Rifa F

17 November 2022 07:18

Iklan

Rifa F

17 November 2022 07:18

Pertanyaan

suatu kalimat dikatakan efektif jika memiliki syarat-syarat berikut kecuali A. Mudah dipahami pembaca atau pendengar B. Sistematis dan bertele-tele C. Tidak menimbulkan maksud lain D. Penyampaian yang tepat

suatu kalimat dikatakan efektif jika memiliki syarat-syarat berikut kecuali 

A. Mudah dipahami pembaca atau pendengar

B. Sistematis dan bertele-tele

C. Tidak menimbulkan maksud lain 

D. Penyampaian yang tepat

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

09

:

02

:

40

Klaim

1

2


Iklan

Erwin A

Community

18 November 2022 07:39

jawabannya B penjelasan: Memiliki unsur penting atau pokok, minimal unsur Subjek (S) dan Predikat (P). Taat terhadap tata aturan ejaan yang berlaku. Menggunakan diksi yang tepat. Menggunakan kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan sistematis. Menggunakan kesejajaran bentuk bahasa yang dipakai. Melakukan penekanan ide pokok. Mengacu pada kehematan penggunaan kata. Menggunakan variasi struktur kalimat.   Syarat-syarat Kalimat Efektif hubungan yang logis dan masuk akal. Berikut contoh kalimatnya: Kalimat tidak efektif: “Untukmempersingkat waktu, saya akan mengambil rute tercepat.” Kalimat efektif: “Untuk menghematwaktu, saya akan mengambil rute tercepat.” 2. Ketegasan Melakukan penonjolan terhadap ide pokok dari suatu kalimat. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membentuk penekanan dalam suatu kalimat, yaitu: Meletakkan kata yang ditonjolkan di awal kalimat, contohnya: “Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa & negara dengan kemampuan yang ada pada masing-masing individu.” Penekanan: Presiden mengharapkan Membuat urutan kata yang logis, contohnya: Kalimat tidak efektif: “Bukanseribu, sejuta, atau seratus,tetapi berjuta-juta rupiah” Kalimat efektif: “Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah.” Melakukan repetisi (pengulangan kata), seperti: “Saya suka akan wanginya, saya suka akan keindahannya.” Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan, contohnya: “Bruno bukan anak yang nakaldan pemarah, tetapi baik danpenyabar.” Menggunakan partikel penekan/penegas, seperti: “Jihanlah yang bertanggung jawab atas kejadian ini.” 3. Kehematan Gunakan kata-kata secara hemat, namun tidak mengurangi makna atau mengubah informasi yang ingin disampaikan. Dalam menyusun kalimat efektif, penggunaan kata, frasa, atau bentuk lain yang tidak dibutuhkan harus dihindari. Seperti: Hindari pengulangan subjek Jika subjek dalam sebuah kalimat hanya satu, penyebutannya tidak perlu diulang. Sebagai contoh: Kalimat tidak efektif: “Karenadia rajin, dia menjadi juara satu.” Kalimat efektif: “Karena rajin,dia menjadi juara satu.”   Hindari sinonim kata Jika dalam sebuah kalimat terdapat dua kata yang memiliki makna serupa, cukup gunakan salah satu saja. Sebagai contoh: Kalimat tidak efektif: “Yarsa rajin olahraga agar supayasehat.” Kalimat efektif: “Yarsa rajin olahraga agar sehat.”   Perhatikan bentuk kata jamak JIka sebuah kata telah memiliki makna jamak, maka tidak perlu ditambahkan kata yang bermakna jamak lagi. Sebagai contoh: Kalimat tidak efektif: “Para hadirin dimohon berdiri.” Kalimat efektif: “Hadirindimohon berdiri.” 4. Ketepatan Informasi yang akan disampaikan dalam suatu kalimat harus jitu (sesuai dengan sasaran), sehingga dibutuhkan ketelitian yang tinggi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan ketepatan kalimat yaitu; memakai kata yang tepat, kata berpasangan harus sesuai, dan hindari peniadaan preposisi. Berikut contohnya: Kalimat tidak efektif: “Jam tangan Ayah yang antik itu dijual dengan harga murah.” Kalimat efektif: “Jam tangan antik milik Ayah itu dijual dengan harga murah.” 5. Kecermatan Kalimat efektif tidak boleh menimbulkan tafsir ganda/kalimat yang ambigu. Perhatikan penggunaan kata atau diksi. Sebab kalimat efektif hanya memiliki satu makna, tidak menyimpang ataupun ambigu. Sebagai contoh: “Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah.” Kalimat tersebut terkesan ambigu karena tidak dapat menunjukkan siapa yang disebut terkenal, apakah ‘mahasiswa’ atau ‘perguruan tinggi’? Supaya efektif, kalimat tersebut dapat diubah menjadi salah satu dari dua bentuk berikut, sesuai dengan makna yang dituju: “Mahasiswa yang terkenal itu menerima hadiah.” “Mahasiswa dari perguruan tinggi itu menerima hadiah.”   6. Kepaduan Kepaduan artinya informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah dan tidak bertele-tele. Tidak perlu menyisipkan kata seperti ‘daripada’ atau ‘tentang’ antara predikat kata kerja dan objek penderita. Contohnya yaitu: Kalimat tidak efektif: “Novel ini membahas tentang persahabatan di sekolah.” Kalimat efektif: “Novel ini membahas persahabatan di sekolah.” 7. Kesejajaran Kalimat efektif harus memiliki kesamaan bentuk kata atau makna yang dipakai dalam kalimat. Kesejajaran terletak pada penggunaan imbuhan, sedangkan dalam hal struktur, kesejajaran ada pada klausa-klausa yang mengisi kalimat majemuk. Sebagai contoh: Kalimat tidak efektif: “Junot menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.” Kalimat efektif: “Junot menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan.” 8. Kesepadanan Struktur kalimat efektif wajib memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur SPOK, minimal Subjek (S) dan Predikat (P). Contoh: “Johan belajar di kelas.”


Iklan

Farras S

23 November 2022 14:26

jawabannya b


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Sejak kecil kau telah akrab dengan lingkungan sekolah ini karena sering diajak ibumu kemari. Tak heran ketika sudah waktunya untuk masuk sekolah, kau begitu **supel** dan teman-temanmu pun sudah banyak. Mereka umumnya murid-murid yang pernah diajar ibumu waktu kelas satu. Sedangkan aku? Aku waktu itu baru saja pindah ke kota kecil ini. Makna kata bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. ramah C. santun B. sopan D. baik

44

5.0

Jawaban terverifikasi

Teks berikut untuk soai nomor 4. 1) Ilmuwan di berbagai belahan dunia berkejaran dengan waktu untuk menciptakan vaksin guna mengatasi virus Corona jenis baru. Vaksin perlu segera diciptakan karena kematian akibat virus Corona yang terus bertambah dan penyebaran virus yang kian meluas. 2) Pada Jum'at (7-2-2020), Komisi Kesehatan Nasional Cina mencatat jumlah kematian akibat virus Corona baru telah mencapai 636 kasus, sedangkan jumlah warga yang terinfeksi menjadi 31.161 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Hubei, Cina, tempat vi kesehatan du niairus pertama muncul. Selain di Cina, virus itu kini telah menyebar ke lebih dari 25 negara. 3) Para ilmuwan bekerja dalam kecepatan penuh untuk menemukan vaksin bagi virus Corona baru atau penyakit pernapasan akut 2019-nCOV. Sebagai pusat epidemic, ilmuwan Cina berupaya menemukan vaksin bagi virus itu. Perkembangan terbaru adalah mereka menciptakan peta genetik virus. 4) Ilmuwan dari Australia, Kanada, hingga Prancis ikut menciptakan berbagai jenis inokulasi bersama sejumlah perusahaan biotek dan vaksin. Beberapa waktu lalu, Kepala Laboratorium Identifikasi Virus dari Institut Peter Doherty untuk Infeksi dan kekebalan, Melbourne, Julian Druce, menyatakan mereka mengembangkan virus Corona versi laboratorium dari tubuh pasien yang terinfeksi untuk uji coba. Tanggapan yang sesuai dengan berita tersebut adalah ... A. Pemerintah Australia telah tanggap menghadapi serangan virus Corona dengan menemukan vaksin virus tersebut. B. Para ilmuan perlu segera mempelajari virus corona yang menjadi masalah besar bagi kesehatan dunia karena persebarannya sangat cepat. C. Masyarakat perlu mawas diri dan menjaga kesehatan dalam menghadapi serangan virus corona yang mulai menyebar di Indonesia, D. Virus corona menjadi masalah besar bagi kesehatan manusia.

14

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan