Salsabilla R

29 Juni 2022 05:49

Iklan

Salsabilla R

29 Juni 2022 05:49

Pertanyaan

tokoh nasionalisme perlawanan rakyat di ternate tidore maluku utara adalah....

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

14

:

53

:

33

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

12 Juli 2022 13:00

Jawaban terverifikasi

Jawabanya, Sultan Khairun atau Sultan Hairun adalah penguasa Kerajaan Ternate ke-23, yang berkuasa antara 1534-1570. Yuk simak pembahasannya, Pada tahun 1522 Ternate bersekutu dengan Portugis. Sultan memberi Portugis hak mendirikan benteng dan memonopoli perdagangan cengkeh. Kemudian pada tahun 1529, Ternate berhasil mengalahkan Tidore dengan bantuan tentara Portugis. Yang kemudian naik tahta pada tahun 1540 adalah Sultan Khairun. Awalnya Sultan melakukan hubungan persahabatan dengan Portugis. Penandatanganan persahabatan pun dilaksanakan pada 1565. Namun kemudian, sikap kasar gubernur Portugis yang bernama Tritoa de Altaida, membuat Sultan Khairun memutuskan untuk menyerang Portugis. Benteng Portugis di Ternate berhasil diduduki untuk sementara, sebelum akhirnya dapat direbut kembali oleh Portugis setelah bala bantuan dari pasukan cadangan Portugis dari Malaka. Perlawanan Sultan Khairun dapat dipadamkan oleh Portugis pada 1570. Mereka menipu Sultan Khairun agar datang ke benteng Portugis. Sultan yang tidak menaruh curiga datang pada tanggal 28 Februari dan di sanalah ia ditikam oleh pengawal gubernur Portugis hingga wafat. Sultan Khairun digantikan Sultan Baabullah dan ia melanjutkan perjuangan Khairun. Pada 1575 benteng Portugis di Ternate dapat direbut oleh pasukan Baabullah. Dan dapat mengusir Portugis. Dengan demikian perlawanan rakyat Ternate terhadap Portugis dilatarbelakangi oleh tindakan sewenang-wenang dan monopoli perdagangan bangsa Portugis di Maluku sehingga terjadi perlawanan dari Sultan Khairun yang kemudian diteruskan oleh Sultan Baabullah hingga pada akhirnya Portugis terusir dari Ternate. Semoga membantu yaaaa : - )


Iklan

A. Nadhira

29 Juni 2022 16:10

Jawaban: Sultan Hairun Yuk simak pembahasan berikut. Untuk menyelesaikan persaingan antara Portugis dan Spanyol dilaksanakan perjanjian damai, yakni Perjanjian Saragosa pada tahun 1534. Dengan adanya Perjanjian Saragosa kedudukan Portugis di Maluku semakin kuat. Portugis semakin berkuasa untuk memaksakan kehendaknya melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku. Kedudukan Portugis juga semakin mengganggu kedaulatan kerajaan-kerajaan yang ada di Maluku. Pada tahun 1565 muncul perlawanan rakyat Ternate di bawah pimpinan Sultan Khaerun/Hairun. Sultan Khaerun menyerukan seluruh rakyat dari Irian/Papua sampai Jawa untuk angkat senjata melawan kezaliman kolonial Portugis. Portugis mulai kewalahan dan menawarkan perundingan kepada Sultan Khaerun. Dengan pertimbangan kemanusiaan, Sultan Khaerun menerima ajakan Portugis Perundingan dilaksanakan pada tahun 1570 bertempat di Benteng Sao Paolo. Ternyata semua ini hanyalah tipu muslihat Portugis. Pada saat perundingan sedang berlangsung, Sultan Khaerun ditangkap dan dibunuh. Dengan demikian, tokoh nasionalisme perlawanan rakyat di ternate tidore maluku utara adalah Sultan Hairun.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi