Amanda A

24 Juli 2024 01:12

Iklan

Amanda A

24 Juli 2024 01:12

Pertanyaan

uraikan secara singkat awal mula munculnya akuntansi dan perkembangan akuntansi sampai saat ini di dunia dan di indonesia

uraikan secara singkat awal mula munculnya akuntansi dan perkembangan akuntansi sampai saat ini di dunia dan di indonesia

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

01

:

14

:

45

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Abelgavra J

24 Juli 2024 14:04

Jawaban terverifikasi

<p>Sejarah akuntansi dunia :</p><p>Dalam buku Luca Pacioli yang terbit tahun 1494, terdapat subjudul “Tractus de Computies et Scriptoris” yang mengajarkan sistem pembukuan berpasangan.</p><p>Setelah Perang Dunia II, pengaruh akuntansi semakin terasa. Bagi banyak negara, akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan praktek nasional yang melekat erat dengan hukum dan akuntan profesional. Sistem yang paling banyak digunakan adalah Anglo Saxon karena melakukan pembukukan yang terdapat dalam satu bagian akuntansi. Tidak seperti sistem lain yang memisahkan antara pembukuan dengan akuntansi.</p><p><br>Sejarah Akuntansi Indonesia :&nbsp;<br>Perusahaan di Indonesia tadinya menggunakan sistem Kontinental atau tata buku yang digagas oleh Luca Pacioli. Tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo Saxon) diperkenalkan di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, sistem pembukuan di Indonesia berganti dari Kontinental menjadi Anglo Saxon. Pada perkembangan berikutnya, akuntansi di Indonesia menerapkan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), menyesuaikan terhadap kondisi global, peningkatan transparansi laporan keuangan, dan peningkatan kualitas laporan keuangan di Indonesia.</p>

Sejarah akuntansi dunia :

Dalam buku Luca Pacioli yang terbit tahun 1494, terdapat subjudul “Tractus de Computies et Scriptoris” yang mengajarkan sistem pembukuan berpasangan.

Setelah Perang Dunia II, pengaruh akuntansi semakin terasa. Bagi banyak negara, akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan praktek nasional yang melekat erat dengan hukum dan akuntan profesional. Sistem yang paling banyak digunakan adalah Anglo Saxon karena melakukan pembukukan yang terdapat dalam satu bagian akuntansi. Tidak seperti sistem lain yang memisahkan antara pembukuan dengan akuntansi.


Sejarah Akuntansi Indonesia : 
Perusahaan di Indonesia tadinya menggunakan sistem Kontinental atau tata buku yang digagas oleh Luca Pacioli. Tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo Saxon) diperkenalkan di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, sistem pembukuan di Indonesia berganti dari Kontinental menjadi Anglo Saxon. Pada perkembangan berikutnya, akuntansi di Indonesia menerapkan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), menyesuaikan terhadap kondisi global, peningkatan transparansi laporan keuangan, dan peningkatan kualitas laporan keuangan di Indonesia.


Iklan

Nanda R

Community

27 Juli 2024 08:49

Jawaban terverifikasi

<p>Awal Mula Munculnya Akuntansi</p><p><strong>1. Sejarah Awal Akuntansi</strong></p><p><strong>Periode Kuno (Mesopotamia dan Mesir Kuno):</strong></p><ul><li>Akuntansi pertama kali muncul di Mesopotamia sekitar 5000 tahun yang lalu, di mana sistem pencatatan menggunakan bentuk awal tulisan kuneiform digunakan untuk mencatat transaksi perdagangan dan penyimpanan barang. Di Mesir Kuno, akuntansi juga berkembang dengan pencatatan hasil panen dan pengelolaan sumber daya.</li></ul><p><strong>Periode Klasik (Yunani dan Roma):</strong></p><ul><li>Di Yunani Kuno, penulisan tentang administrasi dan pengelolaan keuangan mulai dilakukan oleh para filsuf. Di Roma, sistem akuntansi yang lebih formal diterapkan untuk mengelola kekayaan kekaisaran dan pajak.</li></ul><p><strong>Abad Pertengahan (Eropa):</strong></p><ul><li>Buku besar atau "journal" pertama kali muncul pada abad ke-15 di Italia. Luca Pacioli, seorang biarawan Italia, dikenal sebagai "Bapak Akuntansi" karena karyanya yang terkenal, <i>Summa de Arithmetica</i>, yang memuat prinsip dasar akuntansi berpasangan (double-entry bookkeeping).</li></ul><p>Perkembangan Akuntansi di Dunia</p><p><strong>1. Revolusi Industri (Abad ke-18 hingga ke-19):</strong></p><ul><li>Revolusi Industri menyebabkan pertumbuhan bisnis dan perusahaan besar, yang memerlukan sistem akuntansi yang lebih kompleks. Sistem akuntansi berkembang untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan perusahaan yang lebih besar dan lebih rumit.</li></ul><p><strong>2. Abad ke-20:</strong></p><ul><li><strong>1920-an:</strong> Pembentukan badan-badan profesional akuntansi seperti American Institute of Accountants (kemudian menjadi American Institute of Certified Public Accountants - AICPA) di AS.</li><li><strong>1950-an:</strong> Standar akuntansi mulai ditetapkan secara internasional, dengan organisasi-organisasi seperti International Accounting Standards Committee (IASC) yang kemudian menjadi International Financial Reporting Standards (IFRS).</li></ul><p><strong>3. Abad ke-21:</strong></p><ul><li><strong>2000-an:</strong> Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi membawa perubahan signifikan dalam akuntansi, termasuk penggunaan perangkat lunak akuntansi, sistem ERP, dan standar internasional yang semakin diadopsi di seluruh dunia.</li><li><strong>Sekarang:</strong> Akuntansi terus berkembang dengan integrasi teknologi, penggunaan big data, dan pengembangan standar global untuk transparansi dan akurasi laporan keuangan.</li></ul><p>Perkembangan Akuntansi di Indonesia</p><p><strong>1. Awal Kemerdekaan (1945-1960):</strong></p><ul><li>Akuntansi di Indonesia pada masa awal kemerdekaan masih banyak dipengaruhi oleh sistem akuntansi kolonial Belanda. Buku besar dan pencatatan manual menjadi praktik umum.</li></ul><p><strong>2. 1960-an hingga 1980-an:</strong></p><ul><li>Pembentukan <strong>Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)</strong> pada tahun 1957 untuk mengatur dan mengembangkan profesi akuntansi di Indonesia. Peraturan dan standar akuntansi mulai disusun untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi nasional.</li></ul><p><strong>3. 1990-an hingga 2000-an:</strong></p><ul><li><strong>Standar Akuntansi Keuangan (SAK):</strong> Pengembangan dan penerapan SAK yang menyesuaikan dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) untuk meningkatkan transparansi dan konsistensi laporan keuangan.</li><li><strong>2002:</strong> Pengadopsian SAK berbasis IFRS secara bertahap.</li></ul><p><strong>4. 2010-an hingga Sekarang:</strong></p><ul><li><strong>Penerapan IFRS:</strong> Indonesia terus berupaya untuk menyelaraskan standar akuntansi dengan IFRS untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi di pasar modal.</li><li><strong>Teknologi dan Akuntansi Digital:</strong> Integrasi teknologi dalam akuntansi, termasuk penggunaan perangkat lunak akuntansi, sistem informasi akuntansi, dan audit berbasis data, semakin berkembang untuk mendukung efisiensi dan akurasi dalam laporan keuangan.</li></ul>

Awal Mula Munculnya Akuntansi

1. Sejarah Awal Akuntansi

Periode Kuno (Mesopotamia dan Mesir Kuno):

  • Akuntansi pertama kali muncul di Mesopotamia sekitar 5000 tahun yang lalu, di mana sistem pencatatan menggunakan bentuk awal tulisan kuneiform digunakan untuk mencatat transaksi perdagangan dan penyimpanan barang. Di Mesir Kuno, akuntansi juga berkembang dengan pencatatan hasil panen dan pengelolaan sumber daya.

Periode Klasik (Yunani dan Roma):

  • Di Yunani Kuno, penulisan tentang administrasi dan pengelolaan keuangan mulai dilakukan oleh para filsuf. Di Roma, sistem akuntansi yang lebih formal diterapkan untuk mengelola kekayaan kekaisaran dan pajak.

Abad Pertengahan (Eropa):

  • Buku besar atau "journal" pertama kali muncul pada abad ke-15 di Italia. Luca Pacioli, seorang biarawan Italia, dikenal sebagai "Bapak Akuntansi" karena karyanya yang terkenal, Summa de Arithmetica, yang memuat prinsip dasar akuntansi berpasangan (double-entry bookkeeping).

Perkembangan Akuntansi di Dunia

1. Revolusi Industri (Abad ke-18 hingga ke-19):

  • Revolusi Industri menyebabkan pertumbuhan bisnis dan perusahaan besar, yang memerlukan sistem akuntansi yang lebih kompleks. Sistem akuntansi berkembang untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan perusahaan yang lebih besar dan lebih rumit.

2. Abad ke-20:

  • 1920-an: Pembentukan badan-badan profesional akuntansi seperti American Institute of Accountants (kemudian menjadi American Institute of Certified Public Accountants - AICPA) di AS.
  • 1950-an: Standar akuntansi mulai ditetapkan secara internasional, dengan organisasi-organisasi seperti International Accounting Standards Committee (IASC) yang kemudian menjadi International Financial Reporting Standards (IFRS).

3. Abad ke-21:

  • 2000-an: Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi membawa perubahan signifikan dalam akuntansi, termasuk penggunaan perangkat lunak akuntansi, sistem ERP, dan standar internasional yang semakin diadopsi di seluruh dunia.
  • Sekarang: Akuntansi terus berkembang dengan integrasi teknologi, penggunaan big data, dan pengembangan standar global untuk transparansi dan akurasi laporan keuangan.

Perkembangan Akuntansi di Indonesia

1. Awal Kemerdekaan (1945-1960):

  • Akuntansi di Indonesia pada masa awal kemerdekaan masih banyak dipengaruhi oleh sistem akuntansi kolonial Belanda. Buku besar dan pencatatan manual menjadi praktik umum.

2. 1960-an hingga 1980-an:

  • Pembentukan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tahun 1957 untuk mengatur dan mengembangkan profesi akuntansi di Indonesia. Peraturan dan standar akuntansi mulai disusun untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi nasional.

3. 1990-an hingga 2000-an:

  • Standar Akuntansi Keuangan (SAK): Pengembangan dan penerapan SAK yang menyesuaikan dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) untuk meningkatkan transparansi dan konsistensi laporan keuangan.
  • 2002: Pengadopsian SAK berbasis IFRS secara bertahap.

4. 2010-an hingga Sekarang:

  • Penerapan IFRS: Indonesia terus berupaya untuk menyelaraskan standar akuntansi dengan IFRS untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi di pasar modal.
  • Teknologi dan Akuntansi Digital: Integrasi teknologi dalam akuntansi, termasuk penggunaan perangkat lunak akuntansi, sistem informasi akuntansi, dan audit berbasis data, semakin berkembang untuk mendukung efisiensi dan akurasi dalam laporan keuangan.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Cermatilah puisi " Aku " Karya CHAIRIL ANWAR benkut ini! Aku Kalau sampai waktuku Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak pertu sedu sedan itu Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Tema puisi di atas adalah.... A. ketekunan dan kemauan seseorang dalam memperjuangan hak dirinya B. kemauan untuk hidup tenang tanpa beban C. kegigihan sesorang dalam mendapatkan cinta sejati D. seseorang yang tidak mau diganggu oleh siapapun E. kepasrahan kepada keadaan yang sedang terjadi

24

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

14

0.0

Jawaban terverifikasi