Petra P

16 Februari 2024 13:19

Iklan

Iklan

Petra P

16 Februari 2024 13:19

Pertanyaan

Singapura menyepakati kerja sama terkait pelatihan industri 4.0 untuk masyarakat Indonesia. Dampak positif kerja sama tersebut bagi Indonesia adalah.... a. memperluas lapangan pekerjaan di masyarakat b. menambah penerimaan negara di sektor pajak c. meningkatnya kualitas tenaga kerja dalam negeri d. mendorong investor asing menanamkan modal


9

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

16 Februari 2024 23:04

Jawaban terverifikasi

<p>jawabannya adalah C.</p><p>&nbsp;</p><p>Kerja sama pelatihan industri 4.0 dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, mempersiapkan mereka dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dalam menghadapi era industri 4.0.</p>

jawabannya adalah C.

 

Kerja sama pelatihan industri 4.0 dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, mempersiapkan mereka dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dalam menghadapi era industri 4.0.


Petra P

23 Februari 2024 13:35

Terima kasih, Nanda.

Iklan

Iklan

Erwin A

Community

17 Februari 2024 08:19

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang tepat adalah <strong>c. meningkatnya kualitas tenaga kerja dalam negeri</strong>.</p><p>Berikut penjelasannya:</p><p><strong>a. Memperluas lapangan pekerjaan di masyarakat:</strong></p><p>Kerja sama pelatihan industri 4.0 memang <strong>berpotensi</strong> membuka lapangan pekerjaan baru, terutama di sektor teknologi dan manufaktur.</p><p><strong>b. Menambah penerimaan negara di sektor pajak:</strong></p><p>Peningkatan lapangan pekerjaan <strong>berpotensi</strong> meningkatkan penerimaan negara dari pajak penghasilan dan pajak badan. Namun, dampak ini tidak langsung dan membutuhkan waktu.</p><p><strong>c. Meningkatnya kualitas tenaga kerja dalam negeri:</strong></p><p>Pelatihan industri 4.0 akan membekali masyarakat Indonesia dengan keterampilan yang dibutuhkan di era digital, seperti robotika, kecerdasan buatan, dan internet of things. Hal ini akan meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.</p><p><strong>d. Mendorong investor asing menanamkan modal:</strong></p><p>Meningkatnya kualitas tenaga kerja <strong>dapat</strong> menarik investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia. Hal ini karena investor asing akan lebih memilih negara dengan tenaga kerja yang terampil dan kompeten.</p><p><strong>Kesimpulan:</strong></p><p>Dampak positif utama dari kerja sama pelatihan industri 4.0 bagi Indonesia adalah <strong>meningkatnya kualitas tenaga kerja dalam negeri</strong>.</p><p>Dampak lainnya seperti <strong>memperluas lapangan pekerjaan</strong>, <strong>menambah penerimaan negara di sektor pajak</strong>, dan <strong>mendorong investor asing menanamkan modal</strong> adalah <strong>dampak turunan</strong> yang membutuhkan waktu untuk terlihat.</p><p><strong>Catatan:</strong></p><p>Keberhasilan kerja sama ini dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja tergantung pada beberapa faktor, seperti:</p><ul><li><strong>Kualitas pelatihan:</strong> Pelatihan harus dirancang dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan industri.</li><li><strong>Keterlibatan industri:</strong> Industri perlu dilibatkan dalam perancangan dan pelaksanaan pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan mereka.</li><li><strong>Kesadaran masyarakat:</strong> Masyarakat perlu didorong untuk mengikuti pelatihan dan meningkatkan keterampilan mereka.</li></ul>

Jawaban yang tepat adalah c. meningkatnya kualitas tenaga kerja dalam negeri.

Berikut penjelasannya:

a. Memperluas lapangan pekerjaan di masyarakat:

Kerja sama pelatihan industri 4.0 memang berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru, terutama di sektor teknologi dan manufaktur.

b. Menambah penerimaan negara di sektor pajak:

Peningkatan lapangan pekerjaan berpotensi meningkatkan penerimaan negara dari pajak penghasilan dan pajak badan. Namun, dampak ini tidak langsung dan membutuhkan waktu.

c. Meningkatnya kualitas tenaga kerja dalam negeri:

Pelatihan industri 4.0 akan membekali masyarakat Indonesia dengan keterampilan yang dibutuhkan di era digital, seperti robotika, kecerdasan buatan, dan internet of things. Hal ini akan meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.

d. Mendorong investor asing menanamkan modal:

Meningkatnya kualitas tenaga kerja dapat menarik investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia. Hal ini karena investor asing akan lebih memilih negara dengan tenaga kerja yang terampil dan kompeten.

Kesimpulan:

Dampak positif utama dari kerja sama pelatihan industri 4.0 bagi Indonesia adalah meningkatnya kualitas tenaga kerja dalam negeri.

Dampak lainnya seperti memperluas lapangan pekerjaan, menambah penerimaan negara di sektor pajak, dan mendorong investor asing menanamkan modal adalah dampak turunan yang membutuhkan waktu untuk terlihat.

Catatan:

Keberhasilan kerja sama ini dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja tergantung pada beberapa faktor, seperti:

  • Kualitas pelatihan: Pelatihan harus dirancang dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan industri.
  • Keterlibatan industri: Industri perlu dilibatkan dalam perancangan dan pelaksanaan pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan mereka.
  • Kesadaran masyarakat: Masyarakat perlu didorong untuk mengikuti pelatihan dan meningkatkan keterampilan mereka.

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

20. Indonesia mengirimkan banyak tenaga kerjanya untuk bekerja di luar negeri. Dampak positif kegiatan tersebut bagi negara adalah..... a hubungan ekonomi antarnegara makin menguat h perusahaan asing di dalam negeri makin banyak c. penerimaan negara berupa devisa makin bertambah d. cualitas tenaga kerja di dalam negeri makin meningkat

19

5.0

Jawaban terverifikasi

Strategi Ekonomi Indonesia Atasi Dampak Covid-19 [...] Selain sedang berusaha menghadapi penyebaran virus corona di dalam negeri, Indonesia tidak dapat lepas dari dinamika perekonomian global. Seperti diketahui semua negara saat ini juga masih fokus menangani wabah Covid-19 yang pada akhirnya mengganggu kepercayaan investor, sektor pariwisata/travel, supply chain dan pasar keuangan. Prospek pelemahan ekonomi global tersebut diperparah lagi dengan kecenderungan pelemahan harga minyak mentah global. Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Komite Stabiltas Sektor Keuangan (KSSK) yang terdi dari Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS, melakukan ossessment untuk memperkirakan skenario berat dan terberat yang mungkinakan kita hadapi akibat dar dampak Covid-19 pada ekonomi lndonesia. [Tabel data: Presentasi Sri Mulyani] Berdasarkan pemaparan Sri Mulyani, hasil dari assessment tersebut, maka untuk skenario berat, ekonomi Indonesi hanya akan tumbuh 2,3% atau turun 3% dibanding asumsi APBN 2020, dengan nilai tukar rupiahnya 12.500/dolar. Dan skenario sangat berat adalah ekonomi Indonesia dapat mengalami penurunan atau minus 0,4% dengan nilai tukar rupiah mencapai 20.000/dolar Sebagai perbandingan pada krisis keuangan 2008, kondsi aktual yang terjadi pada tahun 2009, ekonomi Indonesia masih mampu bertumbuh diangka 4,6% atau turun 1,4%. Mengapa skenario ini cenderung lebih pasrah dibanding 2008? Karena kala itu Indonesia masih mampu menahan dampaknya pada struktur ekonomi yang sebagian besar ditopang oleh sektor konsumsi domestik. Dan memang pada waktu itu, masyarakat di daerah masih tetap beraktitas normal, demikian juga UKM yang tidak berhubungan dengan ekspor impor masih tergolong beroperasi normal. Di berbagai daerah, penanda dan petugas kepolisian dibantu TNI memberikan imbauan agar masyarakat menghindari kumpul di warung atau tempat makan minum dengan tujuan agar penyebaran covid-19 dapat dikontrol. Sebagai gambaran di 2019 sendiri, konsumsi rumah tangga menopang Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 56,82% sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Jika melihat lebih dalam lagi dari assessment yang dilakukan oleh KSSK disebutkan juga bahwa konsumsi rumah tangga yang semula berdasarkan asumsi APBN 2020 ci angka 5,0% turun menjadi 3,22% pada skenario berat dan menjadi hanya 1,6% dengan skenario sangat berat. Sebagai gambaran, saat ini ada 7 juta warga negara Indonesia yang masih belum mendapatkan pekerjaan (pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi 5% itu setara dengan penciptaan lapangan keja untuk 2 juta hingga 2,5 juta warga negara Indonesia. Antisipasi pada Skenario Walaupun hasil assessment yang dilakukan oleh KSSK ini terlihat begitu menakutkan Sri Mulyani menekankan bahwa justru asumsi ini akan menjadi patokan agar jangan sampai skenario terburuk atau sangat berat terjadi. Itulah mengapa pemerintah berusaha mengeIuarkan beberapa kebijakan dan stimulus untuk mengurangi dampak dari wabah pandemi Covid-19. Pada 1 April 2020, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Perppu tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabiitas Sistem Keuangan, dimana diputuskan pemerintah menambah belanja dan pembiayaan anggaran untuk menangani dampak Covid-19, yaitu sebesar Rp405,1 triliun. [Tabel Belanja dan Anggaran untuk mengatasi dampak Covid-19] Sesuai dengan penjelasan di halaman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, detail dari penggunaan Anggaran tersebut sebagai berikut: Prioritas ke-1 untuk kesehatan sebesar Rp75 triliun, terutama untuk insentif tenaga medis dan belanja penanganan kesehatan. Prioritas ke-2 untuk social safety net akan diperluas sebesar Rp110 trilun. Prioritas ke-3 adalah dukungan kepada industri senilai Rp70 triliun (pajak, bea masuk, KUR). Prioritas ke-4 adalah dukungan pembiayaan anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp150 tiliun. [...] (Yossy Girsang, Pengamat Ekonomi dan Praktisi Pasar Modal-Tim Ekonomi Tagor) Kesimpulan yang SALAH berdasarkan informasi di atas adalah .... A. Penurunan ekonomi untuk skenario berat akan lebih buruk 2,1 kali dibanding aktual yang terjadi di 2009 B. untuk skenario sangat berat dampaknya lebih buruk 4,1 kali dibanding krisis ekonomi 2008-2009. C. Kondisi ekonomi akibat COVID-19 lebih buruk bila dibandingkan krisis 2008 D. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Indonesia tahun 2020 mengalami penurunan tidak sampai 1,5% sehingga memperparah dampak pelemahan ekonomi. E. Wabah Covid-19 menyebabkan menurunnya kepercayaan investor, sektor pariwisata/travel, supply chain, pasar keuangan, hingga pelemahan pelemahan harga minyak mentah global.

