Rahmat S

26 April 2022 06:42

Iklan

Rahmat S

26 April 2022 06:42

Pertanyaan

Upaya pencegahan di/tii ?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

18

:

53

:

02

Klaim

5

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Halimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

08 Agustus 2022 03:24

Jawaban terverifikasi

Upaya pencegahan DI/TII dilakukan dengan upaya operasi militer, diplomasi dll : 1. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Jawa Barat : pencegahan dilakukan dengan pemerintah mengeluarkan peraturan No. 59 Tahun 1958 yang berisi tentang penumpasan DI/TII. Selanjutnya dilakukan upaya penumpasan pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dilakukan dengan menurunkan pasukan Kodam Siliwangi dan menerapkan taktik Pagar Betis dan Operasi Brata Yudha bertujuan untuk menemukan tempat persembunyian Kartosuwiryo. 2. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Jawa Tengah : memisahkan Air Fatah dengan Kartosuwiryo, TNI melakukan penumpasan yang membuat kekuatan DI/TII pimpinan Amir Fatah terpecah menjadi kelompok-kelompok kecil yang mudah dikalahkan. 3. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Sulawesi Selatan : pemerintah pusat pun mengirimkan operasi militer ke Sulawesi Selatan dan akhirnya, Februari 1965 Kahar Muzakkar sebagai pemimpin pemberontakan ditangkap dan ditembak mati. 4. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Kalimantan : mengirim pasukan militer ke Kalimantan Selatan untuk menumpas pemberontakan. 5. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Aceh : upaya penumpasan pemberontakan DI/TII di Aceh melalui upaya militer dan diplomasi. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang pertama dipimpin oleh Kartosuwiryo pada tanggal 7 Agustus 1949 di Jawa Barat. Pemberontakan ini terjadi karena Kartosuwiryo kecewa akan hasil perjanjian Renville. Lalu ia mendirikan Negara Islam Indonesia/NII untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dengan syari'at Islam. Kebijakan Kartosuwiryo dengan mendirikan NII (disintegrasi) dalam Negara Republik Indonesia telah mengkhianati cita-cita proklamasi kemerdekaan dan pancasila, dimana cita-cita tersebut adalah Indonesia perlu menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan agar tidak mudah dipecah belah dan dikuasai lagi bangsa penjajah. Nantinya pemberontakan DI/TII menyebar ke beberapa wilayah Indonesia, seperti Jawa Tengah yang dipimpin Amir Fatah, Sulawesi Selatan yang dipimpin Kahar Muzakar, Kalimantan yang dipimpin oleh Ibnu Hajar hingga Aceh yang dipimpin Daud Beureueh. Upaya pencegahan DI/TII dilakukan dengan upaya operasi militer, diplomasi dll : 1. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Jawa Barat : pencegahan dilakukan dengan pemerintah mengeluarkan peraturan No. 59 Tahun 1958 yang berisi tentang penumpasan DI/TII. Selanjutnya dilakukan upaya penumpasan pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dilakukan dengan menurunkan pasukan Kodam Siliwangi dan menerapkan taktik Pagar Betis dan Operasi Brata Yudha bertujuan untuk menemukan tempat persembunyian Kartosuwiryo. 2. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Jawa Tengah : memisahkan Air Fatah dengan Kartosuwiryo, TNI melakukan penumpasan yang membuat kekuatan DI/TII pimpinan Amir Fatah terpecah menjadi kelompok-kelompok kecil yang mudah dikalahkan. 3. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Sulawesi Selatan : pemerintah pusat pun mengirimkan operasi militer ke Sulawesi Selatan dan akhirnya, Februari 1965 Kahar Muzakkar sebagai pemimpin pemberontakan ditangkap dan ditembak mati. 4. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Kalimantan : mengirim pasukan militer ke Kalimantan Selatan untuk menumpas pemberontakan. 5. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Aceh : upaya penumpasan pemberontakan DI/TII di Aceh melalui upaya militer dan diplomasi. Dengan demikian, upaya pencegahan DI/TII dilakukan dengan upaya operasi militer, diplomasi dll : 1. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Jawa Barat : pencegahan dilakukan dengan pemerintah mengeluarkan peraturan No. 59 Tahun 1958 yang berisi tentang penumpasan DI/TII. Selanjutnya dilakukan upaya penumpasan pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dilakukan dengan menurunkan pasukan Kodam Siliwangi dan menerapkan taktik Pagar Betis dan Operasi Brata Yudha bertujuan untuk menemukan tempat persembunyian Kartosuwiryo. 2. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Jawa Tengah : memisahkan Air Fatah dengan Kartosuwiryo, TNI melakukan penumpasan yang membuat kekuatan DI/TII pimpinan Amir Fatah terpecah menjadi kelompok-kelompok kecil yang mudah dikalahkan. 3. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Sulawesi Selatan : pemerintah pusat pun mengirimkan operasi militer ke Sulawesi Selatan dan akhirnya, Februari 1965 Kahar Muzakkar sebagai pemimpin pemberontakan ditangkap dan ditembak mati. 4. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Kalimantan : mengirim pasukan militer ke Kalimantan Selatan untuk menumpas pemberontakan. 5. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Aceh : upaya penumpasan pemberontakan DI/TII di Aceh melalui upaya militer dan diplomasi. Semoga membantu yaa ;)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

24

5.0

Jawaban terverifikasi