Nisrina N

01 Juli 2024 02:31

Iklan

Nisrina N

01 Juli 2024 02:31

Pertanyaan

yang benar pake yang puebi atau eyd ya? apa sebelumnya pakai eyd lalu diganti jadi puebi lalu diganti lagi ke eyd kah?

yang benar pake yang puebi atau eyd ya? apa sebelumnya pakai eyd lalu diganti jadi puebi lalu diganti lagi ke eyd kah?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

17

:

50

:

43

Klaim

10

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

01 Juli 2024 13:20

Jawaban terverifikasi

<p>Saat ini, yang digunakan adalah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). PUEBI menggantikan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Sejarahnya adalah sebagai berikut:</p><ol><li><strong>Ejaan yang Disempurnakan (EYD)</strong>: Digunakan sejak tahun 1972 dan menjadi standar dalam penulisan bahasa Indonesia selama beberapa dekade.</li><li><strong>Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)</strong>: Mulai diperkenalkan pada tahun 2015, menggantikan EYD. PUEBI tidak hanya memperbarui beberapa aturan ejaan tetapi juga menyertakan pedoman yang lebih rinci tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.</li></ol><p>Jadi, penggunaan yang benar sekarang adalah PUEBI.</p>

Saat ini, yang digunakan adalah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). PUEBI menggantikan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Sejarahnya adalah sebagai berikut:

  1. Ejaan yang Disempurnakan (EYD): Digunakan sejak tahun 1972 dan menjadi standar dalam penulisan bahasa Indonesia selama beberapa dekade.
  2. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI): Mulai diperkenalkan pada tahun 2015, menggantikan EYD. PUEBI tidak hanya memperbarui beberapa aturan ejaan tetapi juga menyertakan pedoman yang lebih rinci tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Jadi, penggunaan yang benar sekarang adalah PUEBI.


Iklan

Raul I

01 Juli 2024 14:48

Jawaban terverifikasi

<p>Saat ini, <strong>Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)</strong> lah yang berlaku secara resmi untuk ejaan bahasa Indonesia.</p><p>Sebelumnya, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) digunakan dari tahun 1972 hingga 2015. Pada tahun 2015, EYD digantikan oleh PUEBI melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2015.</p><p>Perubahan dari EYD ke PUEBI bukan berarti terjadi dua kali pergantian ejaan. PUEBI merupakan penyempurnaan dan pembaruan dari EYD, dengan mempertimbangkan perkembangan bahasa Indonesia dan kebutuhan komunikasi modern.</p><p>PUEBI masih terus diperbarui secara berkala untuk memastikan ejaan bahasa Indonesia tetap sesuai dengan perkembangan zaman.</p><p>Sebagai pedoman resmi, PUEBI wajib digunakan dalam berbagai konteks, seperti:</p><ul><li><strong>Pendidikan:</strong> Di sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan lainnya.</li><li><strong>Pemerintahan:</strong> Dalam dokumen resmi, peraturan, dan komunikasi pemerintah.</li><li><strong>Media massa:</strong> Dalam penulisan berita, artikel, dan publikasi media lainnya.</li><li><strong>Penerbitan:</strong> Dalam buku, jurnal, dan karya tulis lainnya.</li><li><strong>Komunikasi formal:</strong> Dalam surat lamaran, email formal, dan komunikasi resmi lainnya.</li></ul><p>Meskipun PUEBI telah menjadi pedoman resmi, EYD masih sering digunakan, terutama oleh generasi yang lebih tua dan dalam beberapa dokumen lama. Namun, dalam situasi formal dan profesional, <strong>PUEBI</strong> adalah yang direkomendasikan untuk digunakan.</p><p>Berikut beberapa contoh perbedaan antara EYD dan PUEBI:</p><ul><li><strong>Penggunaan huruf kapital:</strong> PUEBI membatasi penggunaan huruf kapital, sedangkan EYD lebih banyak menggunakannya.</li><li><strong>Penggunaan tanda baca:</strong> PUEBI memiliki aturan tanda baca yang lebih detail dan konsisten.</li><li><strong>Penulisan kata serapan:</strong> PUEBI memiliki aturan yang lebih konsisten untuk penulisan kata serapan dari bahasa lain.</li><li><strong>Penulisan kata majemuk:</strong> PUEBI memiliki aturan yang lebih jelas untuk penulisan kata majemuk.</li></ul><p>&nbsp;</p><p>Kamu bisa mempelajari lebih lanjut tentang PUEBI di situs web resmi Badan Bahasa Kementerian Pendidikan,Kebudayaan, Riset, dan Teknologi: https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/.</p>

Saat ini, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) lah yang berlaku secara resmi untuk ejaan bahasa Indonesia.

Sebelumnya, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) digunakan dari tahun 1972 hingga 2015. Pada tahun 2015, EYD digantikan oleh PUEBI melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2015.

Perubahan dari EYD ke PUEBI bukan berarti terjadi dua kali pergantian ejaan. PUEBI merupakan penyempurnaan dan pembaruan dari EYD, dengan mempertimbangkan perkembangan bahasa Indonesia dan kebutuhan komunikasi modern.

PUEBI masih terus diperbarui secara berkala untuk memastikan ejaan bahasa Indonesia tetap sesuai dengan perkembangan zaman.

Sebagai pedoman resmi, PUEBI wajib digunakan dalam berbagai konteks, seperti:

  • Pendidikan: Di sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan lainnya.
  • Pemerintahan: Dalam dokumen resmi, peraturan, dan komunikasi pemerintah.
  • Media massa: Dalam penulisan berita, artikel, dan publikasi media lainnya.
  • Penerbitan: Dalam buku, jurnal, dan karya tulis lainnya.
  • Komunikasi formal: Dalam surat lamaran, email formal, dan komunikasi resmi lainnya.

Meskipun PUEBI telah menjadi pedoman resmi, EYD masih sering digunakan, terutama oleh generasi yang lebih tua dan dalam beberapa dokumen lama. Namun, dalam situasi formal dan profesional, PUEBI adalah yang direkomendasikan untuk digunakan.

Berikut beberapa contoh perbedaan antara EYD dan PUEBI:

  • Penggunaan huruf kapital: PUEBI membatasi penggunaan huruf kapital, sedangkan EYD lebih banyak menggunakannya.
  • Penggunaan tanda baca: PUEBI memiliki aturan tanda baca yang lebih detail dan konsisten.
  • Penulisan kata serapan: PUEBI memiliki aturan yang lebih konsisten untuk penulisan kata serapan dari bahasa lain.
  • Penulisan kata majemuk: PUEBI memiliki aturan yang lebih jelas untuk penulisan kata majemuk.

 

Kamu bisa mempelajari lebih lanjut tentang PUEBI di situs web resmi Badan Bahasa Kementerian Pendidikan,Kebudayaan, Riset, dan Teknologi: https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

terjemahkan ke dalam bahasa inggris " recount text" Latihan Bola Basket Saya Selama Liburan Liburan bulan Januari lalu, tepatnya hari Selasa, saya memilih untuk mengikuti latihan basket di Taman Cibabat, karena pada hari Kamis akan ada pertandingan persahabatan melawan SMP Batujajar. Jadi, saya menghabiskan waktu liburan saya dengan berlatih. Latihan dimulai pada jam 9 pagi. Saya melakukan pemanasan dengan beberapa latihan menggiring bola dan menembak. Kemudian, kami memainkan permainan latihan. Saya mencoba yang terbaik untuk meningkatkan keterampilan saya.

1

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

5

5.0

Jawaban terverifikasi