Sanjaya S

15 Februari 2022 18:58

Iklan

Sanjaya S

15 Februari 2022 18:58

Pertanyaan

Uraikan 3 contoh tradisi Hindu-Buddha dan Islam yang masih dilakukan oleh masyarakat Indonesia hingga saat ini!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

07

:

20

:

26

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Ramadhan

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

17 Februari 2022 04:45

Jawaban terverifikasi

Hai Sanjaya, kakak bantu jawab ya. Contoh tradisi Hindu-Buddha yang sampai saat ini masih dilakukan oleh masyarakat Indonesia yaitu pertunjukkan wayang, upacara keagamaan Ngaben dan Kesodo. Adapun pada tradisi Islam yakni seni tari seperti tari Seudati dan tari Saman. Selain itu juga terdapat aksi debus atau kesenian bela diri yang dilakukan oleh masyarakat Banten. Untuk lebih jelasnya, pahami penjelasan berikut ini: Pertunjukan Wayang merupakan perpaduan dari seni pertunjukan, seni musik, seni peran, seni sastra, dan seni rupa. Pertunjukan Wayang biasanya diiringi oleh alunan gamelan. Dalang menjadi tokoh kunci dalam pertunjukan wayang. Dalang berperan dalam menentukan jalan cerita, memerankan tokoh-tokoh, dan mengatur seluruh pertunjukan. Adapun upacara keagamaan contohnya adalah Ngaben dan Kesodo. Ngaben merupakan upacara pembakaran jenazah pada masyarakat Hindu di Bali. Kesodo adalah upacara yang dilakukan oleh masyarakat Hindu di Tengger, Jawa Timur. Kesodo merupakan upacara mempersembahkan sesaji ke kawah Gunung Bromo. Salah satu tarian yang merupakan peninggalan dari masa Islam adalah tari seudati atau tari saman dari Aceh. Tarian ini dilakukan dengan iringan nyanyian yang sebenarnya adalah selawat atau pujian kepada nabi. Selain itu salah satu tradisi Islam yang masih dilakukan masyarakat Indonesia saat ini yakni debus. Debus merupakan kesenian bela diri dari Banten. Dalam kesenian ini, pemain menusukkan benda tajam ke tubuhnya tanpa meninggalkan luka. Kesenian Debus berawal pada abad ke-16 M, pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin. Debus pernah digunakan sebagai sarana untuk memompa semangat juang rakyat Banten melawan Belanda pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Semoga membantu ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi