Himma A

24 Maret 2023 04:40
Iklan
Himma A

24 Maret 2023 04:40
Pertanyaan
1
2
Iklan
A. Mareta
Mahasiswa/Alumni Universitas Brawijaya
25 Maret 2023 00:14
Jawaban yang benar adalah sebagai berikut.
a. Anafilaksis biasanya merupakan reaksi hipersensitivitas yang dimediasi IgE (tipe 1) yang melibatkan pelepasan banyak mediator kimia dari degranulasi basofil dan sel mast setelah paparan ulang terhadap antigen spesifik. Pengikatan silang IgE dan agregasi yang dihasilkan dari reseptor berafinitas tinggi menginduksi pelepasan cepat dari mediator kimia yang disimpan. Mediator kimia ini termasuk histamin, triptase, karboksipeptidase A, dan proteoglikan. Melalui aktivasi fosfolipase A, siklooksigenase, dan lipoksigenase, mereka kemudian membentuk metabolit asam arakidonat, termasuk leukotrien, prostaglandin, dan faktor pengaktif trombosit. Respon inflamasi kemudian dimediasi oleh TNF-alpha (tumor necrosis factor), baik sebagai reaktan fase awal maupun akhir. Mediator-mediator kimia ini yang menyebabkan berbagai reaksi parah pada reaksi alergi.
b. Alergi dimulai ketika sistem kekebalan salah mengira zat yang biasanya tidak berbahaya sebagai sengatan lebah berbahaya. Sistem kekebalan kemudian menghasilkan antibodi yang tetap waspada terhadap alergen tertentu. Sehingga, saat pertama kali terpapar tubuh telah berhasil melawan zat tersebut. Akan tetapi, saat kita terpapar alergen lagi, antibodi ini dapat melepaskan sejumlah bahan kimia sistem kekebalan, seperti histamin, yang menyebabkan gejala alergi.
Dengan demikian, jawaban yang benar dijelaskan seperti di atas ya.
· 0.0 (0)
Iklan
BimBim B
24 Maret 2023 09:04
a. Reaksi alergi parah yang dialami oleh teman sekamarmu mungkin disebabkan oleh sistem kekebalan tubuhnya yang bereaksi secara berlebihan terhadap protein yang terdapat pada bisa lebah. Saat seseorang pertama kali disengat lebah, tubuhnya akan memproduksi antibodi yang bertujuan untuk melawan protein dalam bisa lebah yang dapat memicu reaksi alergi. Namun, pada beberapa kasus, sistem kekebalan tubuh dapat memproduksi antibodi yang bereaksi secara berlebihan pada sengatan berikutnya dan memicu reaksi alergi yang lebih parah.
b. Tidak adanya reaksi alergi setelah sengatan lebah sebelumnya mungkin disebabkan oleh fakta bahwa tubuh teman sekamarmu pada saat itu belum memproduksi antibodi yang bereaksi terhadap protein dalam bisa lebah. Hal ini dapat terjadi pada seseorang yang belum pernah disengat lebah atau pada orang yang telah disengat lebah sebelumnya tetapi tubuhnya tidak memproduksi antibodi yang bereaksi secara berlebihan. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap bisa lebah dan reaksi alergi dapat terjadi pada setiap sengatan, bahkan jika sengatan sebelumnya tidak menyebabkan reaksi alergi.
· 0.0 (0)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!