Rahmat S

16 Januari 2023 10:11

Iklan

Rahmat S

16 Januari 2023 10:11

Pertanyaan

Tuliskan gerakan apa saja yang dilakukan oleh di/tii !

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

18

:

26

:

53

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

W. Ega

25 Januari 2023 00:31

Jawaban terverifikasi

<p>Jawabannya adalah sebagai berikut</p><p>&nbsp;</p><p>Bentuk dari disintegrasi bangsa salah satunya ialah terjadinya pemberontakan atau pergolakan yang mengancam kesatuan nasional. Adapun yang melatarbelakangi hal tersebut terjadi ialah adanya ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintahan pusat sehingga membuat mereka ingin membangun negara sendiri atau lepas dari NKRI. Cikal bakal pemberontakan DI/TII yang meluas di beberapa wilayah Indonesia bermula dari sebuah gerakan di Jawa Barat tepatnya Tasikmalaya. Gerakan DI/TII dilatarbelakangi oleh keinginan membentuk negara Islam atau Darul Islam di Jawa Barat pada tahun 1948. Gerakan DI/TII sendiri dipimpin oleh Kartosuwiryo. Dalam mengorganisir pemberontakannya, para tokoh DI/TII Jawa Barat mengajak para pasukan Hizbullah dan Sabilillah yang tidak ingin bergabung untuk menjadi anggota TNI karena menolak untuk ikut hijrah sehingga terus melakukan perang gerilya di Jawa Barat agar dapat bersatu dalam TII. Selain itu, Kartosuwiryo dan tokoh DI/TII Jawa Barat lainnya, Raden Oni, menggelar konferensi di Cisayong&nbsp;wakil-wakil organisasi Islam untuk ikut bergabung dalam pembentukan TII. Dalam perkembangannya, gerakan DI/TII sering terlibat kontak senjata dengan pasukan TNI. Hingga akhirnya pada tahun 1959, pemerintah Indonesia melakukan operasi militer pemberantasan DI/TII. Operasi tersebut dikenal dengan "Operasi Pagar Betis". Operasi Pagar Betis bersifat terpadu, dimana tentara menyertakan peran masyarakat untuk mengepung tempat-tempat pasukan DI/TII. Tujuannya adalah untuk mempersempit ruang gerak dan tempur pasukan DI/TII. Akhirnya pada tahun 1962, pemimpin pasukan DII/TII, yakni Kartosuwiryo, berhasil ditangkap. Kartosuwiryo selanjutnya dijatuhi hukuman mati.</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi, aksi-aksi yang dilakukan para tokoh DI/TII adalah dengan merangkul pasukan Hizbullah dan Sabilillah yang tidak ingin bergabung menjadi anggota TNI serta menggelar konferensi yang dihadiri oleh wakil-wakil organisasi Islam.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Jawabannya adalah sebagai berikut

 

Bentuk dari disintegrasi bangsa salah satunya ialah terjadinya pemberontakan atau pergolakan yang mengancam kesatuan nasional. Adapun yang melatarbelakangi hal tersebut terjadi ialah adanya ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintahan pusat sehingga membuat mereka ingin membangun negara sendiri atau lepas dari NKRI. Cikal bakal pemberontakan DI/TII yang meluas di beberapa wilayah Indonesia bermula dari sebuah gerakan di Jawa Barat tepatnya Tasikmalaya. Gerakan DI/TII dilatarbelakangi oleh keinginan membentuk negara Islam atau Darul Islam di Jawa Barat pada tahun 1948. Gerakan DI/TII sendiri dipimpin oleh Kartosuwiryo. Dalam mengorganisir pemberontakannya, para tokoh DI/TII Jawa Barat mengajak para pasukan Hizbullah dan Sabilillah yang tidak ingin bergabung untuk menjadi anggota TNI karena menolak untuk ikut hijrah sehingga terus melakukan perang gerilya di Jawa Barat agar dapat bersatu dalam TII. Selain itu, Kartosuwiryo dan tokoh DI/TII Jawa Barat lainnya, Raden Oni, menggelar konferensi di Cisayong wakil-wakil organisasi Islam untuk ikut bergabung dalam pembentukan TII. Dalam perkembangannya, gerakan DI/TII sering terlibat kontak senjata dengan pasukan TNI. Hingga akhirnya pada tahun 1959, pemerintah Indonesia melakukan operasi militer pemberantasan DI/TII. Operasi tersebut dikenal dengan "Operasi Pagar Betis". Operasi Pagar Betis bersifat terpadu, dimana tentara menyertakan peran masyarakat untuk mengepung tempat-tempat pasukan DI/TII. Tujuannya adalah untuk mempersempit ruang gerak dan tempur pasukan DI/TII. Akhirnya pada tahun 1962, pemimpin pasukan DII/TII, yakni Kartosuwiryo, berhasil ditangkap. Kartosuwiryo selanjutnya dijatuhi hukuman mati.

 

Jadi, aksi-aksi yang dilakukan para tokoh DI/TII adalah dengan merangkul pasukan Hizbullah dan Sabilillah yang tidak ingin bergabung menjadi anggota TNI serta menggelar konferensi yang dihadiri oleh wakil-wakil organisasi Islam. 

 


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

39

5.0

Jawaban terverifikasi