11

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

[...] Sektor pariwisata tetap menjadi andalan sumber devisa bidang ekspor jasa. Jika dibandingkan dengan ekspor jasa lainnya, pangsa devisa pariwisata merupakan yang tertinggi, yakni mencapai 54% terhadap total ekspor jasa. Pangsa tersebut juga menunjukkan tren peningkatan dari 2014 yang tercatat sebesar 44% terhadap total ekspor jasa. [Grafik (1) Sektor Penyumbangan Devisa Tertinggi berdasarkan Komoditas] Pada 2019 di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Kunjungan wisman dan perolehan devisa tetap tumbuh positif. Selain itu, penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata Juga lebih baik dibanding tahun 2018 yang mencapai 10,3%. Secara sektoral, penyerapan tenaga kerja sektor pariwisata merupakan terbesar keempat. Potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru didukung oleh daya saing pariwisata yang membaik. Potensi alam dan budaya Indonesia yang diakui dunia turut menopang perkembangan sektor pariwisata. Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata utama Indonesia menjadi destinasi populer dunia ke-4 berdasarkan Trip Advisor Travelers Choice 2020, dan posisi ke-9 pada Agoda Top 10 City Destination 2019. Selain Bali, Indonesia masih memiliki potensi destinasi berbasis natural dan cultural yang sudah cukup dikenal di tingkat global, di antaranya Lombok, Labuan Bajo, Borabudur, Raja Ampat, dan Danau Toba. [Grafik (2) Perbandingan Komponen Daya Saing] Secara keseluruhan, peningkatan daya saing menjadi aspek penting dalam mendukung kinerja pariwisata. Capaian daya saing Indonesia pada 2019 yang berada pada peringkat ke-40 sudah lebih baik dibandingkan dengan peringkat pada 2017. Ke depan, masih terdapat ruang peningkatan agar daya saing pariwisata Indonesia dapat sejajar dengan negara peers seperti Thailand, Malaysia dan Singapura yang berada pada peringkat 25 teratas. Dari empat indikator, beberapa indikator dapat diprioritaskan untuk dikembangkan lebih baik untuk meningkatkan peringkat daya saing Indonesia. Srategi penguatan kinerja sektor pariwisata ditempuh melalui strategi 3A2P (Akses, Atraksi dan Amenitas Promosi dan Pelaku Pariwisata) dan didukung sinergi kebijakan. Pada 2019 pengembangan 3A difokuskan pada penyediaan Akses, Atraksi dan Amenitas yang berkualitas melalui (i) peningkatan kapasitas bandara di pintu masuk utama, (ii) penguatan branding dan story destinasi, serta (iii) mengembangan jaringan hotel internasional. Pada aspek pelaku, transformasi ditempuh melalui kebijakan pemerintah untuk memberikan sertifikasi yang mendukung peningkatan kualitas SDM. Transformasi pada aspek promosi ditempuh melalui promosi intensif melalui media digital, online travelagent,dan perluasan hotdeals. Sinergi antarpemangku kebijakan turut mendukung transformasi melalui koordinasi dan penyelesaian bottleneck pengembangan pariwisata. Dalam implementasinya, fokus pengembangan 3A2P tersebut dilakukan pada 5 destinasi superprioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur-Joglosemar, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang, serta beberapa destinasi utama lainnya seperti Jakarta, Bali dan Kepulauan Riau. Implementasi strategi 3A2P tersebut diharapkan dapat mendukung perbaikan peringkat daya saing Indonesia lebih baik dari negara lainnya. (Sumber: Laporan Perekonomian Indonesia 2019, BI) Berikut adalah informasi yang bisa kita peroleh terkait perkembangan pariwisata berdasarkan Grafik (1), kecuali .... A. Kinerja sektor pariwisata yang makin meningkat berpotensi untuk memperkuat struktur ekonomi dan mendukung percepatan transformasi ekonomi. B. Penerimaan devisa pariwisata terus meningkat dengan rata-rata per tahun mencapai 14,5 miliar dolar AS. C. Sejak 5 tahun terakhir nilai devisa sektor ekspor jasa, separuhnya bersumber dari pangsa devisa pariwisata. D. Kinerja pariwisata yang membaik menempatkan nilai devisa sektor pariwisata menjadi terbesar kedua. E. Surplus neraca jasa pariwisata juga terjaga dan stabil meningkat.

4

0.0

Jawaban terverifikasi