Anisa Y

30 Maret 2020 08:29

Iklan

Iklan

Anisa Y

30 Maret 2020 08:29

Pertanyaan

Variasikan kalimat berikut dalam bentuk pasif! Sejak zaman dahulu, nenek moyang kita telah mengenal tanaman lidah buaya dengan berbagai manfaatnya.


43

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

M. Ayu

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

04 Februari 2022 09:20

Jawaban terverifikasi

Halo Anisa Y. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Variasi kalimat di atas dalam bentuk pasif, yaitu "Sejak zaman dahulu, tanaman lidah buaya telah dikenal dengan berbagai manfaatnya oleh nenek moyang kita." Cermati pembahasan berikut. Variasi kalimat atau yang sering dikenal sebagai parafrasa adalah mengubah kalimat baik susunan maupun kata-kata yang digunakan menjadi bentuk kalimat yang baru tanpa mengubah maksud atau pengertian dari kalimat tersebut. Memvariasikan sebuah kalimat ke dalam bentuk pasif dapat dilakukan dengan mengubah verba aktif menjadi verba pasif yang biasanya diawali dengan awalan "di-". Verba aktif pada kalimat di atas adalah "mengenal", maka perlu diubah menjadi verba pasif "dikenal". Maka, variasi kalimat di atas dalam bentuk pasif, yaitu: "Sejak zaman dahulu, tanaman lidah buaya telah dikenal dengan berbagai manfaatnya oleh nenek moyang kita." Dengan demikian, variasi kalimat di atas dalam bentuk pasif, yaitu "Sejak zaman dahulu, tanaman lidah buaya telah dikenal dengan berbagai manfaatnya oleh nenek moyang kita." Semoga membantu ya :)


Iklan

Iklan

Arthur A

30 Maret 2020 11:28

lidah buaya sudah dikenal dengan berbagai manfaatnya oleh nenek moyang kita,sejak zaman dahulu


Zalfa A

30 Maret 2020 15:33

Nenek moyang kita telah mengenal tanaman lidah buaya dengan berbagai manfaatnya sejak zaman dahulu.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis

Dapatkan akses pembahasan sepuasnya
tanpa batas dan bebas iklan!

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

tuliskan makna gurindam dua belas berikut! "hukum adil atas rakyat, tanda raja beroleh inayat"

28

0.0

Jawaban terverifikasi

Suatu ketika, terdapat sebuah kerajaan yang diperitah seorang raja yang bijaksana. Namanya Raja Henry. Raja Henry yang telah tua itu ingin segera turun takhta. Raja Henry memiliki seorang anak bernama Pangeran Arthur. Putra mahkota itu baik hati, bertanggung jawab, serta bijaksana. Ia juga dekat dengan rakyat. Itu sebabnya ia sangat cocok untuk memerintah kerajaan itu. Tetapi sayangnya ia belum beristeri. Padahal salah satu syarat untuk menjadi raja di kerajaan itu, pangeran harus memiliki isteri. Kesibukan di istana pun dimulai. Seluruh anggota kerajaan sibuk mencarikan wanita yang cocok untuk Pangeran. Tapi, tak satu pun wanita yang dapat membuat Pangeran Arthur jatuh cinta. Selalu saja ada kekurangannya di mata Pangeran Arthur. Pada suatu hari, datanglah seorang pemuda pengembara. Ia datang ke kerajaan dan menemui Pangeran yang sedang melamun di taman istana. “Selamat pagi Pangeran Arthur!” sapa sang pengembara. “Selamat pagi. Siapakah kau?” tanya Pangeran Arthur. “Aku pengembara biasa. Namaku Theo. Kudengar, Pangeran sedang bingung memilih calon isteri?” tanya Theo. “Ya, aku bingung sekali. Semua wanita yang dikenalkan padaku, tidak ada yang menarik hati. Ada yang cantik, tapi berkulit hitam. Ada yang putih, tetapi bertubuh pendek. Ada yang bertubuh semampai, berwajah cantik, tetapi tidak bisa membaca. Aduuh!” keluh Pangeran dengan wajah bingung. “Hmm, bagaimana kalau kuajak Pangeran berjalan-jalan sebentar. Siapa tahu di perjalanan nanti Pangeran bisa menemukan jalan keluar,” ajak Theo sambil memandang wajah Pangeran yang tampak letih. “Ooh, baiklah,” jawab Pangeran sambil melangkah. Mereka berdua lalu berjalan-jalan ke luar istana. Theo mengajak Pangeran ke daerah pantai. Disana mereka berbincang-bincang dengan seorang nelayan. Tak lama kemudian nelayan itu mengajak pangeran dan Theo ke rumahnya. “Isteriku sedang memasak ikan bakar yang lezat. Pasti Pangeran menyukainya,” ujar si nelayan. Setibanya di rumah nelayan, terciumlah aroma ikan bakar yang sangat lezat. Mereka duduk di teras rumah nelayan itu. Tak lama kemudian keluarlah istri nelayan menghidangkan ikan bakar. Istri nelayan itu bertubuh pendek. Ketika sang istri masuk ke dalam, Theo bertanya, “Wahai Nelayan! Mengapa engkau memilih istri yang bertubuh pendek?” Nelayan itu tersenyum lalu menjawab, “Aku mencintainya. Lagipula, walau tubuhnya pendek, hatinya sangat baik. Ia pun pandai memasak.” Theo dan Pangeran Arthur mengangguk-angguk mengerti. tentukan unsur intrinsik tokoh yang membangun naskah drama tersebut!

126

0.0

Jawaban terverifikasi

Badanku panas dingin. Ada yang tak heres dalam mulutku, di belakang, sebelah kiri. Ketika meludah, merah. Gigi yang tak diundang, tumbuh di situ. Betapa murah hatinya Tuhan, dalam usia dewasa ini, aku masih diberi gigi. Sayangnya, dapat dikatakan, berdasarkan pendapat awamku, tak ada Iagi tempat di gusiku untuk kelebihan gusi itu. Tapi ia ngotot, menyeruak, menabrak gusi yang rapat menudunginya. Tak ada masalah dengan geraham yang gagah perkasa itu, tapi gusinya luka. lni gawat. Sebagai orang yang selalu bela jar untuk logis, aku menilai posisiku kurang menguntungkan. Maka, dengan beragam metode, kusogok Arai agar jangan ribut-ribut soal gigiku ini. Kalau Ketua Karmun sampai tahu, nasibku akan tragis macam nasib Tancap bin Seliman. Dikutip dari: Andrea Hirata, Mimpi-Mimpi Lintang Maryamah Karpov, Yogyakarta, Bentang Pustaka, 2008 Sinopsis tepat berdasarkan kutipan buku fiksi tersebut adalah ... a. Tokoh Aku merasa demam. Gigi gerahamnya tumbuh. Saat itu dia menyogok tokoh Arai untuk tidak ribut soal giginya. Dia takut ketahuan Ketua Karmun. Dia tidak ingin nasibnya tragis seperti Tancap bin Seliman. b. Tokoh Aku merasa demam. Gigi belakangnya tumbuh. Sayangnya, tidak ada lagi tempat untuk gigi itu di gusinya. Akibatnya, gusi tokoh Aku luka. Keadaan tersebut membuatnya harus menyogok tokoh Arai. c. Tokoh Aku demam. Gusi tokoh Aku luka. Keadaan itu memaksa tokoh Aku untuk menyogok tokoh Arai untuk tidak meributkan soal giginya. Dia tidak ingin bernasib tragis seperti tokoh Tancap bin Seliman. d. Tokoh Aku demam. Gigi belakangnya tumbuh . Gigi baru itu memaksa tumbuh di gusi tokoh Aku. Akibatnya, gusi tokoh Aku luka. Keadaan tersebut disembunyikan tokoh Aku dari tokoh Ketua Karmun.

47

0.0

Jawaban terverifikasi