Era E

14 Februari 2024 14:24

Iklan

Iklan

Era E

14 Februari 2024 14:24

Pertanyaan

terangkan mengenai persiapan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia

terangkan mengenai persiapan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia


10

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

15 Februari 2024 00:18

Jawaban terverifikasi

<p>Persiapan untuk Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan cermat dan rahasia mengingat kondisi politik dan militer yang sulit pada saat itu, termasuk tekanan dari pihak kolonial Belanda. Beberapa langkah persiapan yang diambil antara lain:</p><p><strong>Pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI):</strong> Seiring dengan berakhirnya pendudukan Jepang di Indonesia setelah Perang Dunia II, muncul kekosongan kekuasaan. Pada 1945, Soekarno dan Hatta membentuk PDRI untuk menjaga stabilitas dan mengoordinasikan upaya menuju kemerdekaan.</p><p><strong>Penetapan Hari Proklamasi:</strong> Soekarno dan Hatta bersama tokoh nasional lainnya, seperti Mohammad Yamin, merencanakan secara rinci waktu dan tempat proklamasi. Hari Proklamasi ditetapkan pada 17 Agustus 1945, di rumah Soekarno di Jl. Pegangsaan Timur 56, Jakarta.</p><p><strong>Pengamanan Rahasia:</strong> Agar rencana proklamasi tidak tercium oleh pihak Belanda, persiapan dilakukan dengan sangat rahasia. Informasi mengenai tanggal dan tempat proklamasi dibatasi hanya kepada pihak yang terlibat langsung.</p><p><strong>Persiapan Pidato Proklamasi:</strong> Mohammad Yamin ditugaskan untuk menulis teks pidato proklamasi. Pidato ini kemudian direvisi oleh Soekarno dan Hatta agar sesuai dengan suasana dan semangat kemerdekaan yang diinginkan.</p><p><strong>Hubungan dengan Sekutu:</strong> Soekarno dan Hatta menjalin kontak dengan sekutu, terutama dengan Britania Raya, untuk mendapatkan dukungan internasional dan memastikan bahwa pasukan sekutu tidak akan menghalangi kemerdekaan Indonesia.</p><p><strong>Kesepakatan dengan Jepang:</strong> Meskipun hubungan dengan Jepang saat itu rumit, Soekarno dan Hatta berhasil mencapai kesepakatan agar Jepang tidak menghalangi proklamasi kemerdekaan.</p><p><strong>Koordinasi dengan Pemuda:</strong> Pemuda Indonesia, yang memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan, diberi informasi secara terbatas mengenai rencana proklamasi. Mereka juga dilibatkan dalam upaya memastikan keamanan dan mendukung peristiwa proklamasi.</p>

Persiapan untuk Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan cermat dan rahasia mengingat kondisi politik dan militer yang sulit pada saat itu, termasuk tekanan dari pihak kolonial Belanda. Beberapa langkah persiapan yang diambil antara lain:

Pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI): Seiring dengan berakhirnya pendudukan Jepang di Indonesia setelah Perang Dunia II, muncul kekosongan kekuasaan. Pada 1945, Soekarno dan Hatta membentuk PDRI untuk menjaga stabilitas dan mengoordinasikan upaya menuju kemerdekaan.

Penetapan Hari Proklamasi: Soekarno dan Hatta bersama tokoh nasional lainnya, seperti Mohammad Yamin, merencanakan secara rinci waktu dan tempat proklamasi. Hari Proklamasi ditetapkan pada 17 Agustus 1945, di rumah Soekarno di Jl. Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Pengamanan Rahasia: Agar rencana proklamasi tidak tercium oleh pihak Belanda, persiapan dilakukan dengan sangat rahasia. Informasi mengenai tanggal dan tempat proklamasi dibatasi hanya kepada pihak yang terlibat langsung.

Persiapan Pidato Proklamasi: Mohammad Yamin ditugaskan untuk menulis teks pidato proklamasi. Pidato ini kemudian direvisi oleh Soekarno dan Hatta agar sesuai dengan suasana dan semangat kemerdekaan yang diinginkan.

Hubungan dengan Sekutu: Soekarno dan Hatta menjalin kontak dengan sekutu, terutama dengan Britania Raya, untuk mendapatkan dukungan internasional dan memastikan bahwa pasukan sekutu tidak akan menghalangi kemerdekaan Indonesia.

Kesepakatan dengan Jepang: Meskipun hubungan dengan Jepang saat itu rumit, Soekarno dan Hatta berhasil mencapai kesepakatan agar Jepang tidak menghalangi proklamasi kemerdekaan.

Koordinasi dengan Pemuda: Pemuda Indonesia, yang memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan, diberi informasi secara terbatas mengenai rencana proklamasi. Mereka juga dilibatkan dalam upaya memastikan keamanan dan mendukung peristiwa proklamasi.


Iklan

Iklan

Sumber W

Silver

15 Februari 2024 07:31

Jawaban terverifikasi

<p>Persiapan kemerdekaan Indonesia dimulai saat Jepang terdesak dalam perang pasifik dan kemudian memberika janjin kemerdekaan. Dalam merealisasikan janjinya tersebut, Jepang membentuk BPUPKI tanggal 1 Maret 1945, yang diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dan memiliki tugas untuk menyelidiki rencana penting dalam pembentukan Negara Indonesia. Dalam menjalankan tugasnya, BPUPKI mengadakan dua kali masa sidang, setelah menjalankan tugasnya, kemudian BPUPKI dibubarkan dan diganti PPKI.</p><p>&nbsp;</p><p>Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dibentuk pada 7 Agustus 1945 oleh Jepang, PPKI kelak melaksanakan tiga kali sidang, tepatnya yang terjadi pada 18, 19 dan 22 Agustus 1945, selepas kemerdekaan Indonesia. Pada 9 Agustus 1945 Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat melakukan perjalanan ke Dalat, Saigon, untuk pelatikan sekaligus penegasan bahwa Pemerintah Jepang menyerahkan Kemerdekaan kepada Bangsa Indonesia. Sesampainya di Jakarta, ketiga tokoh ini mendengar Jepang terpojok karena Bom Atom juga dijatuhkan di Nagasaki. Hingga pada 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada pihak Sekutu.</p><p>&nbsp;</p><p>Para tokoh yang mengikuti perkembangan Perang Dunia II memiliki ide untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa menunggu keputusan Jepang. Namun terjadi perbedaan antara golongan tua dan golonngan muda. Golongan muda mendesak agar Indonesia segera memproklamasikan kemerdekaan. Sementara golongan tua lebih menghindari pertumpahan darah, mengingat pasukan Jepang masih banyak di Indonesia. Akibatnya dari hal ini, terjadi peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa ini terjadi agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa terpengaruh oleh Jepang. Setelah perundingan yang alot, Soekarno dan para tokoh lainnya sepakat untuk memilih tanggal 17 Agustus 1945 sebagai proklamasi Kemerdekaan Indonesia.</p><p>&nbsp;</p><p>Sekembalinya dari Rengasdengklok, rombongan Soekarno dan Hatta tiba di Jakarta pukul 23.00 WIB pada 16 Agustus 1945, kemudian Soekarno dan Moh Hatta bersama golongan muda dan golongan tua membahas perumusan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia yang bertempat di rumah Laksamana Muda Maeda Tadashi. Di rumah tersebutlah, Soekarno, Hatta dan dibantu Sayuti Melik mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Hingga kemudian pada jam 10 pagi tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno dan Moh Hatta membacakan teks naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur 56.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, proses persiapan kemerdekaan Indonesia dimulai dari pembentukan BPUPKI pada tanggal 1 Maret 1945, hingga mencapai puncaknya pada tanggal 17 Agustus 1945 yakni proklamasi kemerdekaan Indonesia</p>

Persiapan kemerdekaan Indonesia dimulai saat Jepang terdesak dalam perang pasifik dan kemudian memberika janjin kemerdekaan. Dalam merealisasikan janjinya tersebut, Jepang membentuk BPUPKI tanggal 1 Maret 1945, yang diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dan memiliki tugas untuk menyelidiki rencana penting dalam pembentukan Negara Indonesia. Dalam menjalankan tugasnya, BPUPKI mengadakan dua kali masa sidang, setelah menjalankan tugasnya, kemudian BPUPKI dibubarkan dan diganti PPKI.

 

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dibentuk pada 7 Agustus 1945 oleh Jepang, PPKI kelak melaksanakan tiga kali sidang, tepatnya yang terjadi pada 18, 19 dan 22 Agustus 1945, selepas kemerdekaan Indonesia. Pada 9 Agustus 1945 Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat melakukan perjalanan ke Dalat, Saigon, untuk pelatikan sekaligus penegasan bahwa Pemerintah Jepang menyerahkan Kemerdekaan kepada Bangsa Indonesia. Sesampainya di Jakarta, ketiga tokoh ini mendengar Jepang terpojok karena Bom Atom juga dijatuhkan di Nagasaki. Hingga pada 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada pihak Sekutu.

 

Para tokoh yang mengikuti perkembangan Perang Dunia II memiliki ide untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa menunggu keputusan Jepang. Namun terjadi perbedaan antara golongan tua dan golonngan muda. Golongan muda mendesak agar Indonesia segera memproklamasikan kemerdekaan. Sementara golongan tua lebih menghindari pertumpahan darah, mengingat pasukan Jepang masih banyak di Indonesia. Akibatnya dari hal ini, terjadi peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa ini terjadi agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa terpengaruh oleh Jepang. Setelah perundingan yang alot, Soekarno dan para tokoh lainnya sepakat untuk memilih tanggal 17 Agustus 1945 sebagai proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

 

Sekembalinya dari Rengasdengklok, rombongan Soekarno dan Hatta tiba di Jakarta pukul 23.00 WIB pada 16 Agustus 1945, kemudian Soekarno dan Moh Hatta bersama golongan muda dan golongan tua membahas perumusan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia yang bertempat di rumah Laksamana Muda Maeda Tadashi. Di rumah tersebutlah, Soekarno, Hatta dan dibantu Sayuti Melik mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Hingga kemudian pada jam 10 pagi tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno dan Moh Hatta membacakan teks naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur 56.

 

Dengan demikian, proses persiapan kemerdekaan Indonesia dimulai dari pembentukan BPUPKI pada tanggal 1 Maret 1945, hingga mencapai puncaknya pada tanggal 17 Agustus 1945 yakni proklamasi kemerdekaan Indonesia


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dalam rangka mengambil simpati bangsa Indoensia, pemerintah Jepang memberikan janji kemerdekaan. Untuk merealisasikan janji tersebut.. a. Kepala daerah mulai bupati diserahkan kepada orang Indonesia asli b. Bendera Merah Putih boleh dikibarkan berdampingan dengan Bendera Hinomaru e. Pemuda Indonesia yang bergabung dalam barisan PETA diakui sejajar dengan tentara Jepang d. Hukuman terhadap nara pidana dikurangi hingga ada yang dihapus dan dibebaskan e. Lagu Indonesia Raya mulai diajarkan di sekolah dari SD hingga sekolah menengah

7

0.0

Jawaban terverifikasi