Salsabilla R

27 Februari 2022 03:52

Iklan

Salsabilla R

27 Februari 2022 03:52

Pertanyaan

Simaklah bacaan di bawah ini dan jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawahnya. Suku Kubu atau Suku Anak Dalam Suku Kubu atau juga dikenal dengan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan. Mereka mayoritas hidup di Provinsi Jambi, dengan perkiraan jurnlah populasi sekitar 200.000 jiwa. Pada awalnya untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya, Suku Anak Dalam sangat bergantung pada hasil hutan atau hewan buruan : Namun, kini ada juga sebagian dari mereka yang hidup dengan bermata pencaharian sebagai petani atau peladang. Berburu binatang, seperti babi, kera, beruang, monyet, ular, labi-labi, rusa, kijang dan berbagai jenis unggas, merupakan salah satu bentuk mata pencarian mereka. Selain itu, meramu hasil hutan juga menjadi mata pencaharian mereka, seperti mengambil buah-buahan, daun-daunan, dan akar-akaran sebagai bahan makanan. Mereka hidup secara berkelompok dengan dipimpin oleh seorang tumenggung yang menaungi 9-10 keluarga dan tempat tinggalnya bersifat semisedenter, bangunan tempat tinggalnya berupa pondok yang terbuat dari kayu dengan atap jerami atau sejenisnya. Biasanya tempat tinggal mereka dekat dengan aliran sungai sebagai sumber kehidupan. Salah satu tradisi khas Suku Anak Dalam adalah melangun, yaitu melangkahkan kaki sejauh mungkin dari kampung halaman akibat ditinggal mati oleh sanak saudara. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan kesedihan. Melangun dilakukan oleh seluruh anggota keluarga yang ditimpa musibah, melangun dapat dilakukan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, mereka akan kembali ke kampung halaman setelah kesedihan sima. Namun, cara hidup Suku Anak Dalam kini terancam oleh perluasan perkebunan kelapa sawit yang merambah hunian dan tanah ulayat mereka. Akibatnya, wilayah perburuan mereka semakin jauh dan hewan buruan makin langka. Hidup mereka terkatung-katung dengan tinggal di tenda-tenda akibat tanah mereka dijadikan perkebunan sawit. Mereka juga tidak lagi dapat melakukan tradisi melangun karena jika kampung halaman mereka lama ditinggalkan, mereka khawatir kampung halaman mereka akan dikonversi menjadi lahan perkebunan sawit. Pertanyaan: Menurut Anda, apakah cara hidup suku Anak Dalam masih memiliki kesamaan dengan cara hidup manusia purba pada masa praaksara? Berikan alasannya.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

07

:

10

:

37

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

I. Samsiah

05 Maret 2022 12:23

Jawaban terverifikasi

Hai Salsabilla R, Kakak bantu jawab ya. Jadi suku Anak Dalam bisa dikatakan masih memiliki kesamaan dengan cara hidup manusia purba pada masa praaksara. Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan berikut: Anak dalam masih memiliki kesamaan dengan cara hidup manusia purba pada masa praaksara. Hal ini dapat dilihat pada ketergantungan mereka terhadap alam. Mereka bertahan hidup dengan mengandalkan alam untuk keperluan primer seperti sandang, pangan, dan papan. Untuk urusan pangan, mereka mengadaptasi pola hidup bercocok tanam, berburu, dan meramu seperti kehidupan manusia pada masa pra aksara. Untuk sandang dan pangan pun sangat sederhana dengan tetap mengandalkan alam. Semoga membantu :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi