Iklan

Pertanyaan

Cermatilah kutipan teks cerita sejarah berikut!


    Pendeknya, semua senopati dan pembesar yang saat itu menghadap sang prabu dan mendengar ucapan-ucapan Ronggo Lawe, semua terkejut dan sebagian marah sekali, tetapi mereka tidak berani mencampuri karena mereka menghormat sang Prabu. Akan tetapi, sang Prabu Kertarajasa tetap tenang, bahkan tersenyum memandang kepada Ronggo Lawe, ponggawanya yang dia tahu amat setia kepadanya itu, lalu berkata halus, “ Kakang Ronggo lawe, tindakanku mengangkat kakang Nambi sebagai patih hamangkubumi, bukanlah merupakan tindakan ngawur belaka, melainkan telah merupakan suatu keputusan yang telah dipertimbangkan masak-masak, bahkan telah mendapatkan persetujuan dari semua paman dan kakang senopati dan semua pembantuku. Bagaimana Kakang Ronggo Lawe dapat mengatakan bahwa pengangkatan itu tidak tepat dan tidak adil?’ Dengan muka merah, kumisnya yang seperti kumis Sang Gatotkaca itu bergetar, napas memburu karena desakan amarah, Ronggo Lawe berkata lantang, “ Tentu saja tidak tepat! Paduka sendiri tahu si Nambi itu! Paduka tentu masih ingat akan segala sepak terjang dan tindak-tanduknya dahulu! Dia seorang bodoh, lemah, rendah budi, penakut, sama sekali tidak memuliki wibawa…” 

(Novel Sejarah Kemelut di Majapahit karya S.H. Mintardja)space space space 

Analisislah ciri kebahasaan teks cerita sejarah tersebut meliputi kata-kata sifat, kata kerja tindakan, kalimat langsung, dan kalimat bermakna lampau.

Analisislah ciri kebahasaan teks cerita sejarah tersebut meliputi kata-kata sifat, kata kerja tindakan, kalimat langsung, dan kalimat bermakna lampau.space space space 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

08

:

26

:

25

Klaim

Iklan

R. Trihandayani

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

berdasarkan analisisterdapat beberapa kaidah kebahasaan dalam teks tersebut, yaitu kata sifat, kata kerja tindakan, kalimat langsung, dan kalimat bermakna lampau.

berdasarkan analisis terdapat beberapa kaidah kebahasaan dalam teks tersebut, yaitu kata sifat, kata kerja tindakan, kalimat langsung, dan kalimat bermakna lampau.space space space 

Pembahasan

Teks cerita sejarah adalah teks yang memuat peristiwa di masa lalu. Hasilnya bisa berupa teks cerita sejarah fiksi maupun nonfiksi.Beberapa kaidah kebahasaan teks cerita sejarah adalah sebagai berikut. Menggunakan kalimat bermakna lampau adalah kalimat yang menyatakan peristiwa masa lampau Menggunakan konjungsi kronologis dan konjungsi temporal merupakan konjungsi yang menyatakan urutan kejadian dan urutan waktu Menggunakan kata kerja material kata kerja yang mengungkapkan pekerjaan yang terlihat secara fisik, seperti memotong, menangkap, menyentuh. Menggunakan kalimat tidak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang, seperti menurut, mengungkapkan, atau menuturkan. Menggunakan kata kerja mental adalah kata kerja yang mengungkapkan pekerjaan yang tidak terlihat secara fisik, seperti memikirkan, merasakan, menghayal. Menggunakan kalimat langsung yang ditunjukkan oleh penggunaan tanda petik dalam kalimat. Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana Berikut adalah analisis berdasarkan teks tersebut. Kata-kata sifat: marah, berani, setia, bodoh, lemah Kata kerja tindakan: menghadap, mendapatkan, memburu Kalimat langsung: salah satu penggunaan kalimat langsung terdapat pada“Tentu saja tidak tepat! Paduka sendiri tahu si Nambi itu! Paduka tentu masih ingat akan segala sepak terjang dan tindak-tanduknya dahulu! Dia seorang bodoh, lemah, rendah budi, penakut, sama sekali tidak memuliki wibawa…” Kalimat bermakna lampau: penggunaan kata telah pada kalimat“ Kakang Ronggo lawe, tindakanku mengangkat kakang Nambi sebagai patih hamangkubumi, bukanlah merupakan tindakan ngawur belaka, melainkan telah merupakan suatu keputusan yang telah dipertimbangkan masak-masak, bahkan telah mendapatkan persetujuan dari semua paman dan kakang senopati dan semua pembantuku. Bagaimana Kakang Ronggo Lawe dapat mengatakan bahwa pengangkatan itu tidak tepat dan tidak adil?" Dengan demikian, berdasarkan analisisterdapat beberapa kaidah kebahasaan dalam teks tersebut, yaitu kata sifat, kata kerja tindakan, kalimat langsung, dan kalimat bermakna lampau.

Teks cerita sejarah adalah teks yang memuat peristiwa di masa lalu. Hasilnya bisa berupa teks cerita sejarah fiksi maupun nonfiksi. Beberapa kaidah kebahasaan teks cerita sejarah adalah sebagai berikut.

  1. Menggunakan kalimat bermakna lampau adalah kalimat yang menyatakan peristiwa masa lampau
  2. Menggunakan konjungsi kronologis dan konjungsi temporal merupakan konjungsi yang menyatakan urutan kejadian dan urutan waktu
  3. Menggunakan kata kerja material kata kerja yang mengungkapkan pekerjaan yang terlihat secara fisik, seperti memotong, menangkap, menyentuh.
  4. Menggunakan kalimat tidak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang, seperti menurut, mengungkapkan, atau menuturkan.
  5. Menggunakan kata kerja mental adalah kata kerja yang mengungkapkan pekerjaan yang tidak terlihat secara fisik, seperti memikirkan, merasakan, menghayal.
  6. Menggunakan kalimat langsung yang ditunjukkan oleh penggunaan tanda petik dalam kalimat.
  7. Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana


Berikut adalah analisis berdasarkan teks tersebut.

  1. Kata-kata sifat: marah, berani, setia, bodoh, lemah
  2. Kata kerja tindakan: menghadap, mendapatkan, memburu
  3. Kalimat langsung: salah satu penggunaan kalimat langsung terdapat pada “Tentu saja tidak tepat! Paduka sendiri tahu si Nambi itu! Paduka tentu masih ingat akan segala sepak terjang dan tindak-tanduknya dahulu! Dia seorang bodoh, lemah, rendah budi, penakut, sama sekali tidak memuliki wibawa…”
  4. Kalimat bermakna lampau: penggunaan kata telah pada kalimat “ Kakang Ronggo lawe, tindakanku mengangkat kakang Nambi sebagai patih hamangkubumi, bukanlah merupakan tindakan ngawur belaka, melainkan telah merupakan suatu keputusan yang telah dipertimbangkan masak-masak, bahkan telah mendapatkan persetujuan dari semua paman dan kakang senopati dan semua pembantuku. Bagaimana Kakang Ronggo Lawe dapat mengatakan bahwa pengangkatan itu tidak tepat dan tidak adil?"


Dengan demikian, berdasarkan analisis terdapat beberapa kaidah kebahasaan dalam teks tersebut, yaitu kata sifat, kata kerja tindakan, kalimat langsung, dan kalimat bermakna lampau.space space space 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

107

Siskar Buulolo

Bantu banget

26 novia syafitri

Makasih ❤️

Dian Ekayani

Makasih ❤️

Daffa Azkiya

Pembahasan lengkap banget

Sayadi Aja

Pembahasan lengkap banget Ini yang aku cari! Mudah dimengerti Bantu banget Makasih ❤️

Iklan

Pertanyaan serupa

Pada kutipan teks tersebut, hubungan kausalitas terdapat dalam kalimat ....

5

3.5

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2025 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia