Biologi berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari kata bios berarti hidup dan logos yang berarti ilmu, sehingga biologi adalah ilmu yang berhubungan dengan makhluk hidup dan segala hal yang menyangkut hidupnya. Mulai dari unit penyusun terkecil seperti sel, jaringan, organ, sistem organ, individu sampai sistem kehidupan tertinggi, bioma dan biosfer. Bisa dikatakan bahwa dalam ilmu biologi tidak hanya makhluk hidupnya yang dikaji namun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya pun ikut berperan penting (biotik dan abiotik).
Ilmu biologi pada hakikatnya bagian dari ilmu pengetahuan yang sudah pasti diperoleh menggunakan metode ilmiah. Artinya Ilmu biologi memiliki kebenaran yang telah lama dikaji oleh para peneliti berlanjut sampai sekarang dan seterusnya menghasilkan suatu teori ataupun hukum. Ilmu tersebut akan kekal sampai ada bukti baru yang menggugurkan teori sebelumnya. Misalnya teori bahwa makhluk hidup berasal dari benda tidak hidup (abiogenesis) yang gugur karena teori baru berdasarkan fakta konkret bahwa kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya (biogenesis).
Perkembangan ilmu biologi telah berlangsung sejak lama dan tidak berdiri sendiri artinya memerlukan ilmu-ilmu lainnya misalnya ilmu fisika, kimia, dan lainnya. Contohnya yaitu saat Robert Hooke pada tahun 1665 seorang ahli fisika, menerbitkan buku lukisan mikroskopis hasil sayatan gabus yang mirip kamar-kamar kecil yang dikenal sebagai sel dari mikroskop yang diciptakannya. Penemuan tersebut membuka jalan baru berupa penelitian penting bersejarah dalam ilmu biologi lainnya seperti penemuan mikroorganisme oleh Louis Pasteur.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa hakikat ilmu biologi merupakan sebagai kumpulan pengetahuan tentang makhluk hidup dan lingkungannya. Diperoleh melalui proses investigasi (metode ilmiah), sesuai dengan nilai-nilai ilmiah (keingin tahuan, teliti, jujur, keterbukaan) dan pada akhirnya ilmu biologi dapat memberikan kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.