Iklan

Iklan

Indria A

08 September 2021 00:49

Pertanyaan

Tokoh yg menjabat sebagai gubernur jenderal VOC ini berhasil membangun gedung Mauritius di tepi sungai Ciliwung pada tahun 1619 jabatan tokoh jendral tersebut digantikan oleh


3rb+

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

08 September 2021 06:27

Jawaban terverifikasi

Halo Indira A Sunda Kelapa pada awalnya merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Hindu Pakuan Pajajaran. Mereka mengadakan persekutuan dengan Portugis yang saat itu telah menguasai Malaka agar Pajajaran mendapatkan bantuan Portugis dalam menghadapi Kerajaan Demak. Pada tahun 1526, Sunda Kelapa diserang oleh tentara Demak yang dipimpin Fatahillah. Selain berhasil merebut Sunda Kelapa dari tangan Pakuan Pajajaran, Fatahillah juga berhasil mengusir Portugis yang berencana mendarat di Sunda Kelapa. Setelah Sunda Kelapa direbut oleh pasukan dari kerajaan Demak di bawah pimpinan Fatahillah pada tanggal 22 Juni 1527, nama wilayah itu dirubah menjadi Jayakarta. Jayakarta kemudian berada di bawah kekuasaan Kesultanan Banten setelah Banten dikalahkan dan diislamkan oleh Fatahillah. Pieter Both yang merupakan Gubernur Jenderal VOC pertama, ingin memindahkan markas VOC dari Ambon ke daerah yang lebih strategis dan dekat dengan pusat perdagangan rempah-rempah dunia di Malaka, dan dekat dengan jalur pelayaran perdagangan VOC yang meliputi Afrika hingga India dan Jepang. Pieter Both lebih memilih Jayakarta sebagai lokasi markas VOC daripada pelabuhan Banten. Hal ini dikarenakan di pelabuhan Banten telah banyak berdiri kantor dagang bangsa lain seperti Portugis, Spanyol, dan Inggris, sedangkan Jayakarta masih merupakan pelabuhan kecil. VOC berhasil mendapat izin dari penguasa Jayakarta untuk membangun kantor dagang berupa rumah kayu dengan fondasi batu pada tahun 1611. VOC selanjutnya menyewa tanah di tepi sungai Ciliwung seluas 1,5 hektar yang dijadikan kompleks tempat tinggal, perkantoran, dan gudang orang Belanda, dengan bangunan utama yang dinamakan Nassau Huis. Pada saat Jan Peterszoon Coen menjabat sebagai Gubernur Jenderal VOC, pada tahun 1617 dia membangun gedung kembaran Nassau Huis yang dinamakan Mauritius Huis. Di antara kedua gedung ini selanjutnya dibangun tembok setinggi 6 meter dengan bentuk benteng segi empat yang dilengkapi beberapa meriam di setiap sudutnya. Dia kemudian membangun lagi tembok setinggi 7 meter yang mengelilingi seluruh area yang disewa oleh VOC, sehingga kompleks VOC kini merupakan benteng yang kokoh. Dari benteng inilah VOC memulai pengkhianatannya pada tanggal 30 Mei 1619 dengan menyerang Jayakarta yang telah memberi mereka izin untuk tinggal dan berdagang. VOC membumihanguskan keraton Jayakarta dan nyaris semua pemukiman penduduk. Untuk mencegah usaha balas dendam, VOC juga mengusir orang Banten, Cirebon dan Demak dari wilayah sekitar Jayakarta. Belanda yang awalnya hanya memiliki sebuah rumah kayu akhirnya berhasil menguasai seluruh kota Jayakarta dan mengganti namanya menjadi Batavia. Kata Batavia berasal dari suku Batavia sebuah suku Jermanik yang tinggal di tepi Sungai Rhein pada zaman kekaisaran Romawi, yang merupakan nenek moyang bangsa Belanda dan sebagian bangsa Jerman. Pemerintahan kota Batavia dibentuk pada tanggal 4 Maret 1621. Jayakarta diratakan dengan tanah dan di sekelilingnya dibangun benteng dengan parit di bagian depannya. Di bagian belakangnya, dibangun gudang yang juga dikelilingi parit, pagar besi, dan tiang-tiang yang kokoh. Pembangunannya baru selesai pada tahun 1650. Perbatasan wilayah Batavia dengan wilayah kekuasaan Banten awalnya adalah Kali Angke, dan kemudian menjadi Kali Cisadane. Beberapa persetujuan dengan Mataram dan banten kemudian menetapkan bahwa daerah VOC terletak di antara Sungai Citarum dan Sungai Cisadane. Dengan demikian, Tokoh yg menjabat sebagai gubernur jenderal VOC ini berhasil membangun gedung Mauritius di tepi sungai Ciliwung pada tahun 1619 jabatan tokoh jendral tersebut digantikan oleh Jan Peterszoon Coen menjabat sebagai Gubernur Jenderal VOC, pada tahun 1617 dia membangun gedung kembaran Nassau Huis yang dinamakan Mauritius Huis. Mapel: Sejarah kelas: 11 SMA Topik: Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa Semoga Membantu Ya : )


Iklan

Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Benarkah manusia pada masa bercocok tanam telah mengembangkan sikap kerja sama? Jelaskan dasar pendapat Anda!

79

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan