Lalana L

11 November 2021 06:20

Iklan

Lalana L

11 November 2021 06:20

Pertanyaan

Uraikan (latarbelakang/penyebab, tokoh, tahun, proses/peristiwa dan akhir perlawanannya) dalam peristiwa Perlawanan ternate dan Tidore

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

03

:

52

:

47

Klaim

18

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

S. Salsabilla

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

12 Desember 2021 05:04

Jawaban terverifikasi

Hallo Lalana, kakak bantu jawab ya :) Perlawanan rakyat Tidore dan Ternate dilatarbelakangi oleh tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh Portugis dan Belanda. Perlawanan rakyat Tidore dan Ternate terjadi pada tahun 1529 dan 1565. Tokoh-tokoh pemimpin perlawanan rakyat Tidore dan Ternate adalah Pangeran Nuku, Sultan Khaerun dan Sultan Baabullah. Perlawanan rakyat Tidore terhadap Portugis meletus pada tahun 1529. Perlawanan tersebut disebabkan karena kapal-kapal Portugis menembaki jung-jung dari Banda yang akan membeli cengkeh ke Tidore. Penembakan tersebut menyebabkan masyarakat Tidore terlibat dalam pertempuran menghadapi Portugis. Dalam pertempuran tersebut, Portugis mendapat dukungan dari Ternate dan Bacan. Akhirnya Portugis dapat memenangkan pertempuran. Setelah berakhirnya pendudukan Portugis di Tidore, Belanda (dalam hal ini VOC) selanjutnya menduduki Tidore. Pada masa pendudukan Belanda, banyak tindakan yang semena-mena terhadap rakyat Tidore. Hal tersebut selanjutnya memicu perlawanan rakyat Tidore yang dipimpin oleh Pangeran Nuku. Dalam pertempuran menghadapi Belanda, Pangeran Nuku mendapat dukungan dari Papua, Halmahera, hingga Inggris. Perlawanan Ternate terhadap Portugis meletus pada tahun 1565. Perlawanan tersebut dipicu oleh tindakan sewenang-wenang Portugis terhadap masyarakat Ternate. Perlawanan rakyat Ternate dipimpin oleh Sultan Khaerun. Dalam perkembangannya, Portugis menawarkan perundingan terhadap Sultan Khaerun, dan diterima oleh Sultan Khaerun. Tetapi, perundingan tersebut hanya merupakan tipu muslihat yang dilakukan oleh Portugis untuk menangkap dan membunuh Sultan Khaerun. Setelah kematian Sultan Khaerun, perlawanan rakyat Ternate selanjutnya dipimpin oleh Sultan Baabullah (putera Sultan Khaerun). Pada masa pemerintahan Sultan Baabullah, seluruh rakyat di Kepulauan Maluku berhasil dipersatukan, termasuk Ternate dan Tidore. Akhirnya Portugis dapat didesak mundur dan pada tahun 1575 berhasil diusir dari Ternate.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

30

5.0

Jawaban terverifikasi