Eriltsen M

21 November 2021 06:43

Iklan

Eriltsen M

21 November 2021 06:43

Pertanyaan

Tuliskan 5 faktor yang menyebabkan seringnya terjadi pergantian kabinet pada masa demokrasi liberal

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

11

:

49

:

30

Klaim

5

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Ruth A

21 November 2021 08:05

Jawaban terverifikasi

Hai Serlina,aku bantu jawab ya Penyebab utama sering terjadinya pergantian kabinet dalam masa demokrasi parlementer adalah perselisihan antara partai politik, sehingga banyak terjadi mosi tidak percaya dan pencabutan dukungan yang menyebabkan kabinet jatuh dan perdana menteri harus mengembalikan mandatnya ke presiden. Jawaban panjang: Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia pada tahun 1949 oleh Belanda, Indonesia mulai memasuki masa pemerintahan sendiri. Namun pada masa ini terjadi persolan yaitu ketidakstabilan politik yang terlihat dari seringnya kabinet dan perdana menteri diganti. Dengan berakhirnya perjuangan kemerdekaan Indonesia, perpecahan dalam masyarakat Indonesia mulai bermunculan. Perbedaan daerah, moral, tradisi, agama, persaingan pengaruh Liberalisme dan Marxisme serta kondisi Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet, semuanya berkontribusi terhadap kondisi politik dimana partai-partai saling bertentangan. Misalnya, penandatangan penerimaan bantuan Mutual Security Act oleh Menteri Luar Negeri Achmad Subardjo menyebabkan Kabinet Sukirman Jatuh, akibat kehilangan dukungan karena kebijakannya dianggap membuat Indonesia menjadi bersekutu dengan Amerika Serikat. Selain itu juga berkecamuk berbagai gerakan separatis menentang Republik Indonesia, seperti Darul Islam/Negara Islam Indonesia (DI/TII) yang memberontak Jawa Barat dari tahun 1948 sampai 1962, gerakan separatis Republik Maluku Selatan dan pemberontakan PRRI/PERMESTA di Sumatera dan Sulawesi antara tahun 1955 dan 1961. Pemberontakan ini membuat kekuatan kabinet lemah karena dianggap tidak mampu menghentikan ancaman separatis. Selepas pemilihan umim 1955, kondisi politik juga tidak membaik. Hal ini karena berdasar hasil pemilihan umum tersebut, tidak ada partai yang memperoleh suara dominan. Akibatnya politik Indonesia diisi oleh partai-partai yang saling berebut pengaruh. Karena tidak ada partai dengan suara mayorutas, kabinet hanya bisa dibentuk oleh koalisi partai, karena tidak ada partai yang dominan. Ketika ada partai mencabut dukungan makan kabinet dengan mudah akan jatuh. semoga membantu ya


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

34

5.0

Jawaban terverifikasi