Iklan
Pertanyaan
Aku tersentak.
"Non, Ibu ... Ibu ...! Mbok Mi tergopoh-gopoh menghampiriku. Suaranya bergetar karena panik. Wajahnya tampak pucat. Kuletakkan buku fisika yang sedang kubaca di meja, lalu kurebut gagang telepon dari Mbok Darmi. Telepon dari kepolisian.
"Apa? Ibu kecelakaan? Di rumah sakit mana, Pak?" Tak lagi mampu berdiri, aku terduduk di lantai.
"Baik, saya segera ke sana," jawabku berusaha untuk tetap tenang. Namun, tak urung juga air mataku keluar. Jantungku berdetak kencang, terasa semuanya menjadi gelap gulita.
Kalimat tanggapan (esai) yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah ...
Di dalam monolog, ada emosi dan peristiwa sehingga mampu membuat cerita lebih menarik.
Tidak adanya konflik dalam cerpen ini menjadikan peristiwa yang dipaparkan terasa hambar.
Terasa benar fungsi dialog dalam cerpen ini sebagai sarana mengembangkan konflik dan menghidupkan tokoh cerita.
Ketika konflik cerita menjadi buntu dan tidak berkembang, monolog menjadi satu sehingga menutupi
kelemahan cerita.
Sementara ini, penulis meyakini bahwa dialog atau monolog dalam cerita sekadar memperpanjang tulisan.
Iklan
N. Juliana
Master Teacher
1
5.0 (2 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia