Slyta T

06 Februari 2024 11:29

Iklan

Slyta T

06 Februari 2024 11:29

Pertanyaan

tuliskan bahan tambahan dalam proses pembuatan produk yang berbahan baku plastik

tuliskan bahan tambahan dalam proses pembuatan produk yang berbahan baku plastik

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

08

:

18

:

57

Klaim

4

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

09 Februari 2024 09:10

Jawaban terverifikasi

Pertanyaan ini berkaitan dengan bahan tambahan dalam proses pembuatan produk yang berbahan baku plastik. Dalam pembuatan plastik, beberapa bahan tambahan yang biasa digunakan adalah: 1. Pengisi (Fillers): Bahan ini digunakan untuk meningkatkan kekuatan, kekakuan, dan mengurangi biaya produksi. Contohnya adalah kaca, serat, dan talk. 2. Plasticizers: Bahan ini digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas dan keuletan plastik. Contohnya adalah ftalat dan adipat. 3. Stabilizers: Bahan ini digunakan untuk mencegah degradasi plastik akibat panas atau radiasi UV. Contohnya adalah epoksi dan fenol. 4. Pigmen: Bahan ini digunakan untuk memberikan warna pada plastik. Contohnya adalah titanium dioksida dan karbon hitam. 5. Lubricants: Bahan ini digunakan untuk mencegah plastik menempel pada alat-alat selama proses pembuatan. Contohnya adalah lilin dan lemak. Kesimpulan: Bahan tambahan dalam proses pembuatan produk yang berbahan baku plastik meliputi pengisi, plasticizers, stabilizers, pigmen, dan lubricants. Semoga penjelasan ini membantu kamu ๐Ÿ™‚


Iklan

Salsabila M

Community

31 Maret 2024 06:32

Jawaban terverifikasi

<p>Dalam proses pembuatan produk yang menggunakan bahan baku plastik, terdapat beberapa bahan tambahan yang umumnya digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia, atau estetika plastik. Berikut adalah beberapa contoh bahan tambahan yang sering digunakan dalam proses tersebut:</p><p><strong>Pewarna</strong>: Pewarna digunakan untuk memberikan warna pada plastik sehingga produk akhir memiliki tampilan yang diinginkan. Pewarna dapat berupa pewarna pigmen atau pewarna pengisi.</p><p><strong>Penguat</strong>: Bahan penguat seperti serat kaca atau serat karbon digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kekakuan produk plastik. Penguat ini biasanya digunakan dalam produk-produk yang membutuhkan kekuatan tambahan, seperti produk otomotif atau konstruksi.</p><p><strong>Pengisi</strong>: Pengisi seperti serbuk kayu atau serbuk logam digunakan untuk meningkatkan kekakuan, kekuatan, dan stabilitas dimensi produk plastik. Pengisi juga dapat digunakan untuk mengurangi biaya bahan dan mengurangi penyusutan plastik.</p><p><strong>Penghambat UV</strong>: Bahan penghambat sinar ultraviolet (UV) digunakan untuk melindungi produk plastik dari kerusakan akibat paparan sinar UV. Hal ini umumnya digunakan pada produk yang akan digunakan di luar ruangan.</p><p><strong>Pengawet</strong>: Bahan pengawet ditambahkan ke dalam plastik untuk melindungi produk dari kerusakan akibat faktor lingkungan seperti panas, dingin, kelembaban, atau reaksi kimia. Pengawet juga dapat digunakan untuk meningkatkan umur simpan produk plastik.</p><p><strong>Pelumas</strong>: Pelumas digunakan untuk mengurangi gesekan antara molekul plastik selama proses produksi. Hal ini dapat membantu mengurangi keausan peralatan dan meningkatkan efisiensi proses produksi.</p><p><strong>Plasticizer</strong>: Plasticizer adalah bahan tambahan yang digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas, keuletan, dan kekuatan tarik plastik. Plasticizer sering digunakan dalam produksi produk karet sintetis, vinil, dan plastik lainnya.</p><p><strong>Antibakteri atau Antimikroba</strong>: Bahan tambahan ini ditambahkan ke dalam plastik untuk mencegah pertumbuhan bakteri atau mikroorganisme lainnya pada permukaan produk, sehingga menjaga kebersihan dan keamanan produk.</p><p><strong>Pengikat</strong>: Pengikat atau agen pengikat digunakan untuk meningkatkan adhesi antara lapisan-lapisan plastik atau antara plastik dengan bahan lainnya, seperti logam atau kaca.</p><p><strong>Agen anti-pencahayaan</strong>: Agen anti-pencahayaan digunakan untuk mengurangi efek buruk dari paparan cahaya yang berlebihan terhadap produk plastik, seperti perubahan warna atau degradasi struktur.</p><p><br>&nbsp;</p>

Dalam proses pembuatan produk yang menggunakan bahan baku plastik, terdapat beberapa bahan tambahan yang umumnya digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia, atau estetika plastik. Berikut adalah beberapa contoh bahan tambahan yang sering digunakan dalam proses tersebut:

Pewarna: Pewarna digunakan untuk memberikan warna pada plastik sehingga produk akhir memiliki tampilan yang diinginkan. Pewarna dapat berupa pewarna pigmen atau pewarna pengisi.

Penguat: Bahan penguat seperti serat kaca atau serat karbon digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kekakuan produk plastik. Penguat ini biasanya digunakan dalam produk-produk yang membutuhkan kekuatan tambahan, seperti produk otomotif atau konstruksi.

Pengisi: Pengisi seperti serbuk kayu atau serbuk logam digunakan untuk meningkatkan kekakuan, kekuatan, dan stabilitas dimensi produk plastik. Pengisi juga dapat digunakan untuk mengurangi biaya bahan dan mengurangi penyusutan plastik.

Penghambat UV: Bahan penghambat sinar ultraviolet (UV) digunakan untuk melindungi produk plastik dari kerusakan akibat paparan sinar UV. Hal ini umumnya digunakan pada produk yang akan digunakan di luar ruangan.

Pengawet: Bahan pengawet ditambahkan ke dalam plastik untuk melindungi produk dari kerusakan akibat faktor lingkungan seperti panas, dingin, kelembaban, atau reaksi kimia. Pengawet juga dapat digunakan untuk meningkatkan umur simpan produk plastik.

Pelumas: Pelumas digunakan untuk mengurangi gesekan antara molekul plastik selama proses produksi. Hal ini dapat membantu mengurangi keausan peralatan dan meningkatkan efisiensi proses produksi.

Plasticizer: Plasticizer adalah bahan tambahan yang digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas, keuletan, dan kekuatan tarik plastik. Plasticizer sering digunakan dalam produksi produk karet sintetis, vinil, dan plastik lainnya.

Antibakteri atau Antimikroba: Bahan tambahan ini ditambahkan ke dalam plastik untuk mencegah pertumbuhan bakteri atau mikroorganisme lainnya pada permukaan produk, sehingga menjaga kebersihan dan keamanan produk.

Pengikat: Pengikat atau agen pengikat digunakan untuk meningkatkan adhesi antara lapisan-lapisan plastik atau antara plastik dengan bahan lainnya, seperti logam atau kaca.

Agen anti-pencahayaan: Agen anti-pencahayaan digunakan untuk mengurangi efek buruk dari paparan cahaya yang berlebihan terhadap produk plastik, seperti perubahan warna atau degradasi struktur.


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Apakah kalian tahu mengapa tumbuhan tidak selamanya mempunyai klorofil, mengapa? 2. Apa yang kamu ketahui tentang kloroplas, dan bagaimana dengan tumbuhan yang tidak mempunyai kloroplas?

7

5.0

Jawaban terverifikasi