Agung S

15 November 2021 09:31

Iklan

Agung S

15 November 2021 09:31

Pertanyaan

Terdapat enam saluran islamisasi dalam proses penyebaran agama islam di Nusantara. Enam saluran tersebut yaitu perdagangan, perkawinan, pendidikan, kesenian, tasawuf dan politik. Dengan menerapkan enam saluran Islamisasi peyebaran agama dan kebudayaan berlangsung secara damai. Uraikan mengenai enam saluran Islamisasi di Nusantara disertai fakta sejarah yang relevan!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

21

:

38

:

34

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

D. Trinuria

Mahasiswa/Alumni Universitas Jember

30 Desember 2021 05:18

Jawaban terverifikasi

Hallo Agung S, kakak bantu jawab ya! Jawabannya adalah : 1) Perdagangan : adanya hubungan dagang dengan pedagang-pedagang dari Arab, Persia, dan India sejak abad ke-7 yang beragama Islam kemudian mereka menyebarkan agama Islam di Indonesia. 2) Perkawinana : pedagang yang menetap ada yang membentuk keluarga dengan penduduk setempat dengan cara menikah, misalnya Raden Rahmat (Sunan Ampel) dengan Nyai Manila dan Maulana Ishak menikahi putri Blambangan dan melahirkan Sunan Giri 3) Saluran pendidikan : pesantren yang telah berdiri pada masa pertumbuhan Islam di Jawa, antara lain Pesantren Sunan Ampel di Surabaya dan Pesantren Sunan Giri di Giri. 4) Kesenian : seni pertunjukan wayang yang sebagian besar menceritakan tokoh-tokoh Hindu, disisipi nilai-nilai Islam. Pada kisah Mahabarata, Jimat Kalimasodo yang dimiliki oleh Yudhistira merupakan kalimat syahadat. 5) Politik : Sultan Demak yang mengirimkan pasukannya dibawah Fatahilah untuk menduduki wilayah Jawa Barat dan memerintahkan untuk menyebarkan agama Islam. 6) Tasawuf : adanya karangan Sejarah Banten, Babad Tanah Jawi, dan Hikayat Raja-raja Pasai. Tokoh-tokoh tasawuf di Indonesia, antara lain Hamzah Fansyuri, Syamsuddin as Sumatrani, Nur al Din al Raniri, Abdul al Rauf, Syekh Siti Jenar, dan Sunan Bonang. Pembahasan : Saluran penyabaran agama Islam di Indonesia : 1) Perdagangan Saluran perdagangan merupakan tahap yang paling wala dalam tahap Islamisasi, yang diperkirakan dimulai pada abad ke-7 M yang melibatkan pedagang-pedagang Arab, Persia, dan India. Menurut Thome Pires, sekitar Abad ke-7 sampai Abad ke-16 lalu lintas perdagangan yang melalui Indonesia sangat ramai. Dalam agama Islam siapapun bisa sebagai penyebar Islam, sehingga hal ini menguntungkan karena mereka melakukannya sambil berdagang. 2) Perkawinan Pernikahan yang terjadi antara pedagang dengan wanita pribumi karena para pedagang dianggap memiliki status sosial yang lebih tinggi, terlebih jika dilihat dari segi ekonomi. Sebelum melangsungkan pernikahan wanita pribumi disyaratkan untuk masuk islam terlebih dahulu. Saluran islamisasi melalui pernikahan menjadi sebuah akar yang kuat untuk membentuk sebuah masyarakat muslim. Karena inti dari sebuah masyarakat adalah adanya sebuah keluarga. Contoh : pedagang yang menetap ada yang membentuk keluarga dengan penduduk setempat dengan cara menikah, misalnya Raden Rahmat (Sunan Ampel) dengan Nyai Manila dan Maulana Ishak menikahi putri Blambangan dan melahirkan Sunan Giri 3) Saluran Pendidikan Untuk memperdalam ajaran agama Islam, para ulama kemudian membuat pondok-pondok pesantren. Di pesantren, orang-orang belajar agama dari berbagai kitab. Setelah dianggap mampu oleh sang kyai, mereka disarankan untuk keluar dari pondok pesantren dan diharuskan untuk berdakwa menyebarkan agama Islam. Contoh : pesantren yang telah berdiri pada masa pertumbuhan Islam di Jawa, antara lain Pesantren Sunan Ampel di Surabaya dan Pesantren Sunan Giri di Giri. 4) Saluran Kesenian Sebagai masyarakat yang telah berkeyakinan, tentu juga memiliki sebuah budaya kesenian sesuai keyakinan yang dianut. Penyebar agama Islam mencoba memasukkan ajaran islam melalui kesenian yang sudah ada. Contohnya wayang, seni pertunjukan yang sebagian besar menceritakan tokoh-tokoh Hindu, disisipi nilai-nilai Islam. Pada kisah Mahabarata, Jimat Kalimasodo yang dimiliki oleh Yudhistira merupakan kalimat syahadat. 5) Politik Kekuasaan raja memiliki peranan sangat besar dalam penyebaran Islam di Indonesia. Ketika seorang raja memeluk Islam, maka secara tidak langsung rakyat akan mengikuti. Dengan demikian, setelah agama Islam mulai tumbuh di masyarakat, kepentingan politik dilaksanakan melalui perluasan wilayah kerajaan yang diikuti dengan penyebaran agama. Contohnya, Sultan Demak yang mengirimkan pasukannya dibawah Fatahilah untuk menduduki wilayah Jawa Barat dan memerintahkan untuk menyebarkan agama Islam. 6) Ajaran Tasawuf Pengajar Tasawuf atau para sufi mengajarkan teosofi yang bercampur dengan ajaran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Nusantara. Beberapa diantara mereka ada yang mahir dalam hal magis dan mempunyai kekuatan-kekuatan menyembuhkan. Ajaran islam dalam bentuk tasawuf yang diajarkan kepada penduduk pribumi mempunyai persamaan dengan ajaran yang telah merasuk dalam alam pikiran mereka yaitu Hindu-Budha, sehingga ajaran Islam yang baru masuk mudah dimengerti dan diterima. Contoh : adanya karangan Sejarah Banten, Babad Tanah Jawi, dan Hikayat Raja-raja Pasai. Tokoh-tokoh tasawuf di Indonesia, antara lain Hamzah Fansyuri, Syamsuddin as Sumatrani, Nur al Din al Raniri, Abdul al Rauf, Syekh Siti Jenar, dan Sunan Bonang. Semoga bermanfaat :))


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

30

5.0

Jawaban terverifikasi