Saraswati R

21 Juli 2024 11:13

Iklan

Saraswati R

21 Juli 2024 11:13

Pertanyaan

Suatu larutan glukosa (C6H12O6) dalam air memiliki konsentrasi 0,2 m. Tentukan : a. Fraksi mol glukosa b. Fraksi mol air c. Molaritas larutan jika p larutan = 1,036 kg/L d. Kadar larutan glukosa (% massa glukosa)

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

08

:

24

:

12

Klaim

6

1


Iklan

Kevin L

Gold

21 Juli 2024 12:19

Penjelasan Lengkap a. Fraksi mol glukosa Fraksi mol glukosa adalah perbandingan antara jumlah mol glukosa dengan jumlah total mol dalam larutan. Dalam larutan glukosa 0,2 M, terdapat 0,2 mol glukosa per liter larutan. Untuk menghitung fraksi mol glukosa, kita dapat menggunakan rumus berikut: X_glukosa = n_glukosa / (n_glukosa + n_air) di mana: * X_glukosa adalah fraksi mol glukosa * n_glukosa adalah jumlah mol glukosa * n_air adalah jumlah mol air Pertama, kita perlu menghitung jumlah mol air dalam larutan. Kita tahu bahwa konsentrasi larutan glukosa adalah 0,2 M, yang berarti terdapat 0,2 mol glukosa per liter larutan. Namun, larutan juga mengandung air. Jumlah mol air dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut: n_air = (massa larutan - massa glukosa) / Mr_air di mana: * n_air adalah jumlah mol air * massa larutan adalah massa total larutan (dalam gram) * massa glukosa adalah massa glukosa dalam larutan (dalam gram) * Mr_air adalah massa molar air (18 g/mol) Misalkan massa larutan adalah 1 liter (1000 mL). Massa molar glukosa adalah 180 g/mol. Maka, massa glukosa dalam larutan adalah: massa glukosa = konsentrasi larutan * massa larutan * Mr_glukosa = 0,2 M * 1000 mL * 180 g/mol = 36.000 g Massa air dalam larutan adalah: massa air = massa larutan - massa glukosa = 1000 g - 36.000 g = 964.000 g Jumlah mol air dalam larutan adalah: n_air = massa air / Mr_air = 964.000 g / 18 g/mol = 53.556 mol Sekarang, kita dapat menghitung fraksi mol glukosa: X_glukosa = n_glukosa / (n_glukosa + n_air) = 0,2 mol / (0,2 mol + 53,556 mol) = 0,0037 b. Fraksi mol air Fraksi mol air adalah perbandingan antara jumlah mol air dengan jumlah total mol dalam larutan. Dalam larutan glukosa 0,2 M, terdapat 53,556 mol air per liter larutan. Untuk menghitung fraksi mol air, kita dapat menggunakan rumus berikut: X_air = n_air / (n_glukosa + n_air) di mana: * X_air adalah fraksi mol air * n_air adalah jumlah mol air * n_glukosa adalah jumlah mol glukosa Kita telah menghitung n_air dan n_glukosa di atas. Maka, fraksi mol air adalah: X_air = n_air / (n_glukosa + n_air) = 53,556 mol / (0,2 mol + 53,556 mol) = 0,9963 c. Molaritas larutan jika p larutan = 1,036 kg/L Molaritas larutan adalah jumlah mol zat terlarut per liter larutan. Dalam kasus ini, zat terlarut adalah glukosa. Molaritas larutan dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut: M = n_terlarut / V di mana: * M adalah molaritas larutan (dalam mol/L) * n_terlarut adalah jumlah mol zat terlarut * V adalah volume larutan (dalam liter) Kita telah menghitung n_glukosa dan V di atas. Maka, molaritas larutan adalah: M = n_glukosa / V = 0,2 mol / 1 L = 0,2 M d. Kadar larutan glukosa (% massa glukosa) Kadar larutan glukosa adalah persentase massa glukosa dalam larutan. Kadar larutan glukosa dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut: % massa glukosa = (massa glukosa / massa larutan) x 100% di mana: * % massa glukosa adalah kadar larutan glukosa (dalam %) * massa glukosa adalah massa glukosa dalam larutan (dalam gram) * massa larutan adalah massa total larutan (dalam gram) Kita telah menghitung massa glukosa dan massa larutan di atas. Maka, kadar larutan glukosa adalah: % massa glukosa = (massa glukosa / massa larutan) x 100% = (36.000 g / 1000 g) x 100% = 3,6% Kesimpulan * Fraksi mol glukosa dalam larutan glukosa 0,2 M adalah 0,0037. * Fraksi mol air dalam larutan glukosa 0,2 M adalah 0,9963. * Molaritas larutan glukosa dengan kepadatan 1,036 kg/L adalah 0,2 M. * Kadar larutan glukosa dengan kepadatan 1,036 kg/L adalah 3,6%. Penjelasan lebih lanjut: * Fraksi mol merupakan cara untuk menyatakan konsentrasi larutan berdasarkan jumlah mol zat terlarut dan pelarut. * Molaritas merupakan cara untuk menyatakan konsentrasi larutan berdasarkan jumlah mol zat terlarut per liter larutan. * Kadar larutan merupakan cara untuk menyatakan konsentrasi larutan berdasarkan persentase massa zat terlarut dalam larutan. Semoga penjelasan ini bermanfaat!


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Kesetaraan moral mengakui bahwa setiap warga memiliki nilai yang sama, baik anak-anak maupun orang dewasa. Berikut yang termasuk bentuk implementasi kesetaraan moral adalah .... A. pembagian sumber daya secara adil dan merata B. persamaan hak berpartisipasi dalam pemilu C. menghargai pendapat orang lain D. menerapkan hukum secara adil E. merendahkan status orang lain

11

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

40

0.0

Jawaban terverifikasi