Olivia D

20 Maret 2022 14:50

Iklan

Olivia D

20 Maret 2022 14:50

Pertanyaan

Tabel Analisis sifat larutan garam

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

22

:

39

:

10

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

D. Aprilia

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

22 Maret 2022 11:55

Jawaban terverifikasi

Hai Olivia :) Jadi, garam NaCl terbentuk dari NaOH dan HCl, pada kertas lakmus tidak terjadi perubahan warna baik pada lakmus merah / biru karena larutan NaCl bersifat netral. Garam NaCl tidak mengalami hidrolisis. Yuk simak pembahasannya berikut ini agar lebih paham ^^ Hidrolisis adalah reaksi antara ion-ion garam dengan air. Ditinjau dari asam-basa pembentuknya, garam dibedakan menjadi 4 macam, yaitu : 1. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat, garam ini bersifat basa. Anion yang dihasilkan berasal dari asam lemah, dan akan bereaksi dengan air, sedangkan kationnya (berasal dari basa kuat) tidak bereaksi dengan air. Karena hanya sebagian ion yang bereaksi dengan air, maka hidrolisis yang dialami adalah hidrolisis parsial / sebagian. 2. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah, garam ini bersifat asam. - ion garam yang dihasilkan = anion dari asam kuat dan kation dari basa lemah - ion yang bereaksi dengan air = kation dari basa lemah - hidrolisis yang dialami = parsial 3. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah, sifat garamnya tergantung dari Ka (tetapan ionisasi asam) dan Kb (tetapan ionisasi basa). Jika Ka > Kb bersifat asam, jika Kb > Ka bersifat basa, jika Ka = Kb bersifat netral - ion garam yang dihasilkan = anion dari asam lemah dan kation dari basa lemah - ion yang bereaksi dengan air = kedua ion garam (anion dan kationnya) - hidrolisis yang dialami = hidrolisis total 4. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat, garam ini bersifat netral - ion garam yang dihasilkan = anion dari asam kuat dan kation dari basa kuat - ion yang bereaksi dengan air = tidak ada - hidrolisis yang dialami = tidak mengalami hidrolisis Garam NaCl apabila dilarutkan dalam air reaksi ionisasinya : NaCl → Na+ + Cl¯ ion-ion garam ini tidak akan bereaksi dengan air, karena saat ion Na+ bereaksi dengan air dan menghasilkan NaOH maka akan segera terionisasi kembali menjadi ion Na+. Begitu juga dengan ion Cl¯ yang saat bereaksi dengan air menghasilkan HCl maka akan terionisasi kembali menjadi Cl¯. Hal ini disebabkan NaOH merupakan senyawa basa kuat dan HCl merupakan asam kuat yang akan terionisasi sempurna. Jadi, garam NaCl berasal dari asam kuat dan basa kuat sehingga bersifat netral, serta garam ini tidak mengalami hidrolisis karena kedua ion garamnya tidak bereaksi dengan air (sesuai dengan konsep nomor 4 diatas). Untuk mengukur derajat keasaman suatu larutan, kita dapat mengukur pH nya. Menurut percobaan yang telah dilakukan, larutan bersifat asam jika memiliki pH < 7, bersifat basa jika > 7, dan bersifat netral jika pH nya 7. Untuk mengukur pH tersebut dapat digunakan indikator asam-basa, yaitu berupa zat yang mempunyai warna tertentu pada pH tertentu. Salah satu indikator asam-basa adalah kertas lakmus. Basa = mengubah lakmus merah menjadi biru, sebaliknya, Asam = mengubah lakmus biru menjadi merah. Sehingga, apabila larutannya bersifat netral seperti larutan NaCl, maka pada kertas lakmus merah maupun biru tidak akan terjadi perubahan warna. Jadi, tabel pada soal dapat kita isi seperti berikut : (perhatikan gambar)

alt

Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Tulislah nama yang benar untuk senyawa di bawah ini menggunakan Sistem Yunani dan Bilangan Oksidasi! (j)PCI5

27

5.0

Jawaban terverifikasi