Iklan

Pertanyaan

Apa yang dilakukan kelompok revolusioner yang dipimpim Mustafa Kemal Pasha pasca kekalahan Turki dari Sekutu?

Apa yang dilakukan kelompok revolusioner yang dipimpim Mustafa Kemal Pasha pasca kekalahan Turki dari Sekutu?

  1. Mengikuti semua kemauan sekutu

  2. Menjalin hubungan militer dengan Amerika Serikat

  3. Memerangi pasukan Sekutu dengan kekuatan yang tersisa

  4. Menguasai Afrika bagian Utara dengan tujuan mengisi kas negara yang kosong

  5. Bergabung ke dalam kelompok komunisme dunia yang dipimpin Vladimir Lenin

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

17

:

40

:

04

Klaim

Iklan

E. Mar'Atus

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Airlangga

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Perjanjian Sevres dianggap menginjak-injak martabat masyarakat Turki. Secara tidak langsung, itu juga membuat integritas rakyat Turki terancam. Kaum nasionalis Turki mengecam Sultan Ottoman karena membiarkan Sekutu menduduki wilayah Kesultanan Ottoman. Pada 20 Januari 1921, Majelis Agung Nasional pun mengesahkan konstitusi baru, yang menetapkan Majelis Agung Nasional sebagai satu-satunya wakil rakyat yang sah. Pada 1 November 1922, Majelis menghapus Kesultanan pada 17 November 1922 dan Sultan Mehmed VI mengasingkan diri ke Malta. Pada saat yang bersamaan, pasukan revolusioner pimpinan Mustafa Kemal Pasha pun berperang dengan Sekutu dengan memanfaatkan sisa-sisa stok persenjataan militer Ottoman. Perang ini bisa dibagi dalam tiga front. Ada front barat yang melawan Yunani, front selatan yang melawan Prancis, dan front timur yang melawan Armenia.

Perjanjian Sevres dianggap menginjak-injak martabat masyarakat Turki. Secara tidak langsung, itu juga membuat integritas rakyat Turki terancam. Kaum nasionalis Turki mengecam Sultan Ottoman karena membiarkan Sekutu menduduki wilayah Kesultanan Ottoman. Pada 20 Januari 1921, Majelis Agung Nasional pun mengesahkan konstitusi baru, yang menetapkan Majelis Agung Nasional sebagai satu-satunya wakil rakyat yang sah. Pada 1 November 1922, Majelis menghapus Kesultanan pada 17 November 1922 dan Sultan Mehmed VI mengasingkan diri ke Malta. Pada saat yang bersamaan, pasukan revolusioner pimpinan Mustafa Kemal Pasha pun berperang dengan Sekutu dengan memanfaatkan sisa-sisa stok persenjataan militer Ottoman. Perang ini bisa dibagi dalam tiga front. Ada front barat yang melawan Yunani, front selatan yang melawan Prancis, dan front timur yang melawan Armenia.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Apa tujuan utama dan cita-cita Organisasi Turki Muda untuk bangsa dan negara mereka di masa mendatang?

1

3.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia