman) adalah Prasasti Talang Tuo (684 M) di dalamnya disebutkan tentang selesainya pembangunan sebuah taman oleh Dapunta Hyang Jayanasa, yang diberi nama Srikserta. 


Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah A.
 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved