Rasifa N

17 Februari 2022 10:30

Iklan

Rasifa N

17 Februari 2022 10:30

Pertanyaan

Tentukan apakah realsi berikut termasuk reaksi disproporsionasi/ komproporsionasi? jelaskan! a. Ag2S → 2Ag+ + S²-

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

06

:

30

:

37

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

J. Siregar

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Medan

18 Maret 2022 23:11

Jawaban terverifikasi

Halo Rasifa N, reaksi diatas bukan termasuk reaksi disproporsionasi ataupun komproporsionasi. Ayo simak pembahasan berikut agar kamu lebih paham ya ^_^ Reaksi reduksi-oksidasi yang biasanya disingkat dengan sebutan reaksi redoks merupakan reaksi yang melibatkan perubahan biloks, baik yang biloksnya naik (oksidasi) maupun biloksnya turun (reduksi). Reaksi redoks dapat dibedakan menjadi reaksi redoks biasa dan reaksi redoks spesial. Redoks spesial dibagi menjadi dua jenis, yaitu disproporsionasi dan konproporsionasi. Disproporsionasi atau reaksi autoredoks adalah reaksi di mana suatu zat mengalami oksidasi sekaligus reduksi menjadi dua senyawa yang berbeda. Reaksi konproporsionasi adalah kebalikan dari reaksi autoredoks, yaitu reaksi redoks yang hasil oksidasi maupun reduksinya sama. Jika kita ingin mengetahui apakah reaksi diatas termasuk reaksi disproporsionasi ataupun reaksi konproporsionasi maka terlebih dahulu kita lakukan analisis terhadap bilangan oksidasi setiap spesi, apakah ada kenaikan biloks maupun penurunan biloks. Reaksi: Ag₂S → 2Ag⁺ + S²⁻ 1) Ag₂S merupakan senyawa netral yang tak bermuatan sehingga jumlah biloks totalnya adalah nol (0). Dalam senyawa Ag₂S terdapat unsur logam Ag yang hanya memiliki 1 biloks yaitu +1, sehingga kita bisa menentukan biloks S dalam senyawa tersebut. 2×biloks Ag + 1×biloks S = 0 2(+1) + 1×bikoks S = 0 2 + biloks S = 0 biloks S = 0 - 2 biloks S = -2 2) Ag⁺ merupakan ion monoatom yang dimana biloks unsur dalam ion tersebut sama dengan muatannyan. Ag⁺ memiliki muatan +1 sehingga biloks Ag = +1. 3) S²⁻ merupakan ion monoatom yang dimana biloks unsur dalam ion tersebut sama dengan muatannyan. S²⁻ memiliki muatan -2 sehingga biloks S = -2 Berdasarkan uraian diatas, dapat kita ketahui bahwa tidak ada perubahan biloks baik pada Ag maupun S, dimana biloks kedua unsur tersebut tetap pada reaktan maupun produk. Oleh karena itu, reaksi tersebut bukan termasuk redoks apalagi redoks spesial.


Iklan

S. Mardliyah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang

23 Februari 2022 07:26

Hii Rasifa, Kakak bantu yaa. Jawabannya adalah reaksi disproporsionasi. Reaksi disproporsionasi adalah reaksi yang reduktor dan oksidatornya sama; sedangkan reaksi komproporsionasi adalah reaksi yang hasil oksidasi dan hasil reduksinya sama. Untuk menentukan jenis reaksi, tentukan perubahan bilangan oksidasinya dahulu. • Mengetahui persamaan reaksi Ag2S → 2Ag+ + S²- • Menentukan biloks masing-masing 1. Biloks Ag2S Biloks [(2Ag) + (S)] = 0 Biloks [(2Ag) + (-2)] = 0 Biloks (2Ag) = +2 Biloks Ag = +1 2. Biloks 2Ag+ = 0 (unsur) 3. Biloks S²- = 0 (unsur) • Sehingga Oksidator = Ag2S Reduktor = Ag2S Hasil Oksidasi = 2Ag+ Hasil reduksi = S²- Karena reaksi tersebut memiliki oksidator dan reduktor sama yaitu Ag2S maka reaksi tersebut dinamakan reaksi disproporsionasi. Jadi rekasi pada soal di atas termasuk reaksi disproporsionasi. Semoga membantu, tetap semangat.


Rasifa N

24 Februari 2022 01:22

terimakasih kak

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Tulislah nama yang benar untuk senyawa di bawah ini menggunakan Sistem Yunani dan Bilangan Oksidasi! (j)PCI5

53

5.0

Jawaban terverifikasi