M.Fahri A

08 Mei 2024 01:25

Iklan

M.Fahri A

08 Mei 2024 01:25

Pertanyaan

Struktur fisik puisi "kita adalah pemilik sah republik ini" karya taufik ismail

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

06

:

33

:

31

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Salsabila M

Community

10 Mei 2024 01:21

Jawaban terverifikasi

<p><br>Puisi "Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini" karya Taufik Ismail memiliki struktur fisik yang khas dari puisi bebas atau puisi modern. Dalam puisi ini, Taufik Ismail tidak mengikat dirinya pada pola metrik atau rima tertentu, sehingga puisinya cenderung bebas dalam hal struktur fisik. Namun demikian, kita dapat melihat beberapa ciri khas struktur fisik dari puisi ini:</p><p><strong>Panjang Baris yang Bervariasi</strong>: Puisi ini memiliki baris-baris dengan panjang yang bervariasi. Beberapa baris mungkin panjang, sementara yang lain lebih pendek. Variasi ini menambah dinamika dan ritme dalam pembacaan puisi.</p><p><strong>Pemenggalan Baris yang Tidak Teratur</strong>: Tidak ada pola pemenggalan baris yang konsisten dalam puisi ini. Pemenggalan baris bisa terjadi di mana saja, tanpa mengikuti pola tertentu. Hal ini memberikan kebebasan ekspresi bagi penyair.</p><p><strong>Pemakaian Spasi</strong>: Puisi ini mungkin menggunakan spasi atau jeda yang tidak teratur antara baris-barisnya, menambah variasi dalam tampilan visual puisi.</p><p><strong>Pemakaian Kapitalisasi</strong>: Penyair mungkin menggunakan kapitalisasi kata-kata tertentu untuk memberikan penekanan atau makna tambahan pada bagian-bagian tertentu dari puisi.</p><p><strong>Pemakaian Puisi Visual</strong>: Beberapa penyair, termasuk Taufik Ismail, mungkin menggunakan struktur fisik untuk menciptakan efek visual yang menarik. Hal ini bisa termasuk pengaturan baris yang tidak konvensional atau pemilihan font atau gaya huruf yang khusus.</p><p>Namun, tanpa akses langsung pada teks asli puisi tersebut, sulit untuk memberikan detail lebih lanjut tentang struktur fisiknya. Melalui pengamatan umum, kita bisa melihat bahwa puisi ini menunjukkan ciri-ciri umum dari puisi bebas, yang memberikan kebebasan ekspresi bagi penyair dalam hal struktur fisik.</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>


Puisi "Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini" karya Taufik Ismail memiliki struktur fisik yang khas dari puisi bebas atau puisi modern. Dalam puisi ini, Taufik Ismail tidak mengikat dirinya pada pola metrik atau rima tertentu, sehingga puisinya cenderung bebas dalam hal struktur fisik. Namun demikian, kita dapat melihat beberapa ciri khas struktur fisik dari puisi ini:

Panjang Baris yang Bervariasi: Puisi ini memiliki baris-baris dengan panjang yang bervariasi. Beberapa baris mungkin panjang, sementara yang lain lebih pendek. Variasi ini menambah dinamika dan ritme dalam pembacaan puisi.

Pemenggalan Baris yang Tidak Teratur: Tidak ada pola pemenggalan baris yang konsisten dalam puisi ini. Pemenggalan baris bisa terjadi di mana saja, tanpa mengikuti pola tertentu. Hal ini memberikan kebebasan ekspresi bagi penyair.

Pemakaian Spasi: Puisi ini mungkin menggunakan spasi atau jeda yang tidak teratur antara baris-barisnya, menambah variasi dalam tampilan visual puisi.

Pemakaian Kapitalisasi: Penyair mungkin menggunakan kapitalisasi kata-kata tertentu untuk memberikan penekanan atau makna tambahan pada bagian-bagian tertentu dari puisi.

Pemakaian Puisi Visual: Beberapa penyair, termasuk Taufik Ismail, mungkin menggunakan struktur fisik untuk menciptakan efek visual yang menarik. Hal ini bisa termasuk pengaturan baris yang tidak konvensional atau pemilihan font atau gaya huruf yang khusus.

Namun, tanpa akses langsung pada teks asli puisi tersebut, sulit untuk memberikan detail lebih lanjut tentang struktur fisiknya. Melalui pengamatan umum, kita bisa melihat bahwa puisi ini menunjukkan ciri-ciri umum dari puisi bebas, yang memberikan kebebasan ekspresi bagi penyair dalam hal struktur fisik.

 


 


Iklan

Nanda R

Community

12 Mei 2024 06:15

Jawaban terverifikasi

<p><br>"Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini" karya Taufik Ismail adalah puisi yang memiliki struktur fisik yang khas dari puisi pada umumnya. Namun, tanpa memiliki teks penuh puisi tersebut, saya tidak bisa memberikan detail tentang struktur fisiknya. Namun, saya bisa memberikan gambaran umum tentang struktur fisik puisi.</p><p><strong>Baris dan Stanza</strong>: Puisi biasanya terdiri dari baris-baris yang diatur dalam stanza-stanza. Stanza adalah kelompok baris yang sering memiliki pola atau tema tertentu.</p><p><strong>Panjang Baris</strong>: Panjang baris dalam puisi dapat bervariasi. Beberapa puisi memiliki baris-baris yang panjang, sementara yang lain memiliki baris-baris yang pendek. Panjang baris dapat mempengaruhi ritme dan irama dari puisi.</p><p><strong>Pola Ritme</strong>: Puisi sering memiliki pola ritme yang khas, yang muncul melalui pengulangan suku kata, irama, atau pola aksen yang teratur.</p><p><strong>Penggunaan Spasi</strong>: Penempatan spasi dan jeda antara baris atau stanza juga dapat mempengaruhi pengalaman membaca puisi. Beberapa puisi mungkin memiliki jeda yang panjang untuk menyoroti momen penting atau untuk memberikan waktu bagi pembaca untuk merenungkan makna.</p><p><strong>Penggunaan Struktur Visual</strong>: Beberapa puisi menggunakan struktur visual atau visual poetry, di mana tata letak teks di atas halaman membentuk gambar atau pola tertentu yang dapat menambah makna atau pengalaman membaca.</p>


"Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini" karya Taufik Ismail adalah puisi yang memiliki struktur fisik yang khas dari puisi pada umumnya. Namun, tanpa memiliki teks penuh puisi tersebut, saya tidak bisa memberikan detail tentang struktur fisiknya. Namun, saya bisa memberikan gambaran umum tentang struktur fisik puisi.

Baris dan Stanza: Puisi biasanya terdiri dari baris-baris yang diatur dalam stanza-stanza. Stanza adalah kelompok baris yang sering memiliki pola atau tema tertentu.

Panjang Baris: Panjang baris dalam puisi dapat bervariasi. Beberapa puisi memiliki baris-baris yang panjang, sementara yang lain memiliki baris-baris yang pendek. Panjang baris dapat mempengaruhi ritme dan irama dari puisi.

Pola Ritme: Puisi sering memiliki pola ritme yang khas, yang muncul melalui pengulangan suku kata, irama, atau pola aksen yang teratur.

Penggunaan Spasi: Penempatan spasi dan jeda antara baris atau stanza juga dapat mempengaruhi pengalaman membaca puisi. Beberapa puisi mungkin memiliki jeda yang panjang untuk menyoroti momen penting atau untuk memberikan waktu bagi pembaca untuk merenungkan makna.

Penggunaan Struktur Visual: Beberapa puisi menggunakan struktur visual atau visual poetry, di mana tata letak teks di atas halaman membentuk gambar atau pola tertentu yang dapat menambah makna atau pengalaman membaca.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Cermatilah puisi " Aku " Karya CHAIRIL ANWAR benkut ini! Aku Kalau sampai waktuku Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak pertu sedu sedan itu Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Tema puisi di atas adalah.... A. ketekunan dan kemauan seseorang dalam memperjuangan hak dirinya B. kemauan untuk hidup tenang tanpa beban C. kegigihan sesorang dalam mendapatkan cinta sejati D. seseorang yang tidak mau diganggu oleh siapapun E. kepasrahan kepada keadaan yang sedang terjadi

7

5.0

Jawaban terverifikasi

Eno Bastian: "Selamat slang, Pak." Wakil Perusahaan: "Selamat siang, Mas. Mari, silakan duduk." Eno Bastian: "Terima kasih, Pak." Wakil Perusahaan: "Sebenarnya, apa yang terjadi, Mas?" Eno Bastian: "Begini, Pak. Saya sebagai wakil dari teman-teman buruh PT Sagara Food ingin menyampaikan beberapa hal kepada Bapak." Wakil Perusahaan: "Silakan Anda sampaikan." Eno Bastian: "Terima kasih, Pak. Saya sebagai wakil dari teman-teman ingin menanyakan gaji kami sekarang, Pak." Wakil Perusahaan: "Maksud Anda?" Eno Bastian: "Menurut ketetapan gubernur, upah minimal Kabupaten Sukamaju sekarang mencapai Rp2.513.000,00, sedangkan gaji kami sekarang masih Rp2.250.000,00." Wakil Perusahaan: "Maaf, Mas. Biaya produksi awal tahun ini sedang melonjak. Harga kebutuhan pokok makin mahal. Karena itu, perusahaan belum bisa memenuhi permintaan buruh." Eno Bastian: "Akan tetapi, kebutuhan pokok buruh sekarang juga mengalami kenaikan, Pak. Kalau memang pihak perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan kami, terpaksa kami akan melakukan mogok kerja." Wakil Perusahaan: "Tidak bisa begitu. Kita harus mencari jalan tengah dalam mengatasi masalah ini." Eno Bastian: "Kami mohon kebijaksanaan, Bapak." Wakil Perusahaan: "Begini saja. Nanti saya akan berbicara dengan direktur perusahaan. Saya akan menyampaikan permintaan tersebut. Akan tetapi, saya hanya mengusulkan kenaikan upah paling besar menjadi Rp2.350.000,00." Eno Bastian: "Tolonglah, Pak. Kalau bisa, naikkan lebih dari itu. Kami butuh upah standar untuk dapat hidup layak." Wakil Perusahaan: "Baiklah, akan saya usahakan. Sekarang Anda tenangkan teman-teman. Kembalilah bekerja seperti semula." Eno Bastian: "Baiklah, Pak. Terima kasih, Pak. Selamat siang." Wakil Perusahaan: "Selamat siang." Tentukan struktur dari teks negosiasi tersebut.

17

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan