Thasya N

23 Januari 2024 01:50

Iklan

Thasya N

23 Januari 2024 01:50

Pertanyaan

sikap positif apa saja yang perlu kita lakukan dalam menyikapi keberagaman negara Indonesia di lingkungan keluarga

sikap positif apa saja yang perlu kita lakukan dalam menyikapi keberagaman negara Indonesia di lingkungan keluarga

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

22

:

15

:

31

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

23 Januari 2024 04:17

Jawaban terverifikasi

<p>Dalam menyikapi keberagaman negara Indonesia di lingkungan keluarga, beberapa sikap positif yang dapat diadopsi meliputi:</p><ul><li><strong>Penerimaan:</strong> Menerima perbedaan budaya, agama, suku, dan latar belakang lainnya sebagai bagian yang integral dari kehidupan keluarga.</li><li><strong>Penghargaan:</strong> Menghargai dan menghormati keunikan setiap individu dalam keluarga tanpa memandang perbedaan yang ada.</li><li><strong>Komunikasi Terbuka:</strong> Membuka saluran komunikasi yang baik untuk memahami pandangan, nilai, dan tradisi masing-masing anggota keluarga.</li><li><strong>Pendidikan Inklusif:</strong> Mendorong pemahaman tentang keberagaman melalui edukasi, agar setiap anggota keluarga memahami dan menghormati perbedaan.</li><li><strong>Partisipasi Aktif:</strong> Mendorong partisipasi aktif dari setiap anggota keluarga dalam kegiatan yang merayakan keberagaman, seperti festival atau perayaan budaya.</li><li><strong>Kesetaraan:</strong> Menanamkan nilai kesetaraan, di mana setiap individu memiliki hak dan tanggung jawab yang sama tanpa memandang latar belakangnya.</li><li><strong>Keterbukaan untuk Belajar:</strong> Bersedia belajar dari pengalaman dan pengetahuan baru mengenai keberagaman untuk memperkaya pemahaman keluarga.</li><li><strong>Empati:</strong> Mengembangkan rasa empati terhadap pengalaman dan tantangan yang mungkin dihadapi oleh anggota keluarga dengan latar belakang berbeda.</li></ul><p>Dengan mengadopsi sikap-sikap positif ini, keluarga dapat menjadi lingkungan yang mendukung, memperkaya, dan merayakan keberagaman Indonesia.</p>

Dalam menyikapi keberagaman negara Indonesia di lingkungan keluarga, beberapa sikap positif yang dapat diadopsi meliputi:

  • Penerimaan: Menerima perbedaan budaya, agama, suku, dan latar belakang lainnya sebagai bagian yang integral dari kehidupan keluarga.
  • Penghargaan: Menghargai dan menghormati keunikan setiap individu dalam keluarga tanpa memandang perbedaan yang ada.
  • Komunikasi Terbuka: Membuka saluran komunikasi yang baik untuk memahami pandangan, nilai, dan tradisi masing-masing anggota keluarga.
  • Pendidikan Inklusif: Mendorong pemahaman tentang keberagaman melalui edukasi, agar setiap anggota keluarga memahami dan menghormati perbedaan.
  • Partisipasi Aktif: Mendorong partisipasi aktif dari setiap anggota keluarga dalam kegiatan yang merayakan keberagaman, seperti festival atau perayaan budaya.
  • Kesetaraan: Menanamkan nilai kesetaraan, di mana setiap individu memiliki hak dan tanggung jawab yang sama tanpa memandang latar belakangnya.
  • Keterbukaan untuk Belajar: Bersedia belajar dari pengalaman dan pengetahuan baru mengenai keberagaman untuk memperkaya pemahaman keluarga.
  • Empati: Mengembangkan rasa empati terhadap pengalaman dan tantangan yang mungkin dihadapi oleh anggota keluarga dengan latar belakang berbeda.

Dengan mengadopsi sikap-sikap positif ini, keluarga dapat menjadi lingkungan yang mendukung, memperkaya, dan merayakan keberagaman Indonesia.


Iklan

Salsabila M

Community

22 Juni 2024 12:52

Jawaban terverifikasi

<p>Dalam menyikapi keberagaman negara Indonesia di lingkungan keluarga, ada beberapa sikap positif yang dapat kita lakukan:</p><p><strong>Menghargai dan Menghormati Perbedaan</strong>: Ajarkan kepada anggota keluarga untuk menghargai dan menghormati perbedaan suku, agama, dan budaya antar sesama warga negara Indonesia.</p><p><strong>Mendorong Dialog dan Komunikasi Terbuka</strong>: Dorong anggota keluarga untuk berbicara secara terbuka tentang keberagaman, diskusikan nilai-nilai inklusif, dan saling belajar dari pengalaman masing-masing.</p><p><strong>Mengajarkan Toleransi</strong>: Ajarkan nilai-nilai toleransi kepada anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Tunjukkan bahwa perbedaan adalah sesuatu yang alami dan bisa diterima.</p><p><strong>Mengenalkan Keberagaman Secara Aktif</strong>: Ajak anggota keluarga untuk memahami dan mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui kegiatan seperti mengunjungi tempat ibadah, festival budaya, atau acara komunitas yang beragam.</p><p><strong>Menanamkan Sikap Menghargai Keadilan dan Kesetaraan</strong>: Berbicaralah tentang pentingnya kesetaraan hak dan keadilan bagi semua orang, tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang budaya.</p><p><strong>Mencontohkan Sikap Menghargai dan Bersikap Adil</strong>: Sebagai orang tua atau anggota keluarga yang lebih tua, berperilaku dan bertindak secara konsisten dengan nilai-nilai penghargaan terhadap keberagaman.</p><p><strong>Mengajarkan Mengenai Sejarah dan Nilai-nilai Pancasila</strong>: Jelaskan kepada anggota keluarga mengenai sejarah bangsa Indonesia yang beragam dan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan negara yang menghargai keberagaman.</p><p><strong>Menjadi Contoh Positif dalam Memperlakukan Orang Lain</strong>: Tunjukkan kepada anggota keluarga bagaimana berinteraksi dengan baik dan menghormati orang-orang dari latar belakang yang berbeda.</p>

Dalam menyikapi keberagaman negara Indonesia di lingkungan keluarga, ada beberapa sikap positif yang dapat kita lakukan:

Menghargai dan Menghormati Perbedaan: Ajarkan kepada anggota keluarga untuk menghargai dan menghormati perbedaan suku, agama, dan budaya antar sesama warga negara Indonesia.

Mendorong Dialog dan Komunikasi Terbuka: Dorong anggota keluarga untuk berbicara secara terbuka tentang keberagaman, diskusikan nilai-nilai inklusif, dan saling belajar dari pengalaman masing-masing.

Mengajarkan Toleransi: Ajarkan nilai-nilai toleransi kepada anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Tunjukkan bahwa perbedaan adalah sesuatu yang alami dan bisa diterima.

Mengenalkan Keberagaman Secara Aktif: Ajak anggota keluarga untuk memahami dan mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui kegiatan seperti mengunjungi tempat ibadah, festival budaya, atau acara komunitas yang beragam.

Menanamkan Sikap Menghargai Keadilan dan Kesetaraan: Berbicaralah tentang pentingnya kesetaraan hak dan keadilan bagi semua orang, tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang budaya.

Mencontohkan Sikap Menghargai dan Bersikap Adil: Sebagai orang tua atau anggota keluarga yang lebih tua, berperilaku dan bertindak secara konsisten dengan nilai-nilai penghargaan terhadap keberagaman.

Mengajarkan Mengenai Sejarah dan Nilai-nilai Pancasila: Jelaskan kepada anggota keluarga mengenai sejarah bangsa Indonesia yang beragam dan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan negara yang menghargai keberagaman.

Menjadi Contoh Positif dalam Memperlakukan Orang Lain: Tunjukkan kepada anggota keluarga bagaimana berinteraksi dengan baik dan menghormati orang-orang dari latar belakang yang berbeda.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Selegram merupakan salah satu profesi yang berkaitan erat dengan media sosial . Profesi ini sering kali menunjukkan gaya hidup di media sosial untuk membangun citra positif pada dirinya. Akan tetapi, profesi ini rentan sekali mendapat ujaran kebencian dari orang yang tidak dikenal di media sosial. Bentuk pelanggaran hak warga negara yang terjadi pada ilustrasi tersebut adalah ... Question 41Answer a. intoleransi beragama b. cyberbulling c. diskriminasi d. persekusi e. genosida

6

0.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

12

5.0

Jawaban terverifikasi