Nadiva A

07 Maret 2022 05:04

Iklan

Nadiva A

07 Maret 2022 05:04

Pertanyaan

Setelah Linggawarman meninggal, kekuasaan Tarumanagara turun kepada menantunya Tarusbawa. Hal ini menyebabkan penguasa Galuh bernama Wretikandayun (612-702) memberontak, melepaskan diri dari Tarumanagara serta mendirikan Kerajaan Galuh yang mandiri. Kesimpulan yang tidak tepat terkait dengan informasi tersebut adalah a. Wretikandayun tidak puas dengan pengangkatan Tarusbawa b. Galuh adalah vassal dari Tarumanagara c. Wretikandayun dan Linggawarman tak berhubungan kekerabatan d. Tarusbawa dianggap lebih dekat dan kompeten e. Galuh kuat secara militer dan ekonomi

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

02

:

15

:

51

Klaim

4

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Halimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

23 Maret 2022 23:37

Jawaban terverifikasi

Hai Nadiva A , kakak bantu jawab ya. Jawaban adalah a. Wretikandayun tidak puas dengan pengangkatan Tarusbawa. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Kerajaan Pajajaran adalah kerajaan yang bercorak Hindu yang diperkirakan berpusat di Pakuan (Bogor sekarang), Jawa Barat. Kerajaan Pajajaran adalah kerajaan kelanjutan dari kerajaan pendahulunya, Kerajaan Sunda dan Galuh. Kerajaan Sunda dan Galuh adalah kerajaan yang teretak di dua lokasi yang berbeda, Sunda di Pakuan Pajajaran dan Galuh di Ciamis, kedua kerajaan tersebut merupakan pecahan dari Kerajaan Tarumanegara. Ketika Raja Tarumanegara Linggawarman meninggal dunia. Kekuasaan selanjutnya dipegang oleh menantunya Sri Maharaja Tarusbawa. Karena terjadi usaha perebutan kekuasaan, maka Pangeran Tarusbawa memindahkan kerajaan ke daerah Sunda yang menjadi daerah kekuasaan kerajaan Tarumanegara dahulu. Kemudian salah satu dari daerah kerajaan Tarumanegara yang dahulu bernama Galuh dipimpin oleh Wrektikandayun (612-702) yang masih keturunan dari kerajaan Tarumanegara memberontak karena tidak puas atas pengangkatan Tarusbawa. Wretikandayun memisahkan diri lalu kemudian mendirikan sebuah kerajaan di wilayah tersebut dengan nama Kerajaan Galuh. Selama beberapa abad Kerajaan Sunda dan Galuh terpisah, Sunda dan Galuh kembali bersatu di bawah pimpinan Jayadéwata yang menyandang gelar Sri Baduga Maharaja (1482-1521). Pada masa Sri Baduga Maharaja, Kerajaan Sunda dan Galuh dikenal dengan nama Kerajaan Pajajaran (Pakuan Pajajaran). "Semoga Membantu"


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi