Rahmat S

11 Desember 2021 09:36

Iklan

Rahmat S

11 Desember 2021 09:36

Pertanyaan

Siapa saja tokoh tokoh dalam peristiwa 17 Oktober 1952 dan apa saja tuntutannya !

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

11

:

48

:

14

Klaim

1

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

Ruth A

11 Desember 2021 10:17

Jawaban terverifikasi

Pembahasan: Pada 17 Oktober 1952, akibat dari apa yang dianggap sebagai intervensi partai politik kepada Angkatan Darat, terjadi demonstari di Istana Negara. Demonstrasi ini mengajukan tuntutan pembubaran parlemen dan menggantinya dengan parlemen baru serta tuntutan segera dilaksanakan pemilihan umum. Demonstrasi ini direncanakan dan dipimpin oleh para perwira Angkatan Darat seperti Letkol Sutoko, Kolonel dr Mustopo, Letkol Kemal Idris dan Letkol S Parman. Pada saat yang sama, anggota parlemen Manai Sophian mengajukan mosi agar pemerintah menyelidiki campurtangan di Angkatan Darat. Presiden Sukarno menolak tuntutan Angkatan Darat untuk pembubaran Parlemen dengan alasan ia tidak mau menjadi diktator. Akibat gagalnya upaya demonstrasi ini, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal AH Nasution harus mengundurkan diri. Peristiwa 17 Oktober 1952 ini, bersama dengan kerusuhan yang terjadi di Tanjung Morawa di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada 16 Maret 1953 akhirnya memaksa PM Wilopo mengembalikan mandat kabinetnya kepada Presiden RI pertama, Soekarno, pada 2 Juni 1953.


Iklan

Ruth A

11 Desember 2021 10:16

Jawaban terverifikasi

Tokoh peristiwa 17 Oktober 1952: 1. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Abdul Haris Nasution 2. Mayor Jenderal T.B. Simatupang 3. Letnan Kolonel Sutoko 4. Letnan Kolonel S. Parman 5. Kolonel dr. Mustopo (Kepala Kedokteran Gigi Angkatan Darat dan Perwira Penghubung Presiden) 6. Letnan Kolonel Kemal Idris (Komandan Garnisun Jakarta) 7. Manai Sophian


R. Setyawan

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Semarang

17 Desember 2021 07:27

Jawaban terverifikasi

Hai Rahmat S. Kakak bantu jawab ya Tokoh peristiwa 17 Oktober 1952 adalah Abdul Haris Nasution, Kemal Idris, T. B Simatupang, Bambang Supeno, S. Parman, dr. Mustopo dan Manai Sophian Untuk lebih jelasnya, simaklah penjelasan beirkut ini Peristiwa 17 Oktober 1952 adalah peristiwa di mana KSAD (saat itu dijabat A.H. Nasution) dan tujuh panglima daerah meminta Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) dibubarkan. Bahkan Kemal Idris, salah satu dari tujuh panglima, pernah mengarahkan moncong meriam ke Istana dengan dalih melindungi Presiden Soekarno dari demonstrasi mahasiswa. Latar belakang pemicunya adalah pemilu yang tertunda-tunda yang dianggap hanyalah taktik DPRS (yang didukung Bung Karno) untuk mempertahankan keadaan yang makin parah. Konflik intern militer dan partai-partai menajam, korupsi meluas, dan keadaan keamanan memburuk. Pada 13 Juli 1952, Kolonel Bambang Supeno, orang dekat Bung Karno yang sering keluar-masuk Istana, mengirim surat ke Perdana Menteri Wilopo, Presiden dan DPRS, menyatakan tak mempercayai lagi pimpinan Angkatan Perang, khususnya Angkatan Darat (dipimpin Nasution). Bambang Supeno-lah yang melobi Bung Karno sampai Bambang Sugeng akhirnya mengganti Nasution sebagai KSAD. Nasution dipecat. Tujuh perwira daerah ada yang ditahan dan digeser kedudukannya. Semoga bermanfaat


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

30

5.0

Jawaban terverifikasi