ERRA A

23 Agustus 2021 10:15

Iklan

ERRA A

23 Agustus 2021 10:15

Pertanyaan

Sri Hamengkubuwono IX merupakan pemimpin kesultanan Yogyakarta yang gigih mempertahankan keutuhan bangsa. jiwa nasionalisme beliau sempat diuji ketika Belanda....

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

22

:

52

:

35

Klaim

12

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

24 Agustus 2021 08:13

Jawaban terverifikasi

Halo Erra A Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat telah berdiri sebelum Republik Indonesia merdeka, dan sering mengalami gangguan dan campur tangan dari Belanda pada saat menjajah Indonesia. Setelah mendengar kabar Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, sehari setelahnya Sultan HB IX langsung mengirim ucapan selamat kepada Soekarno, Hatta dan Rajiman Wediodiningrat melalui telegram pada tanggal 18 Agustus 1945. Dua hari setelahnya, pada tanggal 20 Agustus 1945, Sultan HB IX mengirim lagi telegram dengan isi sanggup berdiri di belakang pimpinan Soekarno dan Hatta. Akhirnya, pada tanggal 5 September 1945 Sri Sultan Hamengku Buwono IX mengeluarkan maklumat yang menyatakan bahwa Kasultanan Yogyakarta menggabungkan diri dengan Republik Indonesia. Hal ini merupakan bukti dukungan yang luar biasa besar kepada Republik, karena beliau yang merupakan penguasa sepenuhnya daerah Ngayogyakarta Hadiningrat bersedia bergabung dengan Republik Indonesia, yang berarti bahwa beliau akan berada di bawah Presiden RI dan harus mengikuti ketentuan-ketentuan negara. Jasa besar lain Sultan HB IX kepada Republik Indonesia adalah ketika kas negara tidak mampu membiayai pemerintahan, Sultan HB IX menyumbangkan sekitar 6 juta gulden kepada Republik, yang tidak pernah diungkit sampai sekarang. Setelah Belanda melancarkan Agresi Militer II dan menguasai Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 1948, Sri Sultan Hemengku Buwono IX menolak bekerja sama dengan Belanda walaupun ditawari kedudukan sebagai raja di seluruh Pulau Jawa. Alasannya adalah, seperti diceritakan putranya, GBPH Prabukusumo, adalah karena Sultan HB IX menginginkan sistem pemerintahan Republik di Indonesia, dan menghormati keraton-keraton lain di Indonesia, sehingga tidak ingin dimusuhi keraton lain jika dianggap bekerja sama dengan Belanda. Banyak memang yang mengatakan bahwa walaupun Sultan HB IX adalah seorang raja yang hidup dalam dunia feodalis, namun pendidikannya di Belanda telah membuatnya menjadi pendukung sistem pemerintahan Republik yang dianggap lebih cocok diterapkan di Indonesia. Beliau kemudian terus mendukung perjuangan Jenderal Sudirman yang bergerilya dan bahkan menjadi inisiator Serangan Umum 1 Maret 1949. Pada tanggal 8 Juni 2003, Sultan HB IX ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional. Dengan demikian, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menolak tawaran Belanda yang akan menjadikannya raja seluruh Jawa setelah Agresi Militer II Belanda berlangsung adalah karena mendukung sistem Republik di Indonesia. Mapel: Sejarah kelas: 11 SMA Topik: Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Semoga Membantu Ya : )


Iklan

Deby O

06 Desember 2021 06:11

Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan pemimpin Kesultanan Yogyakarta yang gigih mempertahankan ke utuhan Bangsa. Jiwa nasionalisme beliau sempat diuji ketika Belanda


IRFAN Z

30 November 2022 02:51

Jawabannya apaaa?

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

70

5.0

Jawaban terverifikasi