Rahmat S

08 Maret 2022 10:33

Iklan

Rahmat S

08 Maret 2022 10:33

Pertanyaan

Tokoh ini, yakni . . . . dianggap sebagai pelopor penulisan sejarah dengan pendekatan multidimensional

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

13

:

36

:

13

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

19 April 2022 08:47

Jawaban terverifikasi

Hallo Rahmat S kakak bantu jawab yaaa jawaban dari pertanyaan kamu adalah Sartono Kartodirdjo Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan berikut. Sartono Kartodirdjo merupakan sosok lulusan Hoolandsche Indische Kweekschool yang dilatih kepekaan batin dan ketajaman intuisinya yang kemudian menuntunnya menjadi seorang ilmuwan yang asketis. Pada 1969, Sartono dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Ia menulis disertasi yang berjudul The Peasants’ Revolt of Banten in 1888, It’s Conditions, Course and Sequel: A Case Study of Sosial Movements in Indonesia untuk meraih gelar doktoralnya. Disertasi tersebut dinilai banyak orang sebagai jembatan perkembangan ilmu sejarah di Indonesia. Hal ini membuatnya dikenal sebagai pelopor penulisan sejarah dengan sudut pandang Indonesia. Sartono menganggap bahwa disertasinya merupakan suatu bentuk protes terhadap penulisan sejarah Indonesia yang terlalu konvensional dan cenderung Belanda sentris. Disertasinya mengubah cara pandang dengan menuliskan keberanian gerakan sosial yang dilakukan petani untuk melawan ketidakadilan. Ia pun menghilangkan virus inferior bangsa asing yang ada di Indonesia. Sartono menjadi jembatan penyambung gagasan Indonesia. Sebagai sejarawan generasi pertama, Sartono memiliki banyak murid yang menjadi penyambung gagasan yang sering ia utarakan. Sartono dikenal sebagai asketisme intelektual yang menurutnya hal tersebut merupakan ciri seseorang yang profesional. Semasa hidupnya, ia banyak mengeluarkan banyak karya termasuk puluhan buku dan ratusan artikel. Tulisan Sartono yang terkenal yakni Pegantar Sejarah Indonesia Baru yang terbagi kedalam 2 jilid, Jilid I Zaman Kerajaan dan Jilid II Pergerakan Sejarah Nasional. Sartono Kartodirdjo membagi sejarah sebagai peristiwa dan kisah menjadi dua bagian, yakni secara objektif dan secara subjektif. Secara objektif berarti peristiwa atau kejadian sejarah tidak dapat terulang kembali. Sedangkan secara subjektif, sejarah merupakan rekonstruksi yang disusun penulis sebagai uraian cerita atau kisah yang merupakan kesatuan dari rangkaian fakta yang berkaitan. Kisah disini berarti kesatuan dari rangkaian fakta yang saling berkaitan. Peristiwa yang telah terjadi, disusun dari berbagai sumber agar dapat dilakukan penafsiran. Penafsiran ini kemudian diceritakan kembali kepada generasi selanjutnya. Tentunya, penafsiran sejarah para sejarawan berbeda tergantung kepada jiwa zamannya. Dengan demikian, Sartono Kartodirdjo dikenal sebagai sejarawan yang mempelopori penulisan sejarah dengan sudut pandang Indonesia. Semoga Membantu Ya : - )


Iklan

M. Andriani

17 Maret 2022 11:32

Hallo Rahmat S kakak bantu jawab yaaa jawaban dari pertanyaan kamu adalah Sartono Kartodirdjo Sartono Kartodirdjo merupakan sosok lulusan Hoolandsche Indische Kweekschool yang dilatih kepekaan batin dan ketajaman intuisinya yang kemudian menuntunnya menjadi seorang ilmuwan yang asketis. Pada 1969, Sartono dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Ia menulis disertasi yang berjudul The Peasants’ Revolt of Banten in 1888, It’s Conditions, Course and Sequel: A Case Study of Sosial Movements in Indonesia untuk meraih gelar doktoralnya. Disertasi tersebut dinilai banyak orang sebagai jembatan perkembangan ilmu sejarah di Indonesia. Hal ini membuatnya dikenal sebagai pelopor penulisan sejarah dengan sudut pandang Indonesia. Sartono menganggap bahwa disertasinya merupakan suatu bentuk protes terhadap penulisan sejarah Indonesia yang terlalu konvensional dan cenderung Belanda sentris. Disertasinya mengubah cara pandang dengan menuliskan keberanian gerakan sosial yang dilakukan petani untuk melawan ketidakadilan. Ia pun menghilangkan virus inferior bangsa asing yang ada di Indonesia. Sartono menjadi jembatan penyambung gagasan Indonesia. Sebagai sejarawan generasi pertama, Sartono memiliki banyak murid yang menjadi penyambung gagasan yang sering ia utarakan. Sartono dikenal sebagai asketisme intelektual yang menurutnya hal tersebut merupakan ciri seseorang yang profesional. Semasa hidupnya, ia banyak mengeluarkan banyak karya termasuk puluhan buku dan ratusan artikel. Tulisan Sartono yang terkenal yakni Pegantar Sejarah Indonesia Baru yang terbagi kedalam 2 jilid, Jilid I Zaman Kerajaan dan Jilid II Pergerakan Sejarah Nasional. Sartono Kartodirdjo membagi sejarah sebagai peristiwa dan kisah menjadi dua bagian, yakni secara objektif dan secara subjektif. Secara objektif berarti peristiwa atau kejadian sejarah tidak dapat terulang kembali. Sedangkan secara subjektif, sejarah merupakan rekonstruksi yang disusun penulis sebagai uraian cerita atau kisah yang merupakan kesatuan dari rangkaian fakta yang berkaitan. Kisah disini berarti kesatuan dari rangkaian fakta yang saling berkaitan. Peristiwa yang telah terjadi, disusun dari berbagai sumber agar dapat dilakukan penafsiran. Penafsiran ini kemudian diceritakan kembali kepada generasi selanjutnya. Tentunya, penafsiran sejarah para sejarawan berbeda tergantung kepada jiwa zamannya. Jadi, Sartono Kartodirdjo dikenal sebagai sejarawan yang mempelopori penulisan sejarah dengan sudut pandang Indonesia.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi