Roboguru

Aceh berhasil memasukkan Kerajaan Daya ke dalam kekuasaan Aceh Darussalam pada tahun...

Pertanyaan

Aceh berhasil memasukkan Kerajaan Daya ke dalam kekuasaan Aceh Darussalam pada tahun...

  1. 1523

  2. 1520

  3. 1522

  4. 1524

  5. 1521

Pembahasan Soal:

Setelah berhasil melepaskan Aceh dari Pedir dan kemudian menggalang kekuatan dengan menaklukkan dan menyatukan daerah-daerah disekitarnya ke dalam kekuasaannya. „Ali Mughāyat Shāh mendirikan kerajaan Aceh yang merdeka, yaitu Kesultanan Aceh Darussalam pada tahun 1514 M. Di bawah pimpinan Sultan Ali Mughāyat Shah, Aceh mulai melebarkan kekuasaannya ke daerah-daerah sekitarnya. Pada tahun 1520 dia berhasil merebut Daya yang terletak di pantai barat Sumatera bagian utara, yang menurut Tome Pires belum menganut agama Islam. Sesudah itu, Ali Mughayat Shah memulai penaklukan-penaklukan ke pantai timur, merebut kekuasaan atas daerah-daerah penghasil lada dan emas.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Salah seorang laksamana sebagai panglima armada inong bale di Aceh adalah....

Pembahasan Soal:

Keumalahayati, putri dari Laksamana Mahmud Syah. Orang Aceh biasa memanggilnya Malahayati atau Hayati. Keumala dalam bahasa Aceh berarti sebuah batu yang indah dan bercahaya, banyak khasiatnya, dan mengandung kesaktian. Tak heran kesaktian ini sudah mengalir dalam darahnya berkat memiliki ayah dan kakek yang adalah seorang pelaut gagah berani dan keturunan bangsawan. Keumalahayati diberi pangkat laksamana karena jasanya dalam mengawal kepentingan Aceh di lautan pada masa pemerintahan Sultan Alaiddin Riayat Syah Al Mukammil (1589 – 1604) atau sering disebut Sultan Al Mukammil. Menurut catatan sejarah, Keumalahayati adalah laksamana perempuan pertama di Indonesia bahkan ada juga yang mengatakan bahwa beliau juga merupakan laksamana perempuan pertama di dunia. Beliau adalah keturunan dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah, pendiri kerajaan Aceh Darussalam. Ibunya wafat ketika Keumalahayati masih kanak-kanak. Dan saat itu, beliau sering diajak ayahnya, Laksamana Mahmud Syah, untuk pergi dengan kapal perang. Pengenalannya dengan kehidupan laut inilah yang kelak membentuk sifatnya yang gagah berani dalam mengarungi laut luas. Armada Inong Balee berpangkalan di Teluk Lamreh Krueng Raya. Awalnya armada ini hanya terdiri dari 1.000 perempuan, namun kemudian bertambah menjadi 2.000 orang. Gadis-gadis muda yang gagah berani juga akhirnya turut bergabung dengan armada ini. Keumalahayati membangun sebuah benteng pertahanan yang diberi nama Kuto Inong Balee di sekitar teluk tersebut. Fungsi benteng ini adalah untuk mengawasi lalu-lalang kapal laut. Selain sebagai benteng pertahanan, benteng ini juga digunakan sebagai sarana pelatihan militer dan penempatan logistik keperluan perang.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.

0

Roboguru

Antara berikut adalah BENAR mengenai Sistem Pemerintahan pada Zaman Kerajaan Melayu Awal KECUALI...

Pembahasan Soal:

Kerajaan Melayu atau dalam bahasa Tionghoa ditulis Ma La Yu merupakan sebuah nama kerajaan yang berada di Pulau Sumatra. Dari bukti dan keterangan yang disimpulkan dari prasasti dan berita dari Tiongkok, keberadaan kerajaan yang mengalami naik turun ini dapat di diketahui dimulai pada abad ke-7 yang berpusat di Minanga, pada abad ke-13 yang berpusat di Dharmasraya dan diawal abad ke 15 berpusat di Suruaso atau Pagaruyung.

Jawaban yang tepat adalah A.

1

Roboguru

Seorang ratu/sultanah yang pernah memerintah di Kerajaan Aceh....

Pembahasan Soal:

Safiyatuddin Tajul Alam merupakan putri Sultan Iskandar Muda dan Istri dari Sultan Iskandar II. Safiyah merupakan sultanah pertama Kesultanan Aceh yang memerintah sejak 1641-1675 M. Dia menggantikan suaminya, Iskandar Thani yang wafat. Sebagaimana pendahulunya, Putri Iskandar Muda ini menerapkan hukum yang ketat bagi para pemabuk dan berusaha menjaga keseimbangan pemerintahanya dengan sejumlah undang-undang yang ketat. Akan tetapi kelemahan kepemimpinannya disebabkan karena semakin besar pengaruh Belanda di wilayah Kesultanan Aceh dalam bidang perdagangan dan politik.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.

0

Roboguru

Raja terbesar kerajaan Aceh adalah ....

Pembahasan Soal:

Kerajaan Aceh merupakan salah satu kerajaan Islam terbesar di Nusantara. Hal tersebut dibuktikan dengan sistem politik pemerintahan, militer, serta jaringan perdagangan yang maju. Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Iskandar Muda. Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, perdagangan dan pusat pembelajaran Islam menjadi berkembang. Selain itu, ketika Sultan Iskandar Muda berkuasa, Aceh menjadi kawasan yang sangat kaya dan makmur. Daerah kekuasaannya sampai ke Negeri Perak, Malaysia. Sultan Iskandar Muda juga merupakan tokoh yang mengerahkan semua tenaga dan ikut membantu mengusir penjajah Portugis dari Indonesia. 

Dengan demikian, Sultan Iskandar Muda merupakan raja terbesar Kerajaan Aceh.

1

Roboguru

Siapa sultan pertama di Kerajaan Aceh?

Pembahasan Soal:

Kesultanan  Aceh didirikan pada tahun 1496, di atas bekas wilayah Kesultanan Lamuri. Raja pertama yang menduduki tahta Kesultanan Aceh Darussalam adalah Sultan Ali Mughayat Syah atau Raja Ibrahim.

Dengan demikian, sultan pertama di Kerajaan Aceh adalah Sultan Ali Mughayat Syah.

1

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved