Iklan

Pertanyaan

Bacalah dongeng berikut untuk menjawab soal di bawah ini! Kisah Seekor Burung Pipit Ketika musim kemarau tiba, seekor burung pipit merasakan tubuhnya kepanasan, lalu mengumpat. Ia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat tinggalnya, terbang jauh ke utara. Kabarnya, udara tempat itu selalu dingin dan sejuk. Pelan-pelan, dia merasakan kesejukan udara. Makin ke utara makin sejuk. Ia makin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi. Terbawa oleh nafsu, ia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju. Salju makin lama makin tebal. Akhirnya, ia jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju. Sampai ke tanah, salju yang menempel di sayapnya bertambah tebal. Si burung pipit tak mampu berbuat apaapa. Ia menyangka bahwa ia telah mati. Ia merintih menyesali nasibnya. Mendengar suara rintihan, seekor kerbau yang kebetulan lewat datang menghampirinya. Namun, si burung kecewa. Mengapa yang datang hanya seekor kerbau? Ia menghardik si kerbau agar menjauh. Ia mengatakan bahwa kerbau tak mungkin mampu berbuat sesuatu untuk menolongnya. Si kerbau tidak banyak bicara. Ia hanya berdiri, kemudian pipis tepat di atas burung tersebut. Si burung pipit makin marah dan memakimaki si kerbau. Lagi-lagi si kerbau tidak bicara. Ia maju satu langkah lagi dan mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. Seketika itu, si burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran kerbau. Si burung Mengira lagi bahwa ia akan mati karena tak bisa bernapas. Namun, perlahan-lahan ia merasakan kehangatan. Salju yang membeku pada bulunya pelan-pelan meleleh oleh hangatnya kotoron kerbau. Ia dapat bernapas lega dan melihat kembali langit yang cerah. Si burung pipit berteriak kegirangan, bernyanyi keras sepuas-puasnya. Sumber: Buku Siswa Bahasa Indonesia kelas 3 Siapa tokoh dalam cerita tersebut yang pantas dicontoh?

Bacalah dongeng berikut untuk menjawab soal di bawah ini!

Kisah Seekor Burung Pipit

Ketika musim kemarau tiba, seekor burung pipit merasakan tubuhnya  kepanasan, lalu mengumpat. Ia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat tinggalnya, terbang jauh ke utara. Kabarnya, udara tempat itu selalu dingin dan sejuk. Pelan-pelan, dia merasakan kesejukan udara. Makin ke utara makin sejuk. Ia makin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi. Terbawa oleh nafsu, ia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju. Salju makin lama makin tebal. Akhirnya, ia jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju. Sampai ke tanah, salju yang menempel di sayapnya bertambah tebal. Si burung pipit tak mampu berbuat apaapa. Ia menyangka bahwa ia telah mati.

Ia merintih menyesali nasibnya. Mendengar suara rintihan, seekor kerbau yang kebetulan lewat datang menghampirinya. Namun, si burung kecewa. Mengapa yang datang hanya seekor kerbau? Ia menghardik si kerbau agar menjauh. Ia mengatakan bahwa kerbau tak mungkin mampu berbuat sesuatu untuk menolongnya. Si kerbau tidak banyak bicara. Ia hanya berdiri, kemudian pipis tepat di atas burung tersebut. Si burung pipit makin marah dan memakimaki si kerbau. Lagi-lagi si kerbau tidak bicara. Ia maju satu langkah lagi dan mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. Seketika itu, si burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran kerbau. Si burung Mengira lagi bahwa ia akan mati karena tak bisa bernapas. Namun, perlahan-lahan ia merasakan kehangatan. Salju yang membeku pada bulunya pelan-pelan meleleh oleh hangatnya kotoron kerbau. Ia dapat bernapas lega dan melihat kembali langit yang cerah. Si burung pipit berteriak kegirangan, bernyanyi keras sepuas-puasnya.

Sumber: Buku Siswa Bahasa Indonesia kelas 3

Siapa tokoh dalam cerita tersebut yang pantas dicontoh?space 

  1. Kerbau

  2. Burung Pipit

  3. Kucing

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

17

:

24

:

57

Klaim

Iklan

M. Robo

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

jawaban yang tepat adalah pilihan A.

jawaban yang tepat adalah pilihan A.undefined 

Pembahasan

Dalam cerita tersebut menggambarkan bahwa kerbau menolong burung pipit walaupun burung pipit menghardik kerbau tetapi kerbau tetap menolongnya. Kalimat yang menggambarkan sifat kerbau terdapat pada paragraf kedua. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan A.

Dalam cerita tersebut menggambarkan bahwa kerbau menolong burung pipit walaupun burung pipit menghardik kerbau tetapi kerbau tetap menolongnya. Kalimat yang menggambarkan sifat kerbau terdapat pada paragraf kedua. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan A.undefined 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Bacalah dongeng berikut untuk menjawab soal di bawah ini! Dua Ekor Kambing Oleh: Aesop Di sebuah pegunungan yang curam, terlihat dua ekor kambing. Mereka berjalan dengan gagahnya dari arah berl...

3

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia