Alya L

10 Juli 2024 08:15

Iklan

Alya L

10 Juli 2024 08:15

Pertanyaan

vaskularisasi dan inevarsi sistem kardiovaskular dan respirasi

vaskularisasi dan inevarsi sistem kardiovaskular dan respirasi

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

12

:

36

:

34

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

10 Juli 2024 12:41

Jawaban terverifikasi

Vaskularisasi dan Inervasi Sistem Kardiovaskular dan Respirasi Vaskularisasi Vaskularisasi adalah proses suplai darah ke organ dan jaringan. Sistem kardiovaskular divasokularisasi oleh berbagai jenis pembuluh darah, termasuk: * Arteri: Pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen dari jantung ke organ dan jaringan. * Vena: Pembuluh darah yang membawa darah deoksigenasi dari organ dan jaringan kembali ke jantung. * Kapiler: Pembuluh darah kecil yang menghubungkan arteri dan vena. Sistem respirasi divasokularisasi oleh arteri pulmonalis dan vena pulmonalis. Arteri pulmonalis membawa darah deoksigenasi dari jantung ke paru-paru. Vena pulmonalis membawa darah kaya oksigen dari paru-paru kembali ke jantung. Inervasi Inervasi adalah suplai saraf ke organ dan jaringan. Sistem kardiovaskular diinervasi oleh sistem saraf otonom, yang terdiri dari sistem saraf simpatik dan parasimpatis. Sistem saraf simpatik bertanggung jawab untuk meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan kekuatan kontraksi jantung. Sistem saraf parasimpatis bertanggung jawab untuk menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan kekuatan kontraksi jantung. Sistem respirasi diinervasi oleh saraf frenikus, yang bertanggung jawab untuk mengontrol kontraksi diafragma. Diafragma adalah otot utama yang terlibat dalam pernapasan. Interaksi antara Sistem Kardiovaskular dan Respirasi Sistem kardiovaskular dan respirasi bekerja sama untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh dan membuang karbon dioksida. Sistem kardiovaskular mengantarkan darah kaya oksigen ke paru-paru, di mana oksigen diangkut ke dalam aliran darah. Darah kaya oksigen kemudian diangkut ke seluruh tubuh oleh sistem kardiovaskular. Sistem respirasi mengeluarkan karbon dioksida, produk sampingan dari respirasi seluler, dari tubuh. Karbon dioksida diangkut dari sel ke paru-paru melalui aliran darah. Karbon dioksida kemudian dikeluarkan dari tubuh saat kita menghembuskan napas. Gangguan Vaskularisasi dan Inervasi Gangguan pada vaskularisasi dan inervasi sistem kardiovaskular dan respirasi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk: * Penyakit jantung: Penyakit jantung adalah istilah umum untuk sejumlah kondisi yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah. Penyakit jantung dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk aterosklerosis, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. * Penyakit pernapasan: Penyakit pernapasan adalah istilah umum untuk sejumlah kondisi yang mempengaruhi paru-paru dan saluran pernapasan. Penyakit pernapasan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi, merokok, dan paparan polusi udara. * Gagal napas: Gagal napas adalah ketidakmampuan untuk menghirup atau mengeluarkan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Gagal napas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan cedera otak. Pentingnya Menjaga Kesehatan Sistem Kardiovaskular dan Respirasi Menjaga kesehatan sistem kardiovaskular dan respirasi sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kesehatan sistem kardiovaskular dan respirasi: * Makan makanan yang sehat: Makan makanan yang kaya buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Batasi konsumsi lemak jenuh, kolesterol, dan natrium. * Berolahraga secara teratur: Lakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari. * Berhenti merokok: Merokok adalah salah satu penyebab utama penyakit jantung dan penyakit pernapasan. * Jaga berat badan yang sehat: Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan penyakit pernapasan. * Kelola stres: Stres dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan penyakit pernapasan. Temukan cara yang sehat untuk mengelola stres, seperti yoga, meditasi, atau menghabiskan waktu di alam. * Periksakan diri secara teratur ke dokter: Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk memantau kesehatan sistem kardiovaskular dan respirasi Anda. Dengan mengikuti tips-tips ini, Anda dapat membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular dan respirasi Anda dan mengurangi risiko penyakit kronis.


Iklan

Nanda R

Community

11 Juli 2024 00:12

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Vaskularisasi</strong> dan <strong>innervasi</strong> adalah dua aspek penting dalam sistem kardiovaskular dan respirasi yang mempengaruhi fungsi dan regulasi keduanya:</p><p>Vaskularisasi Sistem Kardiovaskular:</p><p><strong>Jantung</strong>:</p><ul><li><strong>Pembuluh Darah Koroner</strong>: Jantung sendiri memiliki pasokan darah melalui arteri koroner yang memastikan suplai oksigen dan nutrisi yang memadai untuk fungsi kontraktilnya. Jantung juga memiliki sistem vaskular untuk menghilangkan produk sampingan metabolisme.</li></ul><p><strong>Pembuluh Darah Utama</strong>:</p><ul><li><strong>Aorta</strong>: Membawa darah yang kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh melalui cabang-cabangnya yang besar seperti arteri karotis, subklavia, dan mesenterika.</li></ul><p>Innervasi Sistem Kardiovaskular:</p><ol><li><strong>Jantung</strong>:<ul><li><strong>Sistem Saraf Otonom</strong>: Jantung diinervasi oleh sistem saraf otonom, terutama simpatis dan parasimpatis, yang mengatur denyut jantung, kekuatan kontraksi, dan laju aliran darah.</li><li><strong>Nodus SA dan AV</strong>: Terletak di dalam jantung, mengatur irama dan konduksi listrik yang mengatur detak jantung.</li></ul></li></ol><p>Vaskularisasi Sistem Respirasi:</p><ol><li><strong>Paru-paru</strong>:<ul><li><strong>Pembuluh Darah Pulmonal</strong>: Paru-paru memiliki sistem vaskular yang kompleks untuk mengangkut darah ke dan dari alveoli, di mana pertukaran gas terjadi.</li></ul></li></ol><p>Innervasi Sistem Respirasi:</p><p><strong>Trakea dan Bronkus</strong>:</p><ul><li><strong>Saraf Vagus</strong>: Saraf utama yang menginervasi trakea dan bronkus, mempengaruhi diameter saluran udara dan produksi lendir.</li></ul><p><strong>Diafragma dan Otot-otot Pernapasan</strong>:</p><ul><li><strong>Saraf Frenikus</strong>: Saraf utama yang menginervasi diafragma, otot utama dalam proses pernapasan.</li><li><strong>Otot Interkostal</strong>: Diinervasi oleh saraf-saraf spinal, mempengaruhi gerakan tulang rusuk dan ventilasi alveolar.</li></ul><p>Pentingnya Vaskularisasi dan Innervasi:</p><p><strong>Regulasi Fisiologis</strong>: Vaskularisasi dan innervasi membantu mengatur respons fisiologis dalam sistem kardiovaskular dan respirasi, seperti regulasi tekanan darah, denyut jantung, dan distribusi udara ke paru-paru.</p><p><strong>Pertukaran Gas</strong>: Vaskularisasi yang baik mendukung pertukaran gas yang efisien di paru-paru, sementara innervasi yang tepat memastikan koordinasi yang diperlukan dalam proses pernapasan.</p>

Vaskularisasi dan innervasi adalah dua aspek penting dalam sistem kardiovaskular dan respirasi yang mempengaruhi fungsi dan regulasi keduanya:

Vaskularisasi Sistem Kardiovaskular:

Jantung:

  • Pembuluh Darah Koroner: Jantung sendiri memiliki pasokan darah melalui arteri koroner yang memastikan suplai oksigen dan nutrisi yang memadai untuk fungsi kontraktilnya. Jantung juga memiliki sistem vaskular untuk menghilangkan produk sampingan metabolisme.

Pembuluh Darah Utama:

  • Aorta: Membawa darah yang kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh melalui cabang-cabangnya yang besar seperti arteri karotis, subklavia, dan mesenterika.

Innervasi Sistem Kardiovaskular:

  1. Jantung:
    • Sistem Saraf Otonom: Jantung diinervasi oleh sistem saraf otonom, terutama simpatis dan parasimpatis, yang mengatur denyut jantung, kekuatan kontraksi, dan laju aliran darah.
    • Nodus SA dan AV: Terletak di dalam jantung, mengatur irama dan konduksi listrik yang mengatur detak jantung.

Vaskularisasi Sistem Respirasi:

  1. Paru-paru:
    • Pembuluh Darah Pulmonal: Paru-paru memiliki sistem vaskular yang kompleks untuk mengangkut darah ke dan dari alveoli, di mana pertukaran gas terjadi.

Innervasi Sistem Respirasi:

Trakea dan Bronkus:

  • Saraf Vagus: Saraf utama yang menginervasi trakea dan bronkus, mempengaruhi diameter saluran udara dan produksi lendir.

Diafragma dan Otot-otot Pernapasan:

  • Saraf Frenikus: Saraf utama yang menginervasi diafragma, otot utama dalam proses pernapasan.
  • Otot Interkostal: Diinervasi oleh saraf-saraf spinal, mempengaruhi gerakan tulang rusuk dan ventilasi alveolar.

Pentingnya Vaskularisasi dan Innervasi:

Regulasi Fisiologis: Vaskularisasi dan innervasi membantu mengatur respons fisiologis dalam sistem kardiovaskular dan respirasi, seperti regulasi tekanan darah, denyut jantung, dan distribusi udara ke paru-paru.

Pertukaran Gas: Vaskularisasi yang baik mendukung pertukaran gas yang efisien di paru-paru, sementara innervasi yang tepat memastikan koordinasi yang diperlukan dalam proses pernapasan.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bu Vina mengirimkan beras kepada pedagang dalam kemasan 25 kg dan 50 kg menggunakan truk. Banyak karung beras keseluruhan adalah 200 karung dengan total berat beras adalah 8 ton, 8. Berdasarkan teks tersebut, pilihlah semua jawaban yang benar. Jawaban benar lebih dari satu. Banyak karung beras kemasan 25 kg adalah 50 buah. Banyak karung beras kemasan 50 kg adalah 150 buah. Total berat beras dalam kemasan 25 kg adalah 2 ton. Perbandingan berat beras kemasan 25 kg dan 50 kg dalam truk adalah 1: 3. 9. Berdasarkan teks tersebut, jika biaya setiap beras karung kecil adalah Rp7.500 dan karung besar Rp14.000, berapakah biaya angkut semua beras yang harus dibayar oleh Bu Vina? A. Rp2.540.000 C. Rp2.312.000 B. Rp2.475.000 D. Rp2.280.000

26

4.5

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

26

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

26

5.0

Jawaban terverifikasi