Asilaputri A

10 November 2022 13:21

Iklan

Asilaputri A

10 November 2022 13:21

Pertanyaan

Tu Dua Tiga Plai Camat satu-satunya anak laki-laki yang selalu bersama kami melewati sore-sore yang indah itu. Sudah beberapa hari ini, Camat tidak berkumpul bersama kami di lapangan. Rasa penasaranku muncul dan kebetulan ada Susi yang aku tahu rumahnya berdekatan dengan rumah Camat. "Sus, kok Camat nggak pernah main lagi ke sini? Dia marah, ya?” tanyaku. "lh, Cici mau tahu saja," ujar Susi sambil cekikikan. Ince dan Susi lalu berbisk-bisik, yang membuat aku kesal sendiri. "Apa sih yang lucu? Aku cuma tanya si Camat ke mana kok. Memangnya aneh?" sewotku. "lh, Cici marah, kamu naksir Camat, ya? hahahaha," kata Ince. Mereka lalu tertawa terpingkal-pingkal yang akhirnya membuatku benar-benar marah. Saat itu juga kudekati Ince dan berkelahi dengannya. Susi dan Evi berteriak-teriak mencoba melerai kami. "Eh, eh, apa sih anak perempuan berantem kaya anak laki-laki saja!" terasa badanku ditarik oleh seseorang demikian juga Ince, kami dipisahkan oleh sebagian Taja yang baru saja lewat dan hendak menuju ke tenda peleton mereka. Kulihat muka Ince merah dan marah sekali. Susi terlalu takut. Mukanya merah dan rambutnya yang tipis terlihat hampir setiap helainya. Evi dengan matanya yang indah dan rambutnya yang panjang, terlihat meringis seakan tak menyangka ini terjadi. Sore itu kami bubar dengan sendirinya, tanpa satu pun dari kami berbicara. Kekesalanku masih terasa, kenapa aku yang mereka tertawakan? Siapa yang salah? Kenapa kalau aku ingin ada Camat di sini, lalu aku jadi bahan tertawaan? Kenapa Camat juga enggak mau main bareng lagi? Kenapa aku kesal sekali hingga mampu menahan diri untuk berduel dengan Ince di lapangan tadi? Ini pertama kalinya aku merasakan apa yang namanya berkelahi. Sesuatu yang tak terbayangkan, aku salah satu pelakunya. Sedih, tapi aku marah. Banyak pertanyaan yang muncul seraya berjalan pulang meninggalkan teman-temanku. Hari itu Tu Dua Tiga Plai tidak kami mainkan. Juga tidak di hari-hari berikutnya. Aksi perkelahianku dengan Ince berakibat satu kesukaan kami tidak pernah terjadi lagi. Hari-hari berikutnya di tahun itu, aku rindu Tu Dua Toa Plai ada lagi. Susi, Ince, Evi, dan Camat, semuanya membuat aku rindu. Adakah yang salah dengan rasaku? Tentukan majas dalam cerpen tersebut !!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

23

:

01

:

19

Klaim

0

0


Empty Comment

Belum ada jawaban 🤔

Ayo, jadi yang pertama menjawab pertanyaan ini!

Mau jawaban yang cepat dan pasti benar?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Temukan jawabannya dari Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Sejak kecil kau telah akrab dengan lingkungan sekolah ini karena sering diajak ibumu kemari. Tak heran ketika sudah waktunya untuk masuk sekolah, kau begitu **supel** dan teman-temanmu pun sudah banyak. Mereka umumnya murid-murid yang pernah diajar ibumu waktu kelas satu. Sedangkan aku? Aku waktu itu baru saja pindah ke kota kecil ini. Makna kata bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. ramah C. santun B. sopan D. baik

54

5.0

Jawaban terverifikasi

Teks berikut untuk soai nomor 4. 1) Ilmuwan di berbagai belahan dunia berkejaran dengan waktu untuk menciptakan vaksin guna mengatasi virus Corona jenis baru. Vaksin perlu segera diciptakan karena kematian akibat virus Corona yang terus bertambah dan penyebaran virus yang kian meluas. 2) Pada Jum'at (7-2-2020), Komisi Kesehatan Nasional Cina mencatat jumlah kematian akibat virus Corona baru telah mencapai 636 kasus, sedangkan jumlah warga yang terinfeksi menjadi 31.161 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Hubei, Cina, tempat vi kesehatan du niairus pertama muncul. Selain di Cina, virus itu kini telah menyebar ke lebih dari 25 negara. 3) Para ilmuwan bekerja dalam kecepatan penuh untuk menemukan vaksin bagi virus Corona baru atau penyakit pernapasan akut 2019-nCOV. Sebagai pusat epidemic, ilmuwan Cina berupaya menemukan vaksin bagi virus itu. Perkembangan terbaru adalah mereka menciptakan peta genetik virus. 4) Ilmuwan dari Australia, Kanada, hingga Prancis ikut menciptakan berbagai jenis inokulasi bersama sejumlah perusahaan biotek dan vaksin. Beberapa waktu lalu, Kepala Laboratorium Identifikasi Virus dari Institut Peter Doherty untuk Infeksi dan kekebalan, Melbourne, Julian Druce, menyatakan mereka mengembangkan virus Corona versi laboratorium dari tubuh pasien yang terinfeksi untuk uji coba. Tanggapan yang sesuai dengan berita tersebut adalah ... A. Pemerintah Australia telah tanggap menghadapi serangan virus Corona dengan menemukan vaksin virus tersebut. B. Para ilmuan perlu segera mempelajari virus corona yang menjadi masalah besar bagi kesehatan dunia karena persebarannya sangat cepat. C. Masyarakat perlu mawas diri dan menjaga kesehatan dalam menghadapi serangan virus corona yang mulai menyebar di Indonesia, D. Virus corona menjadi masalah besar bagi kesehatan manusia.

31

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan