Monica A

17 Februari 2022 14:02

Iklan

Monica A

17 Februari 2022 14:02

Pertanyaan

Tuliskan tiga faktor yang menyebabkan dikeluarkan nya Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

02

:

09

:

11

Klaim

52

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

E. Ariska

25 Februari 2022 05:55

Jawaban terverifikasi

Hai Monica A, Kakak bantu jawab ya. Faktor yang menyebabkan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yaitu Kegagalan dari Badan Konstituante dalam menetapkan Undang - Undang Dasar, Sering terjadinya pergantian kabinet dan kondisi politik tidak stabil. Untuk lebih jelasnya, pahamilah penjelasan berikut ini Dekrit Presiden dikeluarkan oleh presiden pertama Indonesia, yaitu Presiden Soekarno pada 5 Juli 1959. Dikeluarkannya Dekrit Presiden ini karena 1. Kegagalan dari Badan Konstituante dalam menetapkan Undang - Undang Dasar (UUD) baru pengganti UUD Sementara 1950. Pemilihan umum tahap II pada tanggal 15 Desember 1955 mengantar terbentuknya Dewan Konstituante yang bertugas menyusun Undang Undang Dasar. Namun, antara kurun waktu 1956-1959, Dewan Konstituante belum berhasil merumuskan Undang-Undang Dasar tersebut. Ketidak berhasilan Konstituante menyusun UUD baru dan kehidupan politik yang tidak stabil menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat Indonesia. Pada tanggal 22 April 1959, Presiden Soekarno berpidato di depan sidang Konstituante yang menganjurkan agar Konstituante menetapkan UUD 1945 menjadi UUD Republik Indonesia. Konstituante kemudian mengadakan sidang untuk membahas usulan tersebut dan diadakan pemungutan suara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pemungutan suara tidak memenuhi kuorum. Banyak anggota Dewan Konstituante yang tidak hadir. Kemudian diadakan pemungutan suara yang kedua pada tanggal 2 Juni 1959. Pemungutan suara kedua juga tidak memenuhi kuorum. Dengan demikian, terjadi lagi kemacetan dalam Konstituante. Pada tanggal 3 Juni 1959 para anggota dewan mengadakan reses atau istirahat bersidang. Ternyata reses ini tidak hanya sementara waktu tetapi untuk selamanya. Artinya, Dewan Konstituante membubarkan diri. 2. Sering terjadinya pergantian kabinet Sistem multi partai pada masa demokrasi liberal menimbulkan persaingan antar golongan. Masing-masing partai hanya mau mencari kemenangan dan popularitas partai dan pendukungnnya, sehingga mengakibatkan ketidakstabilan politik Indonesia. Ketidakstabilan politik juga diwarnai jatuh bangunnya kabinet karena antara masing-masing partai tidak ada sikap saling percaya. Sebagai bukti dapat dilihat pergantian kabinet dalam waktu yang relatif singkat berikut ini. a. Kabinet Natsir (September 1950 - Maret 1951). b. Kabinet Sukiman (April 1951 - Februari 1952). c. Kabinet Wilopo (April 1952 - Juni 1953). d. Kabinet Ali Sastroamijoyo I (Juli 1953 – Agustus 1955). e. Kabinet Burhanuddin Harahap (Agustus 1955 - Maret 1956) f. Kabinet Ali Sastroamijoyo II (Maret 1956 - Maret 1957). g. Kabinet Juanda (Maret 1957 - Juli 1959). 3. Kondisi politik yang tidak stabil Silih bergantinya kabinet dalam waktu yang relatif singkat menyebabkan ketidakpuasan pemerintahan daerah. Karena pemerintahan pusat sibuk dengan pergantian kabinet, daerah kurang mendapat perhatian. Tuntutan-tuntutan dari daerah ke pusat sering tidak didengarkan. Situasi ini menyebabkan munculnya gejala provinsialisme atau sifat kedaerahan. Gejala provinsialisme akhirnya berkembang ke separatisme atau usaha memisahkan diri dari pusat. Gejala tersebut terwujud dalam berbagai macam pemberontakan, APRA, pemberontakan Andi Azis,RMS, PRRI, dan Permesta. Semoga membantu ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

70

5.0

Jawaban terverifikasi