Indri A

12 Desember 2022 04:22

Iklan

Indri A

12 Desember 2022 04:22

Pertanyaan

Untuk mempersiapkan penduduk pribumi yang ”lebih beradab” pemerintah kolonial Hindia Belanda mendirikan beragam sekolah di Hindia Belanda. Apa yang menjadi karakteristik dari sekolah-sekolah tersebut? A. Dualistik Diskriminatif, Gradualistik, dan Soliter B. , Soliter, dan Gradualistik C. Dualistik-Diskriminatif, Egaliter, dan Soliter D. Dualistik Diskriminatif, Egaliter, dan Gradualistik E. Dualistik-Diskriminatif, Gradualistik, dan Konkordasi

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

13

:

19

:

37

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Sanji V

12 Desember 2022 06:57

Jawaban terverifikasi

<p>Jawabannya adalah E.</p><p>&nbsp;</p><p>Sekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda itu awalnya hanya terbatas sampai tingkat rendah. Namun, pada awal abad ke-20, mulai dibuka sekolah tingkat menengah dan sekolah tingkat tinggi pada tahun 1920-an. Kebijakan pemerintah kolonial Belanda ini telah mendorong beberapa tokoh/golongan terpelajar untuk berusaha memajukan pendidikan dan pengajaran di Indonesia. Namun, dalam perjalanannya, masih terdapat diskriminasi dalam pelaksanaannya, di samping sifat-sifat lembaga pendidikannya yang terlalu elite. Inilah yang menyebabkan perkembangan sistem pendidikan di Indonesia berjalan dengan sangat lambat.<br>Ciri-ciri kebijakan pendidikan Hindia Belanda, yaitu:&nbsp;</p><p>(1) Gradualisme yang luar biasa dalam penyediaan pendidikan bagi anak-anak Indonesia;&nbsp;</p><p>(2) Dualisme dalam pendidikan dengan menekankan perbedaan yang tajam antara pendidikan Belanda dan pendidikan pribumi;&nbsp;</p><p>(3) Kontrol sentral yang ketat;&nbsp;</p><p>(4) Keterbatasan tujuan sekolah pribumi, dan peranan sekolah untuk menghasilkan pegawai sebagai faktor penting dalam perkembangan pendidikan;&nbsp;</p><p>(5) Prinsip konkordasi yang menyebabkan sekolah di Indonesia sama dengan di negeri Belanda;&nbsp;</p><p>(6) Tidak adanya perencanaan pendidikan yang sistematis untuk pendidikan pribumi&nbsp;</p>

Jawabannya adalah E.

 

Sekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda itu awalnya hanya terbatas sampai tingkat rendah. Namun, pada awal abad ke-20, mulai dibuka sekolah tingkat menengah dan sekolah tingkat tinggi pada tahun 1920-an. Kebijakan pemerintah kolonial Belanda ini telah mendorong beberapa tokoh/golongan terpelajar untuk berusaha memajukan pendidikan dan pengajaran di Indonesia. Namun, dalam perjalanannya, masih terdapat diskriminasi dalam pelaksanaannya, di samping sifat-sifat lembaga pendidikannya yang terlalu elite. Inilah yang menyebabkan perkembangan sistem pendidikan di Indonesia berjalan dengan sangat lambat.
Ciri-ciri kebijakan pendidikan Hindia Belanda, yaitu: 

(1) Gradualisme yang luar biasa dalam penyediaan pendidikan bagi anak-anak Indonesia; 

(2) Dualisme dalam pendidikan dengan menekankan perbedaan yang tajam antara pendidikan Belanda dan pendidikan pribumi; 

(3) Kontrol sentral yang ketat; 

(4) Keterbatasan tujuan sekolah pribumi, dan peranan sekolah untuk menghasilkan pegawai sebagai faktor penting dalam perkembangan pendidikan; 

(5) Prinsip konkordasi yang menyebabkan sekolah di Indonesia sama dengan di negeri Belanda; 

(6) Tidak adanya perencanaan pendidikan yang sistematis untuk pendidikan pribumi 


Iklan

Aldo S

12 Desember 2022 08:29

Jawaban terverifikasi

<p>Untuk memenuhi kebijakan tersebut, Belanda kemudian mendirikan beberapa sekolah untuk kalangan pribumi, baik kelas bawah, menengah, maupun tingkat tinggi.</p><p>Perkembangan pendidikan di Indonesia mulai lebih progresif setelah memasuki tahun 1900.</p><p>Secara umum, sistem pendidikan di Indonesia pada masa Belanda diterapkan dengan cara:</p><ol><li>Pendidikan dasar meliputi jenis sekolah dengan pengantar bahasa Belanda, bahasa daerah, dan sekolah peralihan</li><li>Pendidikan lanjutan yang meliputi pendidikan umum dan kejuruan</li><li>Pendidikan tinggi.</li></ol><p>Akan tetapi, meskipun kalangan pribumi diperbolehkan untuk bersekolah, perbedaan perilaku terhadap rakyat bumiputra masih ketara.</p><p>Hal ini dapat dilihat dengan dibedakannya kesempatan untuk memasuki sekolah bagi golongan atas dengan golongan bawah.&nbsp;</p><p>Untuk memasuki sekolah tertentu, rakyat dari golongan bawah masih dipersulit dengan berbagai aturan-aturan yang memberatkan.</p><p>Hal ini memang sengaja dilakukan agar rakyat pribumi hanya menduduki sekolah pada tingkat rendah saja.&nbsp;</p><p>Jadi jawaban yang tepat adalah E.</p>

Untuk memenuhi kebijakan tersebut, Belanda kemudian mendirikan beberapa sekolah untuk kalangan pribumi, baik kelas bawah, menengah, maupun tingkat tinggi.

Perkembangan pendidikan di Indonesia mulai lebih progresif setelah memasuki tahun 1900.

Secara umum, sistem pendidikan di Indonesia pada masa Belanda diterapkan dengan cara:

  1. Pendidikan dasar meliputi jenis sekolah dengan pengantar bahasa Belanda, bahasa daerah, dan sekolah peralihan
  2. Pendidikan lanjutan yang meliputi pendidikan umum dan kejuruan
  3. Pendidikan tinggi.

Akan tetapi, meskipun kalangan pribumi diperbolehkan untuk bersekolah, perbedaan perilaku terhadap rakyat bumiputra masih ketara.

Hal ini dapat dilihat dengan dibedakannya kesempatan untuk memasuki sekolah bagi golongan atas dengan golongan bawah. 

Untuk memasuki sekolah tertentu, rakyat dari golongan bawah masih dipersulit dengan berbagai aturan-aturan yang memberatkan.

Hal ini memang sengaja dilakukan agar rakyat pribumi hanya menduduki sekolah pada tingkat rendah saja. 

Jadi jawaban yang tepat adalah E.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

36

5.0

Jawaban terverifikasi