Rahmat S

07 November 2022 16:40

Iklan

Rahmat S

07 November 2022 16:40

Pertanyaan

Tuliskan bentuk ancaman disintegrasi bangsa pada no peta di bawah ini !

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

19

:

42

:

41

Klaim

10

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

D. Susyanti

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Semarang

06 Januari 2023 08:55

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban: bentuk dari ancaman disintegrasi bangsa Indonesia berdasarkan peta adalah pemberontakan bersenjata yang ingin lepas dari Republik Indonesia dengan mendirikan negara mereka sendiri.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Untuk lebih jelasnya, yukk pahami penjelasan berikut ini</p><p>&nbsp;</p><p>Sejarah mencatat bahwa setelah kemerdekaan, kondisi Indonesia mengalami begitu banyak ancaman Disintegrasi dengan latar belakang yang berbeda, mulai dari perbedaan ideologi, kepentingan, dan perpedaan pemerintahan.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Berdasarkan peta di atas, maka dapat dijelaskan bahwa bentuk-bentuk ancaman disintegrasi ditunjukkan dari wilayah-wilayahnya:</p><p>1) DI/TII Aceh, yakni pemberontakan DI/TII yang dipimpin oleh Daud Beureueh yang menyatakan bahwa Aceh bagian dari Negara Islam Indonesia bentukan Kartosuwiryo pada 20 September 1953.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>2) Palembang, daerah yang menjadi basis dari pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) yang dipimpin oleh Ahmad Husein pada 15 Februari 1958 karena perbedaan kebijakan pembangunan antara daerah lain dan Jakarta</p><p>&nbsp;</p><p>3) DI/TII di Jawa Tengah (Tegal, Brebes dan Kebumen), yakni DI/TII yang dipimpin oleh Amir Fatah dan Kiai Sumolangu yang menyatakan menjadi bagian dari Negara Islam Indonesia bentukan Kartosuwiryo</p><p>&nbsp;</p><p>4) DI/TII di Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Ibnu Hajar, seorang mantan tentara anggota TNI.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>5) Pemberontakan yang pernah terjadi di Sulawesi Selatan pernah terjadi sebanyak dua kali, yakni gerakan dibawah panji-panji DI/TII dibawah pimpinan Kahar Muzakar dan pemberontakan oleh tokoh penting di Makassar yakni Permesta yang dipimpin oleh Letkol Ventje Sumual pada 1957</p><p>&nbsp;</p><p>6) Pemberontakan RMS di Maluku yang dipimpin oleh dr. Soumokil yang ingin mempertahankan NIT dan tidak ingin bersatu dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, bentuk dari ancaman disintegrasi bangsa Indonesia berdasarkan peta adalah pemberontakan bersenjata yang ingin lepas dari Republik Indonesia dengan mendirikan negara mereka sendiri.&nbsp;</p>

Jawaban: bentuk dari ancaman disintegrasi bangsa Indonesia berdasarkan peta adalah pemberontakan bersenjata yang ingin lepas dari Republik Indonesia dengan mendirikan negara mereka sendiri. 

 

Untuk lebih jelasnya, yukk pahami penjelasan berikut ini

 

Sejarah mencatat bahwa setelah kemerdekaan, kondisi Indonesia mengalami begitu banyak ancaman Disintegrasi dengan latar belakang yang berbeda, mulai dari perbedaan ideologi, kepentingan, dan perpedaan pemerintahan. 

 

Berdasarkan peta di atas, maka dapat dijelaskan bahwa bentuk-bentuk ancaman disintegrasi ditunjukkan dari wilayah-wilayahnya:

1) DI/TII Aceh, yakni pemberontakan DI/TII yang dipimpin oleh Daud Beureueh yang menyatakan bahwa Aceh bagian dari Negara Islam Indonesia bentukan Kartosuwiryo pada 20 September 1953. 

 

2) Palembang, daerah yang menjadi basis dari pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) yang dipimpin oleh Ahmad Husein pada 15 Februari 1958 karena perbedaan kebijakan pembangunan antara daerah lain dan Jakarta

 

3) DI/TII di Jawa Tengah (Tegal, Brebes dan Kebumen), yakni DI/TII yang dipimpin oleh Amir Fatah dan Kiai Sumolangu yang menyatakan menjadi bagian dari Negara Islam Indonesia bentukan Kartosuwiryo

 

4) DI/TII di Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Ibnu Hajar, seorang mantan tentara anggota TNI. 

 

5) Pemberontakan yang pernah terjadi di Sulawesi Selatan pernah terjadi sebanyak dua kali, yakni gerakan dibawah panji-panji DI/TII dibawah pimpinan Kahar Muzakar dan pemberontakan oleh tokoh penting di Makassar yakni Permesta yang dipimpin oleh Letkol Ventje Sumual pada 1957

 

6) Pemberontakan RMS di Maluku yang dipimpin oleh dr. Soumokil yang ingin mempertahankan NIT dan tidak ingin bersatu dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia 

 

Dengan demikian, bentuk dari ancaman disintegrasi bangsa Indonesia berdasarkan peta adalah pemberontakan bersenjata yang ingin lepas dari Republik Indonesia dengan mendirikan negara mereka sendiri. 


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

36

5.0

Jawaban terverifikasi