Iklan
Pertanyaan
1) Film My Stupid Boss merupakan buah karya dari sutradara ternama, Upi Avianto. Film ini berkisah tentang seorang karyawan yang bernama Diana (Bunga Citra Lestari) yang baru saja pindah ke Malaysia guna mengikuti suaminya, Dika, (Alex Abbad) bekerja di sana. Karena tidak tahan menganggur di rumah, Diana mencari pekerjaan di sana. Sang suami merekomendasikan istrinya bekerja di perusahaan sahabat lamanya. Singkat cerita, Diana pun diterima di perusahaan itu sebagai kerani (kepala administrasi).
2) Ternyata, pemilik perusahaan itu adalah orang Indonesia. Diana pun merasa bertemu saudara jauh dan berpikir pekerjannya akan berjalan lancar. Akan tetapi, pemilik perusahan yang dipanggil Bossman (Reza Rahardian) memiliki karakter yang aneh. Ia terlalu banyak bicara, terlalu curiga, merasa selalu benar, dan pelit. Keanehan demi keanehan dialami Diana selama menjadi karyawan, mulai dari ditelepon tengah malam untuk mengingatkan bosnya rapat di pagi, sampai dibuat marah dengan prilaku aneh bosnya itu.
3) Singkat cerita Diana pun membalas perlakuan semena-mena bos seperti yang pernah dilakukan bosnya. Pada suatu hari, Diana dituduh melakukan penggelapan uang perusahaan. Ia pun marah besar karena tahu bahwa tuduhan itu hanya jebakan yang dilakukan oleh bosnya. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Akan tetapi, niatnya berubah setelah ia melihat sisi baik dari bosnya. Ternyata, selama ini beliau menjadi donatur sebuah panti asuhan karena dirinya merasa senasib dengan anak-anak di sana. Diana pun batal mengundurkan diri. Kisah ini ditutup dengan kejadian lucu si bos mengelabui karyawannya dengan ajakan makan bersama di luar kantor.
4) Film ini mengungkap sisi unik dari hubungan atasan dan karyawan di dalam sebuah perusahaan. Seorang karyawan yang profesional dan ideal ditunjukkan oleh karakter Diana, sedangkan sifat Bossman sebagai pemimpin perusahaan cenderung membuat karyawannya kesal. Karakter Bossman baiknya tidak ditiru oleh siapapun yang ingin atau menjadi pimpinan. Menariknya lagi, film ini dikemas dengan nuansa komedi sehingga penonton bisa dibuat kesal dan tertawa dalam waktu yang bersamaan.
5) Kekurangan film ini terlihat pada dua hal. Pertama, setting film terlihat monoton. Latar tempat yang digunakan hanyalah ruang kantor, tidak banyak variasi tempat di dalam film ini. Kedua, terdapat dialog yang dirasa tabu untuk diucapkan, misalnya penyikatan kata kerani menjadi kera. Hal ini bisa dimaknai sebagai kata makian dalam bahasa Indonesia walaupun digunakan dalam konteks bergurau.
6) Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, film ini cocok untuk ditonton semua kalangan dan semua rentang usia. Terdapat hal positif yang bisa diambil dari tokoh Diana oleh penonton yang berprofesi sebagai karyawan. Terdapat pula hal negatif yang harus dihindari oleh atasan agar karyawan senang bekerja di perusahaannya.
Simpulan paragraf terakhir di dalam teks tersebut adalah…
Film ini layak ditonton oleh semua orang, baik yang berprofesi sebagai karyawan, maupun yang berprofesi sebagai atasan.
Nilai positif yang bisa dipetik dari film ini adalah tokoh utama menjadi karyawan yang profesional dan bisa diandalkan meskipun bosnya orang yang aneh.
Nilai negatif dari film ini adalah sosok bos yang selalu melakukan ulah sehingga banyak karyawan tidak suka padanya.
Film ini cocok ditonton oleh semua orang dengan semua rentang usia karena terdapat hal positif yang bisa diambil dan hal negatif yang dapat dihindari dalam hubungan karyawan dan atasan.
Iklan
A. Rizky
Master Teacher
Mahasiswa/Alumni Universitas Indonesia
8
0.0 (0 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